You are hereFestival Budaya Tradisional Se -Sulawesi Selatan IV

Festival Budaya Tradisional Se -Sulawesi Selatan IV


By iqbal_sultan - Posted on 29 June 2012

Bertempat di Aula Prof. Mattulada Fakultas Ilmu Budaya Universitas Hasanuddin, IMSAD (Ikatan Mahasiswa Sastra Daerah) menggelar sebuah event bertajuk FESTIVAL BUDAYA TRADISIONAL SE- SULAWESI SELATAN IV. Acara ini merupakan event tahunan yang diadakan oleh IMSAD Fakultas Ilmu Budaya jurusan Sastra Daerah Universitas Hasanuddin dan merupakan kali ke empat dilaksanakan sejak empat tahun terakhir.

Menurut Sriwarah Wahyuni  selaku ketua panitia, dan Andi selaku Koordinator Steering Committee. Persiapan untuk kegiatan ini sendiri dilakukan selama tiga bulan. Untuk nama kegiatan FESTIVAL BUDAYA TRADISONAL  SE-SULAWESI  SELATAN  IV sendiri. Pada mulanya bernama LCBP (Lomba Baca Puisi) namun seiring dengan perkembangan, dirasa perlu untuk menambah item Lomba, sehingga pada pelaksanaan kegiatan kali ini maka nama kegiatan pun diubah menjadi FESTIVAL BUDAYA TRADISIONAL SE-SULAWESI SELATAN. Adapun jenis lomba yang digelar adalah lomba yang berkaitan dengan budaya sulawesi selatan seperti Lomba baca puisi daerah, Lomba cipta puisi daerah, Lomba pidato bahasa daera , Lomba tari daerah, dan Lomba Nyanyi lagu daerah.

FESTIVAL BUDAYA TRADISIONAL  SE-SULAWESI  SELATAN  IV ini dilaksanakan sejak 28 Juni 2012 – 30 Juni 2012. Event ini diikuti oleh 78 peserta dan diperuntukkan bagi mahasiswa,pelajar dan umum (sanggar seni) yang memperebutkan Juara Juara I, II  dan III untuk setiap jenis perlombaan dan Piala bergilir untuk Juara Umum dengan total hadiah uang tunai sejumlah Rp.16.000.000 (enam belas juta rupiah).

ANIMASI (Aliansi Mahasiswa Seni)  STAIN Pare-Pare Optimis Meraih Juara Umum!

Salah satu peserta dalam event FESTIVAL BUDAYA TRADISIONAL  SE-SULAWESI  SELATAN  IV kali ini adalah ANIMASI (Aliansi Mahasiswa Seni ) Sekolah Tinggi Agama Islam Pare-Pare, menurut Akbar sang ketua umum yang turut hadir dalam event ini, persiapannya bersama teman-temannya terbilang singkat yaitu sejak 15 Juni 2012, sejak surat undangan mereka terima pada hari yang sama. Mereka pun memulai latihan yang di fokuskan pada visualisasi puisi berbahasa bugis yang berjudul Tettang Ri Ase Pitte (Berdiri Diatas Benang) yang dibuat pada tanggal 17 Juni 2012.

Visualisasi puisi berjudul Tettang Ri Ase Pitte (Berdiri Diatas Benang) adalah buah karya Muhammad Luqman dan Linda yang menceritakan kesengsaraan dan penderitaan seorang anak yatim piatu, visualisasi puisi ini ditampilkan dengan musik akustik oleh Luqman dan pembacaan puisi oleh Linda. Meski persiapannya tidak begitu lama, namun demikian mereka berdua optimis dapat meraih juara umum pada FESTIVAL BUDAYA TRADISIONAL  SE-SULAWESI  SELATAN  IV kali ini  seperti dua tahun sebelumnya saat mereka meraih juara umum. (D.P.K –Humas UNHAS)