You are hereFakultas Kehutanan

Fakultas Kehutanan


Sejarah singkat

Fakultas Kehutanan Universitas Hasanuddin didirikan pada Tanggal 18 Desember 2006 berdasarkan Surat Persetujuan Dirjen Dikti Nomor: 4783/D/T/2006. Fakultas Kehutanan merupakan pengembangan dari Jurusan Kehutanan Universitas Hasanuddin yang selama ini berada dalam naungan Fakultas Pertanian dan Kehutanan. Dalam perkembangannya, Jurusan Kehutanan yang didirikan pada Agustus 1963 mengalami penataan dan memilki dua program studi dengan dikeluarkannya Keputusan Dirjen Dikti Nomor: 108/Dikti/Kep./1984, yaitu Program Studi Manajemen dan Budidaya Hutan dan Program Studi Teknologi Hasil Hutan. Pada tahun 1996, nama Program Studi Manajemen dan Budidaya Hutan berubah menjadi Program Studi Manajemen Hutan berdasarkan Surat Keputusan Dirjen Dikti Nomor: 234/Dikti/Kep./1996. Saat ini, Fakultas Kehutanan Unhas terus berbenah dalam semua aspek tri dharma yang salah satunya adalah menyesuaikan diri menuju penataan dan kodifikasi program studi sesuai Surat Keputusan Dirjen Dikti Nomor 163/DIKTI/KEP/2007 tanggal 29 November 2007 yang menetapkan bahwa untuk jenjang pendidikan sarjana di bidang kehutanan hanya terdapat satu program studi, yaitu Program Studi Kehutanan.

Visi

Menjadi lembaga pendidikan kehutanan yang tangguh dalam mewujudkan hutan lestari

Misi

  1. Mendidik mahasiswa untuk menghasilkan alumni yang mandiri, berakhlak mulia dan berwawasan global.
  2. Mengembangkan Ipteks yang berkaitan dengan pengelolaan sumberdaya hutan dan lingkungannya. 3. Mempromosikan dan mendorong terwujudnya kelestarian hutan dan kesejahteraan masyarakat.

Tujuan

  1. Berperan dalam pengembangan dan pemanfaatan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni di bidang kehutanan dan lingkungannya.
  2. Mengembangkan dan memanfaatkan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni dalam bidang kehutanan yang meliputi manajemen hutan, budidaya hutan, konservasi sumberdaya hutan, serta teknologi hasil hutan melalui penyelenggaraan program-program pendidikan, penelitian, dan pengabdian pada masyarakat yang secara keseluruhan diperuntukkan bagi terwujudnya hutan lestari.
  3. Meningkatkan mutu fasilitas, sarana dan prasarana pendidikan kehutanan untuk mewujudkan suasana akademik yang kondusif serta bermanfaat bagi sivitas akademika dan komunitas terkait lainnya.
  4. Meningkatkan produktivitas dan kualitas luaran, khususnya yang berkaitan dengan kebutuhan pembangunan kehutanan, peningkatan nilai tambah produk dan jasa hutan, serta perbaikan lingkungan hidup.
  5. Memupuk dan mengembangkan kerjasama kemitraan dengan pihak luar khususnya pemerintah, dunia usaha dan industri serta dengan perguruan tinggi dan lembaga-lembaga Ipteks kehutanan lainnya, baik di dalam maupun di luar negeri untuk peningkatan kemampuan dan kualitas institusi.