Friday, 14-Oct-2005 9:54 PM  



     Rencana Pengembangan
     Riwayat Jurusan
     Evaluasi Program
     Lingkungan Eksternal
     Struktur Organisasi 


     Pendahuluan
     Matakuliah Wajib
     Matakuliah Pilihan
     Peraturan Akademik


     Rencana Strategis


     Biologi Dasar
     Genetika
     Zoologi
     Botani
     Mikrobiologi
     Lingkungan dan Kelautan
     Terpadu


    

   
  >> PROFIL JURUSAN BIOLOGI F. MIPA UNHAS


Pendahuluan
Rencana Pengembangan Jurusan Biologi
Riwayat Jurusan Biologi/Program Studi Biologi
Rencana Pengembangan Jangka Panjang
Lingkungan Eksternal
Evaluasi Program Akademik
Struktur Otganisasi F. MIPA UNHAS dan Program Studi Biologi
Organisasi di Jurusan Biologi

Halaman 2
ke halaman [1] [3]

    >> Evaluasi Program Akademik
    A. Pendidikan
[Lulusan] [Proses Belajar Mengajar] [Mahasiswa] [Kurikulum] [Program Layanan Internal]
 
Lulusan

Lulusan yang dihasilkan sejak tahun 2000 adalah 144 orang dengan jumlah rata-rata pertahun 30 orang. Lulusan terbanyak dicapai pada tahun akademik 2002/2003 sebanyak 46 orang. Profil lulusan berdasarkan tahun lulus dan IPK diuraikan pada Tabel 5. Lama studi mahasiswa yang dapat diselesaikan rata-rata 68,18 bulan. Mahasiswa yang dapat menyelesaikan studi lebih dari 5 tahun masih cukup tinggi sekitar 75 %. Sedangkan yang dapat menyelesaikan studi antara 4 – 4,5 tahun hanya 8,33 %.

Secara umum dapat dikatakan PS Biologi belum mampu meluluskan mahasiswa sesuai rencana kurikulum yaitu masa studi antara 4 – 4,5 tahun. Hal ini terkait dengan lamanya waktu penyelesaian tugas akhir rata-rata 1 tahun.

IPK lulusan cenderung fluktuatif, dengan IPK lebih dari tiga sebesar 52,08 %. Hal ini dapat dijadikan sebagai salah satu modal dasar untuk menunjukkan kemampuan akademik dan kompetisi di pasar kerja. Dari Informasi yang diperoleh (iklan, alumni, pengguna lulusan) IPK lulusan lebih dari tiga sering dijadikan syarat penerimaan tenaga kerja.

Pada penelusuran alumni diperoleh data waktu tunggu sebelum memperoleh kerja rata-rata 10,1 bulan, dengan waktu tunggu tertinggi pada 6 – 12 bulan sekitar 43,22 %,.

Dari 144 alumni PS. Biologi, sebanyak 81 orang yang terdata dan telah bekerja. Alumni yang bekerja dan telah terdata tersebut tersebar pada instansi negeri dan swasta dengan sebaran yaitu pada sektor pendidikan 28,12 %, Industri 18,75 % dan Jasa 21,87 %. Sedangkan yang bekerja pada instansi pemerintah non pendidikan 7,81 %, dan pada sektor lain sekitar 23,44 %.

Dari angket yang disebar tersebut dan wawancara langsung pada alumni diketahui bahwa gaji pertama lulusan PS. Biologi berkisar antara Rp 500.000,- sampai Rp 1.000.000,- dengan rata-rata Rp 785.000,-. Kemampuan kompetisi alumni PS Biologi dengan alumni program studi dari Universitas lain di pasar kerja masih sukar diukur dan dipantau, hanya dengan mengandalkan angket, demikian pula dengan besarnya gaji yang diterima.

[kembali ke atas] [kembali ke awal]


  Proses belajar-mengajar

Rata-rata jumlah peserta mahasiswa untuk setiap mata kuliah wajib adalah sekitar 45 - 50 orang, ini sesuai dengan jumlah mahasiswa yang masuk pertahun ditambah mahasiswa yang mengulang. Waktu yang digunakan untuk menyelesaikan seluruh mata kuliah wajib dan pilihan adalah antara 3,5 sampai lebih 5 tahun.

