You are hereMenteri Perdagangan ‘Bakar’ Semangat Mahasiswa Unhas

Menteri Perdagangan ‘Bakar’ Semangat Mahasiswa Unhas


By dradm11 - Posted on 17 February 2012

Menteri Perdagangan Gita Wirjawan, Kamis (16/2), ‘membakar’ semangat mahasiswa Universitas Hasanuddin dengan kuliah umum berjudul ‘Perekonomian dan Kebijakan Perdagangan’ di Kampus Unhas Tamalanrea. Didampingi Rektor Unhas Prof.Dr.dr Idrus A Paturusi, Gita Wirjawan berbicara selama kurang lebih dua jam, termasuk melayani pertanyaan tujuh mahasiswa Unhas yang dinilainya sangat berbobot.

‘’Saya ingin membakar semangat mahasiswa yang saat ini mulai redup. Kita ini merupakan bangsa yang luar biasa. Tingkat perekonomian Indonesia mencapai 1 triliun dollar AS dan tertinggi di Asia Tenggara,’’ ujar Gita Wirjawan yang dilahirkan di Jakarta 21 September 1965.
Menurut Gita Wirjawan, pada tahun 2020, Indonesia diharapkan akan menjadi negara terbesar kelima di dunia dengan ekonomi terbaik dan perekenomian mencapai 2,5 triliun dollar AS dan pertumbuhan ekonomi mencapai 8%. Hanya yang menjadi masalah, kata Menteri yang dilantik 19 Oktober 2011 ini, demografi kita memicu peningkatan konsumsi mencapai 55-56% dari pendapatan domestik bruto (PDB).
Meski demikian, ujar Gita Wirjawan, ratio ekspor Indonesia dengan PDB masih jauh lebih baik dibandingkan negara lain, yakni 26% dari PDB. Bandingkan Singapura yang memiliki ratio ekspor 180% dari PDB. Ratio ekspor dengan PDB ini akan sangat mempengaruhi tingkat pertumbuhan ekonomi suatu negara. Ke depan Indonesia akan menyasar pertumbuhan ekonomi dari 1 triliun menjadi 9,3 triliun pada tahun 2020.
Guna mencapai target tersebut, sebut Menteri Perdagangan, hanya dapat dilakukan dengan langkah taktis dan strategis, yakni salah satu di antaranya melalui pendidikan. Dalam bidang pendidikan, Indonesia berada dalam posisi yang kurang baik jika dibandingkan sejumlah Negara. Kita tidak boleh membandingkan diri dengan negara-negara kecil. Dia memberikan contoh, Indonesia kini hanya memiliki sedikitnya 20 ribu alumni S-3, sementara Tiongkok dan India mencapai 500 ribu orang.
‘’Untuk mengimbangi negara-negara itu, dalam 15-20 tahun ke depan kita harus memiliki S-3 sampai 100-200.000 orang,’’ kata putra pasangan Wirjawan Djojosoegito (alm) dengan Paula Warokka Wirjawan itu.
Selain itu, Indonesia harus mengembangkan industri yang dapat memberi nilai tambah bagi perekonomian. Misalnya, dengan sumber daya yang ada, baja misalnya, sudah saatnya Indonesia tidak perlu lagi membeli mercy, tetapi membuat mercy.  
Usai membawakan kuliah umum, didampingi Rektor Unhas Idrus A Paturusi, Wakil Rektor IV Dwia Aries Tina Pulubuhu, Menteri Gita Wirjawan meninjau ‘teaching industry’ Unhas. Di tempat ini,pengusaha yang pernah belajar  di Harvard University ini menyaksikan proses pembuatan minyak goring Mandar asli dan mencicipi langsung coklat produksi Unhas.
‘’Oh..ini yang saya ceritakan tadi,’’ kata Gita Wirjawan usai mencicipi coklat ‘made in Unhas’ bersama Rektor Unhas.
Gita Wirjawan yang menggantikan posisi Maria Elka Pangestu (menjabat Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif), sebelum menjadi pembantu presiden adalah sosok yang mendirikan perusahaan Ancora Capital, perusahaan investasi di bidang sumberdaya dan pertambangan. Ia mendirikan perusahaan itu setelah memutuskan mundur dari sebagai Presiden Direktur JP Morgan Indonesia yang dijabatnya tahun 2006-2008.
Lelaki yang semula senang pada music ini, semula ingin menjadi seorang Jimmy Hendrik, salah seorang musisi rock Amerika. Kesenangannya di bidang music kemudian dia salurkan dengan mendirikan rumah produksi music bernama Omega Pacific Production. Almbun-album yang diluncurkan lebih banyak berirama jazz. Sebelum menjabat Menteri Perdagangan, tahun 2009 dia direktur menjadi Kepala badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).
Dalam bidang sumberdaya manusia, Gita Wirjawan mencirikan Acnora Foundation, sebuah yayasan yang bergerak di bidang kemanusiaan, khususnya pendidikan. Yayasan ini membuat beberapa program beasiswa yang penerimanya dikirim ke berbagai perguruan tinggi ternama, seperti John F.Kennedy School of Government, Harvard University, AS, University of Cambridge, Inggris, University of Oxford, Sciences Po Paris, Nanyang Technological University, Universitas Paramadina, Universitas Multimedia Nusantara, dan beberapa perguruan tinggi lainnya di Indonesia.
‘’Insya Allah, Universitas Hasanuddin juga akan memperoleh beasiswa,’’ janji Gita Wirjawan sembari menepuk bahu Rektor Unhas yang duduk di sebelah kanannya.