CELEBES INTERNATIONAL CONFERENCE ON DIVERSITY AT WALLACEA’S LINE (CICDWL) 2015

Haluoleo University 9-10 May 2015,

Universitas Haluoleo, UHO bekerjasama dengan Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia, MRPTNI menyelenggarakan Celebes International Conference tentang keaneka-ragaman pada garis Wallacea dengan topik; “Sustainable Managemenet on Geological, Biological, and Cultural Diversities at Wallacea’s Line Toward a Millenium Era”. Konferensi dilaksanakan di Gedung Mokodompit Hall UHO Kendari dan dihadiri oleh sejumlah peserta dari berbagai Negara, baik sebagai pembawa paper maupun sebagai peserta.

Konferensi dibuka oleh Ketua MRPTNI dengan didampingi olehRektor UHO. Ketua MRPTNI Prof. Dr. Ir. Herry Suhardiyanto, MSc, yang juga adalah Rektor Institut Pertanian Bogor dalam pembukaan konferensi inimenyampaikan selamat dating kepada seluruh peserta dan presenter disertai dengan ucapan terima kasih kepada Rektor Universitas Halu Oleo dan jajaran panitia, yang telah sukses menyelenggarakan konferensi Internasional dengan sangat baik.

Indonesia diberkati dengan sejumlah sumber daya yang dapat digunakan untuk mensejahterakan bangsa-bangsa. Habitat kelautan Indonesia menjadi “hotspot” keaneka-ragamanhayati yang tersebar di 17.000 pulau. Archipelago Indonesia menjadi kondisi ideal untuk evolusi plethora dari spesies endemik. Pada garis Wallacea ditemukan sejumlah spsesies yang tidak ditemukan di belahan dunia lainnya. Fragmen bumi Wallacea dipisahkan dari mainland Asia sejak 200 juta tahun lampau sehingga menyebabkan terisolasinya evolusi dari berbagai spesies yang unik, dan flora-fauna Wallacea sangat berfariasi disetiap pulau, sehingga kekayaan ini harus terus terlindungi kelestariannya.

Untuk menjaga kelestarian sumber daya alam ini diperlukan pemberdayaan masyarakat local melalui sejumlah interaksi yang dapat menseimbangkan penataan bio-physic dengan kegiatan sosial-ekonomi masyarakat sebagai mana diharapkan dalam pencapaian MDGS. Semangat Wallacea telah tumbuh dengan baik dikalangan para peneliti di Perguruan Tinggi, khususnya Perguruan Tinggi Negeri yang bergabung di MRPTNI, sehingga semangat ini harus terus dipertahankan dan dijaga melalui jaringan kerjasama antar perguruan tinggi tingkat dunia, melalui kerjasama yang  saling menguntungkan.

Sementara itu, Rektor UHO, Prof. Dr. Ir. Usman Rianse, MS dalam sambutannya menyampaikan bahwa konferensi ini akan memfasilitasi kita berdiskusi tentang manajemen pengelolaan yang berkelanjutan dari sumber daya alam dimana para peserta akan saling tukar menukar ide dalam menagani berbagai masalah penelitian. Pada kesempatan ini, Rektor UHO menyampaikan terima kasih kepada MRPTNI atas kerjasamanya melaksanakan konferensi ini, dan tentunya jugapenghargaan yang tinggi kepada para peserta, dan khususnya kepada pembicara dari Perguruan Tinggi luar negeri. Atas kerja sama dan semangat yang tinggi maka kita dapat menyelenggarakan konferensi internasional ini di Universitas Halu Oleo Kendari.

Ada empat keynote speakers yang menyampaikan papernya pada hari pertama konferensi ini, antara lain ; Dr. Dorinda Osterman dari Nanyang Technological Singapore University dengan judul “Does the Wallacea Line Extend to the Benthos?”; Prof. Dr. Gautama Kumar Jaadari Jawaharlal Nehru University New Delhi India dengan judul Indic Indonesia and China ; Dr. Anin Memon dari Rajamanggala University of Technology Thunyaburi, Thailand dengan judul The Fabricantion and Mechanical Properties of Continuous Natural Fiber Reinforced Thermoplastic Composite; dan Prof. Dwikorita Karnawati, Rektor UGM dalam hal ini hanya mengirimkan materi presentasinya. Pada hari kedua tgl 10 Mei 2015 keynote speaker yang akan presentasi adalah; Dr. Watthanaphon Cheewawungttipong dari Rajamanggala University of Technology Srivijaya, Muang Songkla, Thailand; Dr. Diah Permata Wijayanti dari UNDIP semarang, juga berhalangan hadir karena tiba-tiba mengalami gangguan kesehatan dan mengirimkan materinya dengan judul “Coral Assemblages in Karimunjaya Archipelago, Reproductive Activity and Genetic Variation Indonesia”; Prof. Dr. Jamaluddin Jompa dari UNHAS dengan judul “The Wallacea Region Arround the Coral Triangle Area: Scientific and Management Cahllenges”; Dr. Rashila Deshardari Tribuvan University, Nepal, tidak jadi menghadiri konferensi karena bencana alam Nepal yang menimpa beberapa orang keluarganya; Ir. Johni S. Tasirindari UNSRAT Manado dengan judul “Sustainable Sulawesi in Biogeography perspective”; dan Dr. Sahadev Sharma dariHawai University denganjudul“Coastal Blue Carbon Dinamics Under Combined Effect of Climate Change  and  Anthropogenic  Pressures”.

