You are hereProf.Dr.Amran Saru, ST, M.Si: Perluasan Tambak Merusak Mangrove
Prof.Dr.Amran Saru, ST, M.Si: Perluasan Tambak Merusak Mangrove
Tanaman mangrove (bakau) selain bermanfaat besar bagi ekosistem, ternyata sangat rawan dari pengaruh kerusakan akibat degradasi lingkungan secara alami maupun antrophogenik. Degradasi lingkungan secara alami terjadi akibat pengaruh bencana alam seperti angin topan, tsunami, longsor, dan sedimentasi.
Prof.Dr.Amran Saru, ST, M.Si dalam orasi penerimaan jabatan Guru Besar tetap Bidang Ilmu Ekologi Laut pada Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan Unhas , Senin (28/11) di Kampus Unhas Tamalanrea, mengatakan kerusakan secara antrophogenik (akibat ulah manusia) biasanya diakibatkan oleh pemanfaatan yang tidak terkendali dan terencana, seperti ekstensifikasi tambak, pelabuhan, pemukiman, jalan raya, dan penebangan untuk kayu bakar dan bahan bangunan.
"Kerusakan ekosistem mangrove itu berdampak pada berkurangnya areal ekosistem mangrove, erosi, abrasi pantai, terbatasnya areal rehabilitasi, dan mengancam pertumbuhannya,"ujar Amran Saru yang dilahirkan di Pinrang, 24 September 1967 dalam orasinya berjudul "Kontribusi Ekosistem Mangrove dalam Meningkatkan Potensi Sumberdaya Perikanan Pesisir dan Laut Secara Berkelanjutan,".
Degrasi luasan mangrove, kata ayah dua anak ini, cenderung memengaruhi laju penurunan kualitas lingkungan perairan dan tingkat ketersediaan sumberdaya perairan pesisir dan laut lepas, termasuk sektor perikanan tangkap dan perikanan budidaya. Kondisi ini bermuara pada penurunan hasil eksploitasi sumberdaya perikanan.
"Hal ini jelas akan berpengaruh terhadap tingkat konsumsi protein hewani khususnya ikan," ujar Sarjana Kelautan Unhas (1993) ini.
Amran yang menyelesaikan pendidikan magister di Unhas (2001) dan doctor di IPB (2007) tersebut mengatakan, guna mengantisipasi hal ini, diperlukan suatu upaya pelestarian ekosistem mangrove yang berbasis masyarakat dengan pendekatan konsep keterpaduan yang terintegrasi, untuk mengimbangi pemanfaatan yang bersifat destruktif terhadap ekosistem mangrove.
Ekosistem mangrove yang lestari berperan sangat besar dalam menunjang berbagai aspek kehidupan masyarakat pesisir dan sumberdaya perikanan. Ekosistem mangrove pun dapat memasok unsure-unsur hara ke dalam ekosistem perairan, meningkatkan potensi sumberdaya perikanan pantai dan laut, menetralisasi kondisi iklim dalam mengontrol reproduksi produksi oksigen dari penguraian karbon dioksida melalui proses fotosintesis, sehingga dapat menimimalisasi pemanasan global.
Biodata:
Nama : Prof.Dr.Amran Saru, ST, M.Si
Tempat/Tgl lahir : Pinrang, 24 September 1967
Fakultas : Ilmu Kelautan & Perikanan
Pangkat/Jabatan : Pembina Tk.I /Guru Besar
Istri : Ny.Ariani Amran, S.ST
Anak : Dua orang
Pendidikan : S-1: Unhas (1993), S-2 : Unhas (2001), S-3 : IPB (2007)
