You are hereAndi Nirtiningsih-Sjamsuddin Garantjang: ‘Nikah’ Pengukuhan dan Ultah

Andi Nirtiningsih-Sjamsuddin Garantjang: ‘Nikah’ Pengukuhan dan Ultah


By dradm11 - Posted on 03 December 2011

Tanggal 1 Desember, sangat istimewa bagi pasangan Prof.Dr.Ir.Andi Niartiningsih, MP- Prof.Dr.Sjamsuddin Garancang.M.Agr.Sc. Pasalnya, pada tanggal itu tahun 2011 ini, keduanya ‘menikah’ untuk kedua kalinya, Mengapa harus menikah lagi, padahal keduanya sudah punya anak tiga. Maksudnya,  pasangan ini  sepakat ‘bersanding’ menyampaikan orasi penerimaan jabatan Guru Besar di Universitas Hasanuddin.  Tidak hanya itu, awal Desember ini sangat istimewa lagi buat Andi Niartiningsih. Sebab, pada hari itu mahaguru kelahiran Sinjai ini  genap setengah abad.

Andi Niartiningsih, Guru Besar ke-297 Unhas menyampaikan orasi berjudul ‘’Strategi Konservasi dan Rehabilitasi Biota Langka untuk Mempertahankan Keanekaragaman Hayati Laut dan Meningkatkan Pendapatan Pesisir dan Kepulauan (Studi Kasus: Kima (Tridacnidae) dan Kuda Laut (Singnathidae).  Dengan pengukuhan itu, Andi Niar, panggilan akrabnya, merupakan maha guru dalam bidang Pembenihan dan Penangkaran Biota Laut pada Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan Unhas.
Sementara Sjamsuddin Garantjang, sang suami sebagai Guru Besar ke-298 Unhas menyampaikan orasi bertajuk ‘’Pengembangan usaha Ternak Sapi Perah di Sulawesi Selatan untuk Mendukung Peningkatan Gizi Masyarakat dan Daya Saing Bangsa’’. Dia menjadi guru besar bidang Ilmu Pemuliaan Ternak Fakultas Peternakan Unhas.
 
Restocking
Andi Niartiningsih dalam orasinya menyimpulkan, keberhasilan pengembangbiakan biota laut langka di Hatchery Marine Station Unhas di Pulau Barrang Lompo tidak akan bermakna dan manfaat yang besar bagi upaya konservasi dan rehabilitasi keanekaragaman hayati laut jika tidak dibarengi dengan kebijakan yang bisa memperkuat posisi Unhas sebagai satu-satunya stasiun laut di Indonesia yang mampu mengembangbiakkan biota laut langka.
‘’Saat ini Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan Unhas sudah berhasil mengembangbiakkan tiga jenis biota laut langka, yaitu kima, kuda laut, dan lola,’’ kata Andi Niartiningsih.
Hasil budidaya di hatchery telah diimplementasikan dalam bentuk penebaran kembali ke alam. Beberapa upaya restocking telah dilakukan di perairan Pulau Gebe, Halmahera pada tahun 2003 dan restocking kima dan lola di perairan Gili Sulat, Lombok Timur, NTB pada tahun 2006, melalui kerja sama dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan.Pada tahun 2008 berkaitan dengan HUT Kota Makassar kerja sama antara Program Mitra Bahari Sulsel dengan DKP Kota Makassar juga di-restocking kima di perairan Barrang Caddi. Demikian juga kegiatan yang sama dilakukan  untuk jenis kuda laut hasil pembenihan skala back yard yang dihasilkan bersama-sama oleh masyarakat Pulau Lantang Peo di Kepulauan Tanakeke Kabupaten Takalar.
‘’Jika kegiatan budidaya serta  program restocking dan searancing (pemeliharaan di laut) sudah berjalan secara berkesinambungan, Usaha Kecil Menengah (UKM) yang bergerak dalam usaha memproduksi kima dan kuda laut untuk hiasan akuarium serta tujuan konsumsi juga makin berkembang, maka akan kian memperkuat posisi Marine Station Unhas sebagai penyedia bibit. Dengan demikian posisi sebagai pusat perbenihan biota langka untuk restocking dan sea ranching serta budidaya oleh masyarakat dapat terwujud,’’ demikian Andi Niartiningsih.

Biodata:
Nama lengkap :Prof.Dr.Ir.Andi Niartiningsih, MP
Tempat/Tgl lahir :Sinjai 1 Desember 1960
Pangkat/Jabatan/Gol.:Pembina Utama Madya/Guru Besar/IV-d
Suami :Prof.Dr.Sjamsuddin Garantjang, M.Agr.Sc.
Anak :Tiga orang
Pendidikan : Sarjana Perikanan Unhas (1984), Magister Unhas (1996), Doktor Unhas (2001)
Jabatan    : Staf Pengajar Politeknik Unhas (1987-1993), Staf Pengajar FIKP Unhas (1993-sekarang), Pudek II FIKP Unhas (2006=2010), Dekan FIKP (2009-sekarang).
Penghargaan: Pelajar Teladan I SMP Kab.Sinjai (1975), Siswa Teladan II SMA se-Sulsel (1979), Mahasiswa Teladan I Fak.Peternakan Unhas (1983), Lulusan Terbaik S-3 Unhas (2001), Satyalencana Karya Satya 10, 20 tahun (2002, 2007).

Cukup Menjanjikan
Sjamsuddin Garantjang dalam orasinya mengemukakan, pengembangan usaha sapi di Sulawesi Selatan cukup menjanjikan, terutama pada beberapa kabupaten yang suhu lingkungannya cocok untuk pengembangan sapi perah.
‘’Kebutuhan susu nasional sebagian besar tergantung dari impor,’’ ujar Sjamsuddin Garantjang.
Susu sebagai salah satu sumber protein hewani sangat dibutuhkan bagi mencapai pertumbuhan yang maksimal untuk balita agar sehat, kuat, dan cerdas yang diharapkan bisa bersaing dengan bangsa lain di dunia.
Sjamsuddin Garantjang mengatakan, pemuliaan sapi perah merupakan rangkaian kegiatan mengubah komposisi genetik pada sekelompok sapi perah guna mencapai peningkatan produksi susu. Upaya pemuliaan yang dilakukan bertujuan memilih tetua untuk menghasilkan keturunan, namun hasil ini baru terlihat jika diikuti dengan perbaikan kesehatan, nutrisi, dan manajemen.  
Masalah yang dihadapi peternak sapi perah di Sulsel adalah pengadaan bibit sapi perah yang masih tergantung impor dari Pulau Jawa. Selain itu,  ada beberapa peternak yang mengawinkan (inseminasi buatan) sapinya dengan semen sapi pedaging. Mereka berharap dapat memperoleh anak sapi jantan untuk dijual dengan harga yang cukup mahal.

Biodata:
Nama : Prof.Dr.Sjamsuddin Garantjang, M.Agr.Sc.
Tempat/tgl lahir : Bone, 7 Juli 1951
Pangkat/Jabatan/Gol.: Pembina Utama Madya/Guru Besar/IV-d
Bidang Keahlian    : Pemuliaan Ternak
Pendidikan : Sarjana Peternakan Unhas (1976), Magister (S-2) Univ.Okayama, Jepang (1984), Doktor (S-3) IPB (1993), Akta Mengajar V (1986).
Penghargaan : Satyalencana Karya Satya 20 tahun (2001).