You are hereProf.Dr.Ir.Najamuddin, Dipl.FGT. M.Sc. : Paradigma Teknologi Penangkapan Ikan Harus Diubah
Prof.Dr.Ir.Najamuddin, Dipl.FGT. M.Sc. : Paradigma Teknologi Penangkapan Ikan Harus Diubah
Rancangbangun alat penangkapan ikan harus dirancang di mana hanya mengeksploitasi jenis-jenis ikan pada ukuran layak tangkap saja dan meloloskan ikan-ikan yang tidak layak tangkap.
Prof.Dr.Ir.Najamuddin, Sipl.FGT, M.Sc. dalam orasi penerimaan jabatan Guru Besar Tetap dalam bidang Rancangbangun Alat Penangkapan Ikan pada Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan Unhas, Kamis (16/2) mengatakan, paradigma teknologi penangkapan ikan harus diubah dari mengambil ikan sebanyak-banyaknya menjadi mengambil secara efektif.
‘’Perikanan yang berkelanjutan merupakan hal yang harus dilakukan ke depan dengan penekanan utama pada perbaikan selektivitas alat penangkapan ikan,’’ kata ayah tiga anak kelahiran Selayar 1 Juli 1960 yang merupakan guru besar ke-300 Unhas ini.
Menurut Najamuddin dalam orasinya berjudul ‘’Rancangbangun Alat Penangkapan Ikan Berbasis Selektivitas Menunjang Perikanan yang Berkelanjutan’ di depan Rapat Senat Luar Biasa Unhas yang dipimpin Rektor/Ketua Senat Unhas Prof.Dr.dr. Idrus A Paturusi, mengatakan, pepatah China yang mengatakan, ‘’Jangan beri seseorang ikan karena akan dimakannya hari ini. Ajarilah ia memancing, karena dengan keterampilannya akan dapat makan ikan selama hidupnya’’.
‘’Kalau dicermati pepatah ini, belum menjamin keberlanjutan sumberdaya perikanan. Agar dapat menjamin keberlanjutan sumberdaya perikanan, maka pepatah tersebut harus dimodifikasi menjadi, ‘’Jangan beri seseorang ikan karena akan dimakannya hari ini. Ajarilah dia memancing selektif, karena dengan keterampilannya dia dan anak cucunya akan dapat makan ikan selama hidupnya,’’ ujar Najamuddin beribarat.
Najamuddin mengatakan, selektivitas merupakan salah satu pendekatan dalam mengatur ukuran ikan yang dapat tertangkap pada alat penangkap ikan tertentu. Pada ikan-ikan pelagis dan demersal, selektivitas dimaksudkan untuk meloloskan ikan-ikan yang masih muda dengan ukuran kecil. Sementara pada penangkapan udang, ukuran udang relatif lebih kecil daripada ikan, sehingga selektivitas di sini dimaksudkan meloloskan ikan-ikan yang berukuran relatif besar dan menangkap udang yang berukuran relatif kecil,
‘’Selektivitas dapat didekati berdasarkan, jenis ikan, ukuran ikan, dan kombinasi antara keduanya,’’ ujar magister lulusan Scotland, Inggris 1991 ini.
Selektivitas jenis, alat penangkapan ikan harus mampu menargetkan jenis ikan tertentu saja, sementara jenis ikan nontarget tidak ikut tertangkap. Pada selektivitas ukuran, alat penangkapan ikan dirncang untuk dapat menangkap pada kisaran ukuran tertentu saja dan meloloskan ukuran yang bukan target.
‘’Pendekatan selektivitas sudha banyak dilakukan, terutama dalam perikanan trawl dan gill net. Penerapan selektivitas sudah memberikan dampak positif dalam menurunkan tertangkapnya jenis-jenis ikan bukan target, demikian pula ikan-ikan ukuran kecil,’’ demikian Najamuddin.
Biodata:
Nama lengkap : Prof.Dr.Ir.Najamuddin, FGT, M.Sc.
Tempat/tgl lahir : Selayar 1 Juli 1960
Pangkat/Golongan : Pembina Utama Madia /Gol.IV/d
Istri : Ir.Andi Asni, MP
Anak : Tiga
Pendidikan :
- SDN Vitombang, Selayar (1973)
- SMP Negeri 1 Benteng Selayar (1976)
- SMA Negeri 256 Beneng, Selayar (1980)
- S-1 IPB (1984),
- Post Graduate Diploma Humberside College of Higher Education, Grimsby, England (1990)
- S-2 Institute of Aquaculture, Stirling University, Scotland, UK (1991)
- S-3 Unhas (2004).
Prestasi :
- Lulusan Terbaik IPB (Wisiduwan Juli 1984)
- Satya lencana Karya Satya 20 Tahun (2008).