Waktu penyusunan skripsi rata-rata lebih dari 7 (tujuh) bulan, yang dihitung sejak Surat Keputusan pembimbing skripsi dikeluarkan hingga yang bersangkutan dinyatakan lulus dalam ujian sidang. Secara kuantitatif produktivitas di PS. Biologi relatif tinggi dimana hampir 85% mahasiswa yang terdaftar dapat mencapai sarjana dalam kurun waktu 4 (empat) sampai lebih 5 (lima) tahun studi. Sisanya, 15% relatif dikategorikan sebagai “Droup Out” (DO) meskipun sebenarnya mahasiswa tersebut pindah ke fakultas lain (6,19 %) dan selebihnya berhenti antara lain karena sakit, berumah tangga (6,64%). Sedangkan mahasiswa DO akibat ketidak mampuan akademik sebanyak 0,88% (Tabel 16).

Dari hasil angket yang disebarkan, umumnya mahasiswa kurang puas dalam mengikuti perkuliahan oleh karena kurangnya sarana penunjang kuliah seperti buku ajar, diktat, hand-out, modul. Begitu pula masih banyak dosen PS. Biologi yang mengandalkan pemberian materi kuliah dalam bentuk catatan pada saat kuliah. Selain itu dosen cenderung tidak menggunakan referensi yang mengikuti perkembangan ilmu (relatif banyak yang menggunakan referensi berumur lebih dari 20 tahun dan bertaraf nasional). Hal tersebut merupakan dampak negatif dari kurang tersedianya buku teks yang dianjurkan di perpustakaan. Ketidak puasan mahasiswa juga disebabkan oleh minimnya media pembelajaran yang tersedia, peralatan praktikum dari segi kualitas dan kuantitas kurang memenuhi standar pembelajaran. Untuk mengatasi hal tersebut PS. Biologi menempuh berbagai langkah :

  • Praktikum dari matakuliah tertentu dilakukan secara berkelompok, demonstrasi untuk mengatasi kekurangan peralatan yang dibutuhkan.
  • Menganjurkan penggunaan buku ajar, diktat dari perguruan tinggi lain yang memiliki reputasi terbaik
  • Penelitian Skripsi dianjurkan untuk melakukan pada Program Studi lain dalam lingkungan Unhas atau ke lembaga penelitian di luar Unhas.
  • Topik penelitian diarahkan pada penelitian dasar atau aplikatif yang peralatannya dimiliki oleh PS. Biologi.

Kemampuan bahasa Inggeris mahasiswa PS Biologi dievaluasi melalui pra-TOEFL yang dilaksanakan di lingkungan sendiri. Jumlah mahasiswa yang mengikuti tersebar pada 5 angkatan (angkatan 1998-2001). Hasil pra-TOEFL tersebut menunjukkan bahwa angkatan yang lebih muda (1999 -2000) cenderung memperoleh nilai pra-TOEFL yang lebih tinggi (> 500) yaitu berkisar antara 6 – 8%. Sedangkan angkatan 1997 dan 1998 tidak ada yang memperoleh nilai pra-TOEFL > 500. Hasil tersebut memperlihatkan bahwa kemampuan berbahasa Inggeris tidak meningkat seiring dengan lama kuliah mahasiswa PS Biologi. Mahasiswa PS. Biologi dari kuesioner (125 mahasiswa) yang disebarkan diperoleh data sebanyak 64,8% yang telah mengikuti kursus. Mahasiswa yang telah mengikuti kursus bahasa Inggeris didominasi oleh angkatan 2002 dan 2001.

