You are hereMengaku Tuna Netra, Ternyata Melek

Mengaku Tuna Netra, Ternyata Melek


By dradm11 - Posted on 06 June 2011

Dari 21.645 peserta Seleksi Nasional Mahasiswa Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) tahun akademi 2011/2012 di Universitas Hasanuddin, terdapat satu orang yang terdata sebagai  tuna netra. M.Qodri, yang  disebut merupakan salah seorang di antara 21 peserta SNMPTN yang masuk kategori ‘Peserta dengan Kebutuhan Khusus’’ ternyata malah melek alias dapat melihat. Padahal, wartawan sudah merubung di lokasi ujiannya di SMA Negeri 6 Makassar.
Kepala Humas Unhas M.Dahlan Abubakar yang juga Humas Panitia Lokal (Panlok) 82, Sabtu (29/5) mengatakan,  M.Qadri memilih kelompok IPC dengan program pilihan Teknik.  Dia  mengikuti ujian di Ruang X-3 SMA Negeri 6 di Jl.Tol Bira, Makassar.  Rektor Unhas Prof.Dr.dtr.Idrus A Paturusi yang meninjau pelaksanaan hari pertama SNMPTN, sempat menyambangi Qadri. Rupanya, ketika mendaftar secara on line, Qadri tidak lakukqan sendiri.
‘’Ada temannya yang mengisikan biodatanya dengan menyebut dia sebagai tuna netra,’’ kata Drs.Chairuddin, M.Si, salah seorang pengawas di SMAN 6 Makassar, Selasa (31/6).
Dahlan mengatakan, pada saat pengisian data p[endaftaran on line memang dibutuhkan kejujuran peserta.. Mereka harus mengisi datanya dengan benar. Jika ada yang usil, maka jadinya seperti yang dialami Qadri. Orang melek malah ditulis tuna netra.
Bersama Qadri terdapat 13 orang temannya yang dikategorikan sebagai ‘peserta dengan kebutuhan khusus’ yang memiliki kelainan dalam bentuk tuna wicara, tuna daksa, tuna rungu, dan buta sebagian. Satu orang lainnya ikut di Kelompok IPS atas nama Weida yang buta sebagian dan akan mengikuti ujian di SMP Kartika Wirabuana Ruang 03. Enam orang lain dari mereka ini mengikuti ujian di Kelompok IPA yang pada umumnya buta warna sebagian.
Sebanyak 1.088 Ruangan
Pelamar Unhas yang 21.645 orang tersebut terdiri atas yang memilih IPA 7.273, IPS 3.109, dan IPC 11.263 orang. Jika dibandingkan pelamar tahun 2010 yang sebesar 20.800 lebih, tahun ini mengalami kenaikan sekitar 800 orang.
‘’Tetapi, pelamar sebagian sudah terserap melalui Jalur Undangan. Jika dihitung dengan yang membayar, jumlah seluruhnya 22 ribu lebih,’’ kata Wakil Rektor I Unhas Prof.Dr.Dadang Achmad Suriamiharja, M.Eng, seperti diungkapkan Humas Unhas.
Dadang Achmad mengatakan, jika diakumulasi pelamar berdasarkan pilihan (IPA, IPS, dan IPC) jumlahnya mencapai 49.000 lebih. Dari 22 ribu lebih yang membayar tersebut, sedikitnya terdapat sekitar 500 peserta yang masuk kategori ‘mengambang’, yakni mereka yang sudah membayar di bank, namun tidak sempat login (terdaftar sebagai peserta SNMPTN). Mereka ini adalah yang sudah lebih dari satu kali memperoleh PIN, karena PIN yang pertama kemungkinan gagal, sehingga harus membayar ulang.
‘’Terhadap mereka  (mengambang, red.) ini bukan lagi tanggungjawab panitia local, melainkan ada di Panitia Pusat SNMPTN,’’ imbuh Dadang Achmad, kemudian menambahkan, tetapi mereka pada umumnya ada yang sudah lebih dari satu atau dua kali membayar, karena ingin mendapatkan PIN baru dari bank.
Peserta SNMPTN Panlok 82 Unhas akan menggunakan tiga wilayah (IPA, IPS, dan IPC) menggunakan 1.088 ruangan dengan 2.300 orang pengawas. Perbandingan antara pengawas dengan peserta, sama dengan tahun-tahun sebelumnya, 1:10.
