You are hereKhasiat Buah Naga

Khasiat Buah Naga


By dradm11 - Posted on 14 March 2012

Ketika berlangsung Rapat Kordinasi Unhas di Kampus Bengo-Bengo Maros Februari  2012, Direktur Kebun Buah Bosowa Ir.Sumitro diundang khusus mempresentasikan perihal mengelola kebun buah seluas 21 hektar di Palangga Kabupaten Gowa, 25 km di sebelah selatan Kota Makassar itu. Ketika itu, Sumitro mengisahkan bagaimana caramenanam buah naga lengkap dengan contoh buahnya dibawa. Juga dibawa contohnya adalah Srikaya Taiwan yang tentu saja besarnya berbeda dengan yang dijual di pasar dan di pinggir jalan di kota Makassar atau pun di sepanjang jalan Jeneponto  dan Banteng, bila musimnya tiba.

Senin (12/3) malam, terlepon selular saya bergetar. Ternyata datang dari Ir.Sumitro, Direktur Perkebunan Bosowa, salah seorang yang dipercaya H.Aksa Mahmud mengelola satu areal perkebunan hortikultural di Desa Kampili, Kecamatan Palangga Kabupaten Gowa, 25 km ke arah selatan Kota Makassar. Bulan lalu, tatkala kami bertemu di Kampus Unhas Bengo-Bengo, Kabupaten Maros, 69 km ke arah Makassar`Kabupaten Bone, saya sudah menyampaikan niat berkunjung ke perkebunan milik pengusaha Aksa Mahmud tersebut. Sumitro di depan rapat koordinasi pimpinan Unhas mempresentasikan perihal buah naga (.Hylocereus undatus)
Kami memerlukan waktu satu jam menyibak kepadatan lalu lintas poros Makassar ke Palangga Gowa yang sangat sarat 13 Maret 2012 pagi itu. Berbagai jenis kendaraan berbaur di poros ini. Mulai roda dua bermesin dan tidak bermesin hingga kendaraan di atas empat roda.Memasuki jalan poros ke arah Desa Kampili, jalan mulus, karena sudah diberi beton yang tentu saja mampu menahan beban berat truk-truk raksasa bermuatan sarat yang sering dituding sebagai ‘perusak’ jalan raya.
Di sebelah kiri jalan, tepat pada patok KM 15 dari Sungguminasa Gowa, di situlah Kebun Bosowa yang ditangani Sumitro berada. Luasnya 21 ha. Dulu, lahan ini merupakan pabrik batu (krusel) PT Bosowa. Tanah ini tergolong kritis, meski letaknya sekitar 500 m dari bibir Sungai Jeneberang,
Sekitar Februari 2007, Aksa Mahmud saat itu menjabat Wakil Ketua MPR RI, memboyong 20 stek bibit buah naga dari Sabah Malaysia. Bibit sepanjang 25 cm ni sempat membingungkan. Sumitro, 43, alumni Fakultas Pertanian Universitas Muslim Indonesia (UMI) tahun 1991 yang dipanggil  Aksa Mahmud menanam bibit tersebut ditanam di bawah pohon mangga di dekat rumahnya.
‘’Saya bingung, untuk apa tanaman kaktus ini. Saya juga tak tahu bagaimana cara menanamnya,’’ Sumitro bergumam.
Mengetahui kebingungan Sumitro menanam bibit asing itu, Aksa pun memutuskan dia harus pergi ‘sekolah’ buah naga di negeri jiran Sabah Malaysia sebulan. Rupanya, sang ‘bos’ belum puas dengan hanya mengirim Sumitro ke luar negeri. Selama sebulan lagi, sang direktur perkebunan ini harus berguru lagi di Pasuruan dengan ‘kurikulum’ yang sama, buah naga.
Di Pasuruan, Sumutro tidak hanya belajar, tetapi langsung mengorder bibit 1.800 stek untuk 2.600 tiang. Setelah kembali ke Makassar memboyong serta bibit, dia kembali disuruh ‘berguru’ ke Kulonprogo, pada kebun buah naga milik Kasijo selama sebulan. Tak cukup sampai di situ, Sumitro masih diminta terbang berguru lagi ke Bali selama dua minggu.
Setelah penanaman awal itu pada tahun 2007, setahun berikutnya, Buah Naga mulai berproduksi. Sebab, tanaman ini bisa beproduksi delapan bulan setelah ditanam. Produksinya dari tahun ke tahun terus meningkat, karena selain cabang buah bertambah, juga cabang produksi yang berbuah  meningkat.
Sumitro belum puas dengan hanya 13 buah per tiang buah naga yang diproduksinya, Ia selalu mencari tahu bagaimana cara meningkatkan produksi buah naga menjadi 30 buah per tiang. Menurut Sumitro, kuncinya kemungkinan besar pada teknik penggunaan pupuk kandang yang dinilainya masih penuh ‘misteri’.
Di kebun ini, selain 38 jenis tanaman lainnya, Bosowa menanam beberapa varietas buah naga berdasarkan daging buahnya:

* Buah Naga Putih dengan kelopak di ujung buah dengan warna hijau dan batang berwarna hijau muda kekuning-kuningan.
* Buah Naga Merah, dengan memiliki banyak kelopak, batang lurus berwarna hijau tua dan memiliki duri yang rapat.
* Buah Naga Super Red, berkelopak sedikit, batang berwarna hijau dan halus.
* Buah Naga Kuning, dengan ukuran yang lebih kecil, kira-kira sepertiga dari rata-rata ukuran Buah Naga lainnya.
* Buah Naga Hitam