Dua tahun terakhir PS. Biologi mulai melaksanakan dialog akademik yang melibatkan sebagian besar staf dosen dan pegawai PS. Biologi. Kegiatan tersebut diharapkan dapat memberikan masukan kepada staf dosen, staf administrasi dan Pimpinan Jurusan dan Fakultas (Pembantu Dekan I) untuk meperbaiki proses akademik dalam hal kualitas pelayanan dan kinerja staf. Demikian pula digunakan untuk memberikan informasi tentang kebijakan yang ditetapkan oleh PS. Biologi dalam rangka penyelenggaraan proses pembelajaran dan evaluasinya. Selain itu PS. Biologi mulai semester Awal 2003/2004 telah memberlakukan Peraturan Seminar I, II, dan Ujian/Sidang Sarjana yang baru disusun.

Ketersediaan buku ajar sangat ditentukan oleh kemampuan dosen untuk mentransfer ilmu dalam bentuk tulisan. Penyajian informasi melalui buku ajar, diktat, hand-out, modul yang jelas dan sistematik akan turut mempengaruhi proses transfer informasi. Sampai saat ini, bahan ajar yang dihasilkan sangat terbatas dalam kuantitas maupun kualitas. Dari hasil angket diperoleh pula beberapa keluhan yaitu penguasaan metodologi pembelajaran oleh staf dosen masih kurang, dosen menagajar cenderung satu arah, pemberian umpan balik kurang terlaksana, sistim evaluasi pembelajaran yang kurang jelas. Bila ditinjau dari ketrampilan tambahan untuk penguasaan metode pembelajaran rata-rata staf dosen yang berumur 45 tahun keatas hanya pernah mengikuti pelatihan model AKTA V, sedang pelatihan model PEKERTI (Pelatihan ketrampilan Instruksional) diikuti oleh beberapa staf yang berumur lebih muda dan 5 orang yang pernah mengikuti pelatihan lanjutan Applied Approach (AA).

Dalam proses pembelajaran terdapat dua unsur yang sangat penting yaitu metoda pembelajaran dan media pembelajaran. Kedua aspek tersebut menunjang dalam meningkatkan kualitas pembelajaran. Di PS. Biologi kedua aspek tersebut masih belum terlaksana secara terpadu. Kondisi tersebut disebabkan oleh:

  • Rendahnya kualitas dan kuantitas referensi yang tersedia
  • Rendahnya motivasi dosen untuk menggunakan buku teks asing sebagai referensi
  • Rendahnya motivasi dosen untuk menyusun bahan ajar baik hand-out, diktat terlebih buku ajar.
  • Kurang tersedianya media pembelajaran seperti over head projector (OHP) di ruang kuliah
  • Terbatasnya jumlah staf yang diikut sertakan dalam pelatihan model PEKERTI (Pelatihan ketrampilan Instruksional) dan Applied Approach (AA) oleh Universitas.

Media pembelajaran merupakan alat bantu pembelajaran yang akan sangat mempengaruhi iklim, kondisi dan lingkungan belajar. Kondisi yang tercipta akan membawa pengaruh psikologis terhadap mahasiswa dan dosen yang pada gilirannya akan membantu efektif dan efesiennya proses pembelajaran.

Usaha PS. Biologi dalam rangka meningkatkan keahlian dan pengembangan sikap profesionalisme lulusan dapat dilaksanakan melalui Program Kuliah Kerja Terapan Sains (KKTS) dan Kuliah Kerja Lapang. Mahasiswa yang dapat memprogramkan KKTS terbatas hanya pada mahasiswa yang dapat mencapai IPK > 2,75. Kegiatan ini dikoordinir langsung oleh Fakultas. Kegiatan tersebut dapat dilaksanakan oleh setiap mahasiswa yang memenuhi persyaratan. Pelaksanaan dapat di berbagai lembaga, Instansi, Perusahaan terkait dengan bidang Biologi dan Rekayasanya. Tujuan dan sasaran dari program ini adalah menggalakkan peranan Sains dalam pengembangan suatu sistem produksi barang dan jasa (termasuk pelayanan umum) dalam aktivitas suatu institusi/kelompok masyarakat untuk mendorong peningkatan produktifitas dan wawasan mahasiswa PS Biologi.