Lokasi ujian di Wilayah IPA tersebar di Fakultas Isipol, Ekonomi, dan Teknik Unhas di Baraya,  SMUN 17, SMKN 5, SMPN 4, SMPN 10, SMPN 6, SD Bawakaraeng,  SMAN 1, SMKN 4, SMKN 8, SMPN 2, SMKN 7, SDN Sudirman, SMA Gamaliel, SMAN kartika dengan total ruangan yang dipakai 383 untuk 7660 peserta.
Wilayah IPS tersebar di Tello dan Panaikang dengan total ruangan 187 untuk 3740 peserta.  Rincian lokasi: SMU 12, SMK Kartika Wirabuana, SMP/SMA Mahaputra, SMPN 23, SMAN 12 Antang, SMAN 5, SMPN 8, SMA Wahyu, SMP Kemala.
Wilayah IPC disiapkan 616 ruangan untuk 8.320 peserta yang tersebar di Kampus Unhas Tamalanrea, Biringkanaya A dan B, Bira. Rinciannya, selain seluruh fakultas di Kampus Unhas Tamalanrea, juga termasuk Politeknik Negeri Ujungpandang, SD Frater, SMPN 12, SD Inpres Kompleks Perumahan Dosen Unhas Tamalanrea,  SD Elim (samping pintu I Unhas), SMPN 30, SMAN 21, UKI Paulus, SMAN 6 Bira Jl.Tol, Mtsin Biringkanaya, SMPN 9, SDN Inpres Daya, dan SDN Daya 1.
Hingga usainya pendaftaran SNMPTN melalui Panlok 82, fakultas yang menjadi penerima peminat terbesar adalah Kedokteran, 5800 orang dengan kuota kursi tersedia 125. Itu berarti 46 peserta harus bersaing memperebutkan satu kursi. Menyusul Kesehatan Masyarakat 3387 kursi tersedia 174, perbandingan 1 kursi diperebutkan 48 peserta. Akuntansi 2913, kursi tersedia 70, perbandingan 1: 41,61. Hukum 3382, kuota 220, perbandingan 1:15. Manajemen 2810, kuota 75, perbandingan 1:37. Ekonomi 1885, kuota 40, perbandingan 1:47. Teknologi Informatika 2757, kuota 40, perbandingan 1:68,92. Farmasi 2282, kuota 45, perbandingan 1:50,71. Keperawatan 2171, kuota 30, perbandingan 1:72. Kedokteran Gigi 1896, kuota 46, perbandingan 1:41.
Digarismerah
Prof.dadang Achmad minta kepada seluruh peserta agar tidak melakukan kecurangan pada saat mengikuti ujian tulis SNMPTN. Jika mereka melakukan kecurangan, maka hasil pekerjaannya (lembaran jawaban ujian – LJU) akan digaris merah alias tidak lulus. LJU yang digaris merah  adalah jika beberapa peserta memiliki sedikitnya 10 jawaban yang salah atau 6 jumlah jawaban salah dengan pola yang sama. Anti crime device (ACD) akan langsung menggarismerah peserta yang diketahui melakukan kesalahan seperti ini.
Sesuai ketentuan Panitia Pusat SNMPTN, LJU hanya boleh diisi dengan pensil 2B saja, kecuali kalau pernyataan dan tandatangan menggunakan balpoin. Pengisian dengan alat tulis lain (tinta, pensil H, dan sebagainya) akan berakibat isian tersebut tidak terbaca oleh computer.  LJU tidak boleh kotor, robek, terlipat atau basah. Jika terjadi kesalahan dalam pengisian, hapuslah bagian yang salah dengan karet penghapus yang baik, sampai bersih, lalu isi kembali data yang benar.
Pada waktu menghitamkan satu bulatan, harus sehitam mungkin, tetapi jangan sampai merusak kertas (LJU). Seluruh bulatan harus dihitamkan sampai penuh dan jangan sampai keluar dari bulatan. Jika dalam satu kolom yang sama ada dua atau lebih bulatan yang dihitamkan, maka isian tersebut salah.
Jadwal Ujian:
Selasa (31 Mei 2011):
Pukul 08.45-09.00 : Masuk dan Pengisian Biodata
Pukul 09.00-10.00 : Tes Potensi Akademik 
Pukul 10.00-10,45 : Istirahat
Pukul 10.45-11.00: Masuk dan Pengisian Biodata
Pukul 11.00-12.00 : Tes Bidang Studi Dasar (Matematika, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Inggris).
Rabu (1 Juni 2011:
Pukul 08.45-09.00 : Masuk dan Pengisian Biodata
Pukul 09.00-10.30 : Tes Bidang Studi IPA
Pukul 10.30-11.15 : Istirahat
Pukul 11.15-11.30 : Masuk dan Pengisian Biodata
Pukul 11.30-12.30 “ Tes Bidang Studi IPS.
Pengumuman Hasil Ujian Tulis SNMPTN 3 Juli 2011.