You are hereUnhas dan USM Jalin Kerjasama Pembuatan Produk Lebah Madu
Unhas dan USM Jalin Kerjasama Pembuatan Produk Lebah Madu
Bertempat di ruang rapat lantai dua rektorat Unhas, senin (16/07), Unhas mengadakan pertemuan dengan pihak dari USM (Universitas Sains Malaysia). Pertemuan tersebut membicarakan program kesepahaman antara unhas dan USM yang bertujuan membangun protokol pengobatan syari’yah menggunakan produk lebah madu.
Dalam pertemuan ini hadir beberapa pakar Unhas di bidang Farmasi yakni, prof. Dr. H. M. Natsir Djide. Ms, Apt., Prof. Dr. H. Faizal Attamimi, MS., Dr. rer. nat., Hj. Marianti A. Manggau, Apt, serta Prof. Dr. Ir. H. Mappatoba, dan beberapa pakar farmasi dari USM.
Ada lima poin yang dibahas dalam pertemuan ini yaitu, membangun protokol rawatan menggunakan produk dari lebah menurut syari’yah yang menjadi keinginan bersama, pertukaran kaki tangan, pensyarah dan pelajar, membiayai bersama seminar bengkel dan lain-lain aktivis akademik yang berkaitan dan yang menjadi keinginan bersama, membangun dan menganjurkan program latihan bersama serta membangun produk yang berasal dari lebah menurut syari’yah untuk kegunaan penyelidikan dan rawatan mengikuti keinginan bersama.
Dalam program kesepahaman tersebut membicarakan rencana kerjasama dan kesepahaman antara Unhas dan USM dalam menciptakan produk lebah madu yang halal sehingga aman dikonsumsi, serta perbincangan mengenai pencantuman istilah syari’yah dalam produk lebah madu. Di akhir pertemuan kemudian disimpulkan bagaimana bentuk kerjasama serta bagaimana protokol yang dibangun dari produk lebah madu.
Prof Faizal mengusulkan ada 3 protokol yang dapat dibentuk dari pertemuan tersebut yakni, dalam pembuatan produk lebah madu menggunakan bahan yang halal baik sumber maupun sifatnya, orang yang membuat produk obat atau pengobat harus orang Muslim yang memenuhi persyaratan berdasarkan per-undang-undangan serta bahan yang digunakan harus diproduksi oleh para apoteker Muslim. Pengusulan tersebut kemudian disambut baik oleh pihak USM. Bahkan pihak USM menambahkan agar produk lebah tersebut dimodernkan agar dapat digunakan di rumah sakit. (JP&FA)