Interaksi antara mahasiswa dan dosen di luar kelas dapat terlaksana meskipun masih rendah. Interaksi dapat berlangsung antara lain pada program Perwalian (Penasehat Akademik/PA), diharapkan kegiatan ini berlangsung minimal 2 kali dalam semester berjalan. yaitu dalam rangka konsultasi mahasiswa saat memprogramkan mata kuliah pada awal semester dan awal kuliah dalam semester berjalan. Pada realisasinya target pertemuan 2 kali persemester tersebut tersebut cenderung tidak terlaksana oleh berbagai hal antara lain dosen kurang memiliki waktu karena besarnya beban SKS yang diemban.

Kegiatan ekstrakurikuler untuk pembinaan bakat mahasiswa PS Biologi dilaksanakan dalam wadah Himpunan Mahasiswa Biologi (HIMBIO), Canopy, HMI, Korps Mahasiswa Pencinta Alam. Kegiatan yang dilakukan seperti penyelenggaraan Pelatihan Dasar Organisasi, Diskusi Ilmiah, Pengkajian Agama dan Kursus Menyelam serta Studi Pengenalan Lapangan. Kegiatan tersebut terprogram dan dilaksanakan setiap tahun bagi mahasiswa baru. Pada penyelenggaraan kegiatan tersebut mahasiswa relatif kurang melibatkan peran serta staf dosen. Keikut-sertaan staf dosen dan pimpinan Jurusan terbatas pada acara pembukaan, pembawaan materi/makalah dan partisipasi pendanaan acara yang diselenggarakan.

Pada saat penerimaan mahasiswa baru pada tingkat FMIPA oleh Pimpinan Fakultas, Jurusan dan Program Studi diselenggarakan acara temu civitas akademika FMIPA dengan para orangtua/wali mahasiswa yang panitia pelaksanaannya diserahkan kepada Senat Mahasiswa FMIPA. Pada acara tersebut setiap Jurusan yang berada di bawah lingkup FMIPA melalui Ketua Jurusan dan Ketua Program Studi mempresentasikan kondisi dan sumber daya Jurusan masing-masing.

[kembali ke atas] [kembali ke awal]


  Mahasiswa

Jumlah mahasiswa Jurusan Biologi yang aktif dalam 5 tahun terakhir adalah 198 orang.

Jumlah calon mahasiswa yang berminat pada PS. Biologi cenderung meningkat yaitu rata-rata 503.2 orang pertahun. Jumlah mahasiswa yang lulus rata-rata 48 orang pertahun dan yang mendaftar kembali rata-rata 45.2 orang. Jumlah mahasiswa yang berhasil terjaring tersebut cenderung meningkat.

Jumlah mahasiswa yang terjaring melalui jalur JPPB (dari data 5 tahun) adalah rata – rata 15.8 % dan UMPTN/SPMB 84.2 % pertahun. Dari data tahun 2003 diperoleh ratio peminat dengan yang berhasil terjaring masing-masing adalah 6 : 1 melalui jalur JPPB dan 11 : 1 melalui jalur UMPTN.

Jumlah mahasiswa droup out menurun. Unhas memiliki Peraturan Akademik bagi mahasiswa yang memperolehan Indeks Prestasi Kumulatif rendah (< 2) setelah empat semester berjalan harus meninggalkan studi atau tidak dapat menyelesaikan studi dalam kurung waktu yang ditetapkan (7 tahun). Rata-rata prosentase mahasiswa “droup out” karena ketidakmampuan akademik sebanyak 0.88 % pertahun dalam kurun waktu 5 tahun terakhir. Rata-rata 6,19 % mahasiswa per tahun meninggalkan PS Biologi untuk kembali mengikuti UMPTN/SPMB dan berhasil terjaring pada Fakultas favorit seperti Fakultas Kedokteran, Fakultas Kedokteran Gigi dan Fakultas Kesehatan Masyarakat. Jika disimak lebih jauh mahasiswa yang terjaring di PSB merupakan mahasiswa yang tidak berhasil terjaring pada Fakultas yang diminati tersebut diatas. Akibatnya sebagian besar mahasiswa yang terjaring di PS. Biologi merupakan mahasiswa pilihan kedua atau ketiga. Pilihan/minat pertama dan kedua mahasiswa tersebut adalah program studi favorit seperti Kedokteran, Kedokteran Gigi, Farmasi dan Fakultas Kesehatan Masyarakat sebagaimana diuraikan pada Tabel 12.

