You are hereWakil Rektor IV Universitas Hasanuddin Kordinator Penelitian MP3EI Koridor Sulawesi
Wakil Rektor IV Universitas Hasanuddin Kordinator Penelitian MP3EI Koridor Sulawesi
Univerisitas Hasanuddin menjadi kordinator untuk koridor Sulawesi dalam Penelitian Master Plan Percepatan dan Perkuasaan Pengembangan Ekonomi Indonesia (MP3EI) bekerjasama dengan Direktorat Jenderal Perguruan Tinggi (Dikti). Rapat Kordinasi untuk pelaksaan penelitian ini berlangsung di Ruang Rapat A Rektorat Unhas pada Rabu, 27 Juni 2012.
MP3I merupakan usaha perewujudan visi Indonesia sebagai negara maju dan sejahtera pada tahun 2025 yang mengedepankan pendekatan not business as usual, melibatkan seluruh pemangku kepentingan dan terfokus pada prioritas yang konkrit dan terukur. Namun demikian, MP3EI tetap merupakan bagian yang integral dalam sistem perencanaan pembangunan nasional yang telah ada.
Selain dihadiri oleh oleh Wakil Rektor IV Prof. Dr. Dwia Aries Tina P., MA selaku kordinator MP3EI untuk koridor sulawesi, sosialisasi ini juga dihadiri oleh ketua LPPM Unhas Prof.Dr.Ir.H.Sudirman,M.Pi , dan Prof.Dr.Ir.Lili Warli, M.Agr selaku pendamping Pelaksanaan Kegiatn MP3EI untuk koridor Sulawesi. Selain itu hadir juga ketua LPPM dari berbagai Universitas dalam koridor Sulawesi Selatan yakni, Universitas Muslim Indonesia, Universitas Sam Ratulangi, Universitas Haluoleo, Univeritas Tadulako, Politeknik, dan Universitas Islam Makassar.
Salah seorang peneliti dari Universitas Hasanuddin Dr.Syahdar Baba menjelaskan bahwa agenda rapat adalah untuk sosialisasi dan singkronisasi penelitian.
“Harus ada kordinasi antar peneliti agar penelitian tidak berulang” kata Syahdar saat diwawancarai di Ruang Humas Unhas Rabu, 27 Juni 2012.
Selain itu agenda sosialisasi juga untuk ,membahas grand design Penelitian MP3EI. Adapun tema penelitian untuk koridor Sulawesi adalah Tanaman Pangan, Pertambangan, Perikanan, dan Industri Pangan.
Setiap proposal penelitian yang Gol mendapat dana maksimal Rp.200.000.000 dari Direkto Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (DP2M) Dirjen Dikti untuk biaya penelitian. Dari 36 proposal yang gol 14 diantaranya diajukan oleh peneliti dari Universitas Hasanuddin.(Humas Unhas)