Buah naga super Red beratnya bisa mencapai 700-900 gram per buah. Namun yang kami timbang hari itu rata-rata 500 g per buah, Sebab, ketika diletakkan dua buah di timbangan, beratnya pas 1 kg. Harga buah naga di pasar dilepas Rp 27.500 per kg Buah Naga Merah dan Rp 17.500 untuk jenis yang putih.   
Satu bulan, Sumitro bisa memanen 5.000 sampai 6.000 biji buah naga. Masalahnya, dalam satu bulan setiap pohon dapat memiliki 6 kali berbuah. Pada musim hujan, yakni antara November –Mei, merupakan masa-masa ‘galak’-nya pohon buah naga berproduksi. Tanaman ini termasuk yang ‘rakus’ berbuah. Pada saat buah dipetik, sudah ada bunga baru yang muncul  dan  dalam satu bulan ke depan siap dipetik lagi. Paling cepat dari bunga hingga dipetik dalam bentuk buah 25 hari. Produksi buah naga akan menurun seiring dengan datangnya musim kemarau.
Menurut Sumitro, memelihara tanaman ini harus ada minat yang bulat. Juga orang harus mencintai pekerjaannya. Setiap orang yang diberi tanggungjawab harus memelihara blok berisi pohon-pohon buah naga itu.   Tiga karyawan Kebun Bosowa Palangga ini berbagi tugas. Dua karyawan dan seorang sekuriti. Untuk mengawasi delapan blok tanaman buah naga, Sumitro menetapkan penanggungjawab setiap bloknya dengan ‘piaraan’ sebanyak 500 pohon.  Mereka itu memperoleh pelatihan khusus. Mereka yang memanen diberi gaji sesuai upah harian.

Khasiat
Banyak yang salah dan menganggap buah ini berasal dari China. Mungkin orang terkecoh oleh namanya. Sebenarnya buah ini berasal dari padang pasir di Meksiko. Tanaman ini memang sejenis kaktus yang mampu hidup di daerah kering dan bernama latin Hylocereus undatus. Pohonnya sama seperti tanaman kaktus yaitu berbatang tebal dengan duri-duri kecil. Buah akan tumbuh di ujung cabang dan tumbuh menjuntai.
Khasiat obat pohon naga bukan hanya berasal dari buahnya saja, melainkan juga dari daun dan kulit buahnya. Selain buahnya lezat,  naga merah (Hylocereus polyrhizus) atau sering disebut red pitaya juga mempunyai khasiat obat antara lain sebagai penurun kadar gula darah pada penderita diabetes dan menghaluskan kulit. Sementara  ekstrak daun dan kulit buahnya dapat meningkatkan kelenturan pembuluh darah dan menghambat pertumbuhan sel tumor.
Dengan mengonsumsi 1 buah naga merah (250 gram) setiap pagi dan sore selama delapan hari berturut-turut akan menurunkan kadar gula darah pada penderita diabetes. Selama mengonsumsi buah naga hendaknya penderita berhenti mengonsumsi nasi karena nasi merupakan sumber gula bagi penderita diabetes.
Menurut Prof. Dr. Muhammad Yusuf,  ahli pengobatan tradisional China,-- -- seperti dilansir google.com--  dalam kebudayaan Tionghoa buah naga dipercaya menghaluskan kulit wajah sehingga tampil lebih cantik, tetapi ia tidak digunakan untuk mengobati penyakit-penyakit mematikan seperti kanker atau jantung. Buah naga baik untuk mengatasi panas dalam karena bersifat mendinginkan.
Khasiat pohon naga bukan terletak pada buahnya saja, melainkan  pada daun dan kulit buahnya juga. Hasil penelitian Rosario Vargas Sols dari Laboratorio de Investigation de Fitofarmacologia Universidad Autonoma Metropolitana Xochimilco Meksiko menunjukkan bahwa ekstrak kloroform daun buah naga berdaging putih mengandung senyawa pentacyclic triterpene taraxast-20-ene-3a-ol dan taraxast-12,20(30)-dien-3a-ol. Kedua senyawa itu terbukti melindungi kelenturan pembuluh darah kelinci.
Peneliti memperkirakan keampuhan kedua senyawa itu hampir menyamai troxerutin salah satu obat pelindung pembuluh darah mikro yang beredar di pasaran. Obat itu berfaedah mengurangi risiko pecahnya pembuluh darah.
Hasil uji in vitro yang dilakukan Li-chen Wu, peneliti Department of Applied Chemistry National Chi-Nan University menunjukkan bahwa ekstrak kulit buah naga berdaging merah berpotensi menghambat pertumbuhan sel tumor B16F10 pada dosis 25 gram.
Jika perayaan Imlek dan Cap Go Meh tiba, itu isyarat banyak kebutuhan akan buah naga ini.  Bagi  petani buah Naga, Imlek adalah masa yang ditunggu.
‘’Bukan hanya karena inilah puncak panen, namun sekaligus masa saat permintaan buah meningkat,’’ kata Aksa Mahmud, seperti dilansir salah satu media cetak di Makassar tahun 2010.
Sebab setiap Imlek bisa dipastikan buah warna merah mirip kepala Naga ini selain menjadikan menu istimewa juga dicari karena dipakai sebagai sesaji untuk para penganut Kong Hu Cu. Buah ini memang baru saja dikenal di Indonesia, yaitu sekitar lima tahun terakhir. Bibitnya dari Taiwan. (M.Dahlan Abubakar, Kepala Humas Unhas melaporkan dari Palangga Gowa).