Nilai Ebtanas Murni (NEM) dan Ujian Akhir Nasional (UAN) SMU dari mahasiswa angkatan 1999-2001 dan 2002-2003 jumlahnya berbeda cukup jauh karena mata pelajaran yang diujikan bertambah dalam kurun waktu 2 tahun terakhir.

Mahasiswa yang terjaring pada Program Studi Biologi saat ini berasal dari 11 propinsi, dimana 81,86 % di antaranya berasal dari Propinsi Sulawesi Selatan. Selebihnya berturut-turut berasal dari Sultra (7,44 %), Sulteng (2,79 %), NTB (2,32 %), DKI Jakarta (1,86 %), Papua, Jatim, Kalsel, Maluku, Kalbar, Kaltim dan NTB (kurang dari 1 %) (Tabel 14). Diperinci lebih lanjut terlihat bahwa sekitar 52,75 % berasal dari Kotamadya dan sisanya 47,25 % dari kabupaten. Sebagian besar mahasiswa berasal dari kotamadya Makassar sebesar 39,90%. Sedangkan dari Kabupaten yang terbesar adalah dari Enrekang (4,13 %) dan Pangkep (3,67 %) seperti pada Tabel 15.

Jumlah beasiswa yang tersedia pada Jurusan Biologi ada 10 jenis dengan jumlah penerima bervariasi. Jumlah terbesar berasal dari beasiswa BBBM sebanyak 62.23 % dari total mahasiswa yang menerima beasiswa. Beasiswa lain berasal dari Industri seperti Astra, Exxon dan Tokai. Jumlah mahasiswa baru yang menerima mahasiswa meningkat seiring dengan waktu studi. Misalnya pada awal kuliah dari setiap angkatan yang berhasil menerima beasiswa, hanya 2 % selanjutnya meningkat menjadi 10 % hingga 64% pada tahun kelima masa studi hal ini disebabkan beberapa pemberi beasiswa mensyaratkan mahasiswa penerima telah lolos seleksi 3 semester pertama dengan IPK tidak kurang dari 2,75. rata-rata 80 % mahasiswa pernah menerima 1 (satu) jenis beasiswa.

[kembali ke atas] [kembali ke awal]


 

Kurikulum

Dimulai semester Awal 2003/2004 diberlakukan Kurikulum yang telah direvisi berdasarkan Keputusan Menteri No. 232/U/2000 tentang Pedoman Penyusunan Kurikulum Pendidikan Tinggi dan Penilaian Hasil Belajar Mahasiswa. Sesuai KepMen tersebut masing-masing program studi diberi kewenangan untuk mengembangkan kurikulum sesuai dengan visi Universitas/Fakultas dan kebutuhan lokal. Berdasar KepMen tersebut, struktur kurikulum terdiri dari lima kelompok matakuliah yakni :

  • Matakuliah Pengembangan Kepribadian (MPK) yakni kelompok bahan kajian dan pelajaran untuk mengembangkan manusia Indonesia yang beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berbudi pekerti luhur, berkepribadian mantap dan mandiri serta mempunyai rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan.
  • Kelompok Matakuliah Keilmuan dan Ketrampilan (MKK) adalah kelompok bahan kajian dan pelajaran yang ditujukan terutama untuk memberikan landasan penguasaan ilmu dan keterampilan tertentu.
  • Kelompok Matakuliah Keahlian Berkarya (MKB) adalah kelompok bahan kajian dan pelajaran yang bertujuan menghasilkan tenaga ahli dengan kekaryaan berdasarkan dasar ilmu dan ketrampilan yang dikuasai.
  • Kelompok Matakuliah Perilaku Berkarya (MPB) adalah kelompok bahan kajian dan pelajaran yang bertujuan untuk membentuk sikap dan perilaku yang diperlukan seseorang dalam berkarya menurut tingkat keahlian berdasarkan dasar ilmu dan keterampilan yang dikuasai.
  • Kelompok Matakuliah Berkehidupan Bermasyarakat (MBB) adalah kelompok bahan kajian dan pelajaran yang diperlukan seseorang untuk dapat memahami kaidah berkehidupan bermasyarakat sesuai dengan pilihan keahlian dalam berkarya.

