You are hereSinjai Miliki Tim Pencegahan Korupsi
Sinjai Miliki Tim Pencegahan Korupsi
Di tengah maraknya praktik korupsi yang melanda aparat pemerintah di segala level, Pemkab Sinjai melakukan langkah preventif. Caranya, membentuk Tim Pencegahan dan Pemberantasan Korupsi beranggotakan unsur terkait.
‘’Tugas tim ini menangani proses perencanaan anggaran, sampai pada proses tender, proses pengawasan, dan penindakan jika ada yang keliru,’’ kata Bupati Sinjai Andi Rudiyanto Asapa, S.H. ketika berbicara di depan para mahasiswa KKN Unhas gelombang ke-80, Minggu(19/6) di Gedung Ipteks Unhas Kampus Tamalanrea.
Didampingi Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) KKN Unhas Dr.Hasrullah, M.A., Rudiyanto Asapa mengatakan, mahasiswa KKN Unhas yang bertugas di daerahnya kelak bisa melihat perencanaan yang dilakukan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dan mencari dasar hokum perencanaan tersebut.
‘’Ini penting agar dalam rancangan pembuatan peraturan daerah dapat berkualitas,’’ kata Rudiyanto Asapa yang memboyong empat camat yang wilayahnya dipersiapkan sebagai lokasi KKN Unhas.
Setelah di lokasi KKN, Bupati Sinjai minta kepada para mahasiswa dapat memberi motivasi kepada masyarakat untuk mempertahankan prestasi kerja mereka sekarang. Rudiyanto memberikan contoh, masyarakat kalau sudah menyadap getah pinus dan memperoleh uang Rp 7 juta sampai Rp 15 juta dari usahanya itu, langsung istirahat. Mereka tidak bekerja lagi sampai uang ada itu habis.
‘’Saya harap mahasiswa dapat mendorong masyarakat terus bekerja, jangan berhenti setelah memperoleh sejumlah uang itu,’’ imbuhnya.
Rudiyanto juga minta mahasiswa dapat mendorong sejumlah industri rumah tangga yang kini berjumlah 200 unit dapat mandiri dan berhasil memanfaatkan potensi di desanya masing-masing.
‘’Kini sudah 80 industri rumah tangga yang sudah berhasil dengan berbagai jenis produk. Bahkan untuk juice kami akan menandatangani nota kesepahaman dengan salah satu investor minuman kemasan,’’ papar Rudiyanto Asapa.
Khusus di bidang peternakan, Rudiyanto juga menjelaskan, daerahnya ditetapkan oleh Menteri
Pertanian sebagai salah wilayah percontohan pengembangan ternak kambing jenis burawa, Boer, PE, dan lokal. Sehubungan dengan posisi Sinjai ini, juga akan diproduksi susu kambing dalam bentuk tablet dan akan di-launching dalam waktu tidak lama.
Sebagai kabupaten pelopor pendidikan dan kesehatan gratis di Indonesia, kini Sinjai menghadapi problem dengan banyaknya warga di luar Sinjai yang hendak mengikuti pendidikan SD hingga SMA di daerah itu. Pasalnya, anak didik hanya tahu membeli baju dan sepatu. Tidak perlu lagi memikirkan biaya sekolahnya.
‘’Dalam bidang kesehatan Sinjai menerapkan Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda) dengan system
subsidi silang. Setiap keluarga mampu mensubsidi Rp 10.000 per bulan/kepala keluarga,’’ ujar Rudiyanto.
Jika ada warga yang perlu penanganan emergensi, ambulans 118 akan meluncur ke lokasi lengkap
dengan dokter, perawat, peralatan dan obat. Jika memungkinkan penanganan dilakukan di tempat, tim merawat di tempat warga. Jika pun tidak dirujuk ke rumah sakit dengan standar pelajayan kelas 2.
Dalam bidang kesehatan, Sinjai juga menetapkan dokter keluarga yang idealnya harus melayani 25
kepala keluarga. Namun karena jumlah dokter terbatas, maka setiap dokter menangani warga yang ada di Puskesmas dan sekitarnya. Tugas dokter keluarga ini tidak saja memeriksa kesehatan warga, tetapi juga mengontrol kondisi rumah dan makannya. RSU Sinjai dalam waktu dekat akan menjadi instansi dengan standar Badan Layanan Umum (BLU) dan merupakan rumah sakit pertama yang memilih standar pelayanan seperti itu.
Mengenai program aksi yang berkaitan dengan pelayanan public, kata Rudiyanto, antara lain dalam
bentuk pembuatan kartu tanda penduduk (KTP) dan akte lahir gratis dengan menggunakan sistem informasi administrasi penduduk (SIAP) yang dilaksanakan secara tersistem dengan Kemendagri.
‘’Capaian dalam berbagai bidang ini mengantar Sinjai mampu memperoleh indeks pembangunan manusia (IPM) 75,1. Capaian sepenuhnya terkendala karena terbentur pada masalah pemberantasan penyakit narkoba, dan HIV/AIDS,’’ kunci Rudiyanto dalam presentasinya yang berlangsung dua jam tersebut.
Narasumber: Kepala Humas Unhas, M.Dahlan Abubakar