Pengelompokan tersebut bernuansa fleksibel dan di masa yang akan datang presentasinya lebih dapat ditingkatkan terutama masuknya beberapa mata kuliah yang banyak dibutuhkan pasar kerja. Isi kurikulum tersebut telah mengalami revisi terutama pada matakuliah pilihan dengan muatan atau kompetensi profesi PS. Biologi secara global dan regional serta kompetensi bidang ilmu keterampilan yang dibutuhkan oleh pasar kerja secara umum.

Pada dasarnya kurikulum pada PS Biologi ditinjau setiap empat (4) tahun sekali dengan mengacu pada misi dan tujuan Program Studi, Fakultas, Universitas dan Kurnas. Kurikulum PS Biologi dianalisis kembali tujuan dan relevansinya dengan keadaan pasar dan kebutuhan regional serta mutu luaran (sarjana) yang telah dihasilkan. Diketahui bahwa kebutuhan pasar kerja tidak bersifat statis akan tetapi dinamis. Olehnya itu dalam evaluasi pelaksanaannya melibatkan berbagai komponen. Dimulai dari masukan langsung para alumni yang berhasil terjaring bekerja di Instansi Pemerintah maupun swasta dan masukan pada pertemuan MIPA-net serta pengguna lulusan meskipun jumlahnya masih terbatas.. Selanjutnya dirumuskan oleh staf dosen melalui laboratorium masing-masing dengan tetap mempertimbangkan relevansinya dengan perkembangan Basic Science (sesuai visi,misi dan tujuan PS.Biologi) dan terapan, serta kemampuan SDM yang dimiliki.

Kurikulum berisi muatan lokal meliputi antara lain mata kuliah yang membahas tentang pengertian, pengembangan dan pemanfaatan biota (hewan, tumbuhan dan mikroorganisme) dan lingkungan laut dan darat. Disamping itu terdapat mata kuliah terapan yang bertujuan memberi pemahaman, penguasaan, keterampilan dan pemanfaatan ilmu dalam bidang Bioteknologi.

Mutu kurikulum dapat dideteksi antara lain melalui kemampuan lulusan yang dapat diberikan dalam rangka meningkatkan taraf hidup masyarakat yaitu :

  • Lulusan dapat menguasai dan menerapkan iptek yang terkait langsung dengan kebutuhan masyarakat.
  • Memiliki kemampuan bersaing dalam hal keterampilan tambahan dan profesionalisme.

[kembali ke atas] [kembali ke awal]


  Program layanan internal (layanan kuliah dan layanan laboratorium) Program Studi Biologi

Unhas melaksanakan Program Tahun Pertama Bersama (TPB) yang berlangsung dua semester dengan tujuan menghomogenkan bekal kemampuan Ilmu-ilmu alamiah dasar (Basic Saince) dan Ilmu sosial dasar dari mahasiswa baru sebelum mengikuti pembelajaran pada fakultas yang dituju/dilulusi. Mata kuliah yang harus diprogramkan oleh mahasiswa (eksakta & non eksakta) pada Program tersebut anatara lain adalah Mata kuliah Biologi Dasar dan IPTEKS. Sumberdaya PS Biologi mengambil peran yang besar pada penyelenggaraanya, demikian pula mahasiswa dari PS Biologi terlibat yaitu pada penyelenggaraan praktikum di laboratorium, bertindak sebagai asisten. Pengelolaan dari program tersebut dilakukan dan dikontrol langsung oleh Pimpinan Universitas melalui Unit Pelaksana Tehnis TPB yang memiliki sumberdaya berasal dari ke empat Jurusan (Matematika, Fisika, Kimia dan Biologi) yang ada pada FMIPA. Dana dialokasikan ke Jurusan Biologi melalui Laboratorium Biologi yang berupa dana pembelian bahan hidup praktikum dengan jumlah yang sangat minim. Sedangkan pengadaan bahan kimia, peralatan praktikum dan lain yang dibutuhkan untuk pelaksanaan pembelajaran dikelola langsung oleh UPT TPB.

Layanan kuliah lain dari PS. Biologi adalah pelayanan beberapa matakuliah yang sifatnya lintas jurusan dalam lingkungan FMIPA. Kuliah layanan tersebut juga menjadi penyebab besarnya beban SKS dosen.

[kembali ke atas] [kembali ke awal]


   
    B. Penelitian
 


Tema penelitian yang dialaksanakan dosen PS. Biologi sangat beragam. Nampak penelitian yang dilakukan umumnya merupakan penelitian yang memerlukan percobaan secara eks situ. Terdapat dalam jumlah yang sedikit penelitian yang dilakukan secara in vitro. Hasil dari penelitian yang dilakukan sangat sedikit yang dipublikasikan dalam jurnal ilmiah nasional dan internasional. Umumnya, hasil penelitian ditulis dalam bentuk laporan, makalah dan tugas akhir dalam rangka penyelesaian tugas akhir pada jenjang S1, S2 dan S3. Terdapat beberapa hasil penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal internasional. Penelitian yang dilakukan umumnya memperoleh dana penelitian dengan jumlah yang sangat kecil. Pada Jurusan Biologi belum pernah ada staf dosen memperoleh dana penelitian dari Hibah Bersaing maupun Riset Unggulan Terpadu (RUT). Begitupula belum ada perumusan tema penelitian yang akan dilaksanakan secara terpadu. Hal tersebut disebabkan lemahnya kemajuan staf dalam menyusun proposal, dipihak lain kemampuan tersebut lebih dituntu akibat dana yang tersedia bersifat kompetitif.

Hasil penelitian yang disusun dilaporkan ke Lembaga Penelitian di tingkat Universitas atau langsung kepada penyandang dana yang sebelumnya diseminarkan di tingkat fakultas.

Pada pelaksanaan penelitian oleh staf dosen cenderung hanya melibatkan sesama staf dosen, keinginan dan minat untuk mengikut sertakan mahasiswa yang akan memprogramkan tugas akhir sangat rendah. Pelaksanaan percobaan dari penelitian yang membutuhkan penggunaan peralatan laboratorium yang lebih spesifik (penelitian in vitro) umumnya dilakukan di luar PS. Biologi sebagai mana halnya yang dilakukan oleh mahasiswa untuk penyusunan tugas akhir. Padatnya aktifitas penelitian yang dilakukan oleh mahasiswa di luar PS. Biologi merupakan dampak dari keterbatasan peralatan laboratorium yang dimiliki oleh laboratorium PS. Biologi. Kondisi tersebut pada gilirannya memperpanjang waktu penelitian/penyelesaian tugas akhir dan aktifitas laboratorium menjadi rendah serta interaksi antara dosen dan mahasiswa pula menjadi berkurang.

[kembali ke atas] [kembali ke awal]


   
    C. Pengabdian Pada Masyarakat
 


Pengabdian pada masyarakat (P2M) dilakukan oleh dosen namun belum terlaksana secara reguler. Nampak produktifitas yang rendah dalam pelaksanaan P2M. Kegiatan dilakukan dalam bentuk penyuluhan dan pelatihan yang bertujuan untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat. Kegiatan Kuliah Kerja Nyata di pedesaan menjadi wadah dosen untuk melaksanakan Pengabdian pada Masyarakat. Jumlah dosen yang terlibat masih terbatas karena ketersediaan dana dan waktu akibat beban SKS yang besar. Bentuk kegiatan yang dilakukan meliputi penyuluhan dan pelatihan. Materi yang disuluhkan umumnya materi yang telah diteliti, baik oleh kalangan sendiri maupun oleh peneliti lainnya. Dalam pelaksanaannya masih belum terdapat agenda yang bersifat reguler karena tergantung dari dana yang tersedia sehingga keberlanjutannya juga kurang nampak. Kegiatan P2M yang dilakukan umumnya memperoleh dana dari LPPM Unhas dan sejak tiga tahun terakhir telah dialokasikan langsung ke Fakultas. Setiap tahun PS. Biologi mengalokasikan dana DIK untuk 2 (dua) kegiatan P2M kepada dua (2) orang dosen.

Laporan hasil pengabdian pada masyarakat diserahkan kepada penyandang dana bukti pertanggung jawaban dan juga beberapa menyerahkan kepada perpustakaan PS. Biologi.

[kembali ke atas] [kembali ke awal]


   
    D. Program Penjamin Kualitas
 


Seiring dengan implementasi kurikulum yang sedang berjalan pada semester Awal 2003/2004, maka Silabus, Garis-Garis Besar Program Pengajaran (GBPP) dan materi kuliah sedikit mengalami revisi. Seiring dengan hal tersebut dilakukan perubahan dalam proses akademik yang meliputi pengaturan tatalaksana Seminar I, II dan Sidang Sarjana. Untuk hal tersebut umpan balik dari mahasiswa juga dilakukan dengan cara memberikan angket guna mengetahui kinerja dosen, pegawai dan tentang preferensi mata kuliah, proses pembelajaran, kebutuhan akan ketrampilan penunjang dan sebagainya.

Monitoring penyelenggaraan perkuliahan dilakukan secara reguler, hasilnya dilaporkan kepada Fakultas dan Universitas. Laporan pada tingkat Jurusan hasil monitoring dicatat pada papan monitoring perkuliahan yang diletakkan pada Ruang rapat/Perpustakaan Jurusan untuk dapat diketahui oleh seluruh komponen Jurusan. Hal ini nampak cukup efektif karena pimpinan jurusan/PS. Biologi dan Penanggung Jawab mata kuliah dapat memonitor keberlangsungan perkuliahan. Menjelang akhir perkuliahan (minggu ke XII dalam semester berjalan) diadakan rapat pada tingkat jurusan guna memonitoring dan mengevaluasi berlangsungnya proses belajar mengajar. Hasil monitoring ditingkat fakultas disampaikan pula pada rapat Koordinasi yang dilakukan setiap sebulan sekali secara reguler.

Evaluasi kemampuan mahasiswa dalam menyerap materi kuliah dilakukan dua kali pada semester berjalan. Test pertengahan(mid-test) dilaksanakan setelah materi kuliah rampung 50% dan test akhir (final test) dilakukan setelah kegiatan pengajaran selesai seluruhnya. Nilai tersebar dari A, B, C, D dan E sebagai indikasi ketidaka lulusan. Mahsiswa yang memperoleh nilai D diberi kesempatan untuk mengulang pada semester penajang dan reguler. Sedangkan nilai C hanya dapat diulang oleh mahasiswa yang memiliki IPK < 2.75 dengan SKS yang diperole lebih dari 110 SKS. Kesempatan untuk mengulang hanya diperbolehkan pada semester pendek. Hal ini ditempuh untuk mengurangi jumlah peserta pada semester reguler. Begitu pula di PS. Biologi matakuliah diasuh oleh tim dengan seorang Penanggung Jawab yang dipilih berdasarkan senioritas dalam kompentensi dan jabatan fungsional.

Dalam rangka penjaminanan kualitas penyelenggaraan pendidikan pada PS. Biologi Unhas dilakukan Evaluasi diri sejak tahun 2000 dan menghasilkan penilaian dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor : 03492/AK-1-III-014/UHCBLI/VII/2000 pada tanggal 7 Juli 2000 dengan peringkat B (Baik).

[kembali ke atas] [kembali ke awal]


<< halaman sebelumnya             ll           halaman selanjutnya >>


   
 


Halaman 2
ke halaman [1] [3]

Pendahuluan
Rencana Pengembangan Jurusan Biologi
Riwayat Jurusan Biologi/Program Studi Biologi
Rencana Pengembangan Jangka Panjang
Lingkungan Eksternal
Evaluasi Program Akademik
Struktur Otganisasi F. MIPA UNHAS dan Program Studi Biologi
Organisasi di Jurusan Biologi

CopyRight by Jurusan Biologi F. MIPA UNHAS and Design by ArfanSabran