Pada hari pertama, penyajian materi dilakukan dalam dua sesi parallel dengan menampilkan 41 paper dari berbagai perguruan tinggi dalam dan luar negeri, sementara pada hari kedua kembali dengan dua sesi parallel menampilkan 52 paper, baik dalam maupun luar negeri. Banyaknya jumlah paper dan kualifikasi para pembicara kunci merupakan indicator kesuksesan konferensi ini sehingga diharapkan paper-paper tersebut dapat diseminasi dengan baik oleh para peserta dimasa yang akan datang. (Ilham  Makhmud, melaporkan langsung dari Kendari)

Posted in Uncategorized | Leave a comment

PENERIMAAN HASIL UJIAN NASIONAL, UN-SMA TAHUN 2015

Setelah melalui proses perdebatan dan kontroversi yang panjang, akhirnya Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia, MRPTNI dapat menerima hasil UN sebagai bahan pertimbangan kelulusan calon mahasiswa  di berbagai PTN. Hal tersebut terbukti setelah Ketua MRPTNI, Prof. Dr. Ir. Herry Suhardiyanto dan Ketua Panitia SNMPTN-SBMPTN 2015, Prof. Dr. Rochmat Wahab menerima hasil UN yang diserahkan oleh Puslitbang Kemdikbud pada tanggal 2 Mei 2015 di kementerian Pendidikan dan Kebudayaan R.I, disaksikan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Dr. Anis Baswedan dan beberapa pejabat tinggi dari kedua kementrian, Menristekdikti dan Mendikbud. Turut hadir dalam pertemuan tersebut Sekjen Kemristekdikti, Prof. Dr. Ainun didampingi oleh Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Dr. Illah Sailah.

Ketua MRPTNI dalam releasnya dibeberapa media telah menyampaikan bahwa pada dasarnya MRPTNI menerima hasil UN sebagai bahan pertimbangan penerimaan mahasiswa baru, baik melalui SNMPTN, SBMPTN dan  Seleksi Mandiri PTN. Namun mekanisme pertimbangannya diserahkan sepenuhnya kepada masing-masing Rektor PTN. Tentu mereka memiliki pertimbangan dan penilaian yang berbeda-beda terhadap pelaksanaan UN. Untuk itu MRPTNI menyerahkan sepenuhnya kepada mereka tentang mekanisme penilaiannya (Sekretariat MRPTNI)

 

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Joint Working Group Indonesia-Japan 2015

Joint Working Group  (JWG Indonesia-Japang) yang ke3 pada tahu 2015 ini disepkati oleh kedua pihak MRPTNI dan Hokkaido University untuk dilaksanakan di Hokkaido University Japan, pada tanggal 5-6 November 2015. Hal tersebut diputuskan melalui rapat kordinasi pengurus MRPTNI dengan President Hokkaido University, Prof. Keizo Yamaguchi dan Deputy International office Hokkaido University, Mr. So Kawanobe. Rapat dilaksanakan di IPB Bogor pada tanggal 6 Maret 2015 dan dipimpin oleh Rektor UI, Prof. Dr. Muhammad Anis selaku wakil ketua bidang kerjasama Internasional MRPTNI. Turut hadir dalam pertemuan ini Rektor IPB Prof. Dr. Ir. Herry Suhardiyanto, Rektor Unsri, Prof. Badia Perisade, Rektor Unmul, Prof. Dr. Masjaya, Rektor UMRAH, Prof. Dr. Safsir Akhlus, Rektor UNY Prof. Dr. Rochmat Wahab, Rektor Unsyiah Prof. Dr. Samsu Rizal, Rektor Universitas Tanjungpura, Prof. Dr. Thamrin Usman, dan Sekjen MRPTNI, Rektor UHO, Prof. Dr. Usman Rianse. Turut pula hadir menggantikan rektor masing-masing, Wakil Rektor 4 Unhas, Prof. Dr. Budu, dan Wakil Rektor 1 UNS, Prof. Dr. Sutarno serta Kasubdit Kelembagaan dan Kerjasama Dikti, Dr. Purwanto.

Beberapa kesepakatan yang untuk sementara menjadi keputusan bersama antara Jepang dan Indonesia adalah tema konferensi “Collaboration in Research and Education for Sustainable Society”. Disamping itu, rapat juga mengusulkan agar yang membawakan Keynote Speach adalah Bapak Dr. Susuilo Bambang Yudhoyono, mantan Presiden Republik Indonesia. Untuk itu, pengurus MRPTNI segera melakukan permintaan kesediaan beliau agar mengikuti jejak Prof. Dr. B.J. Habibie yang juga menjadi keynote speach pada konferensi pertama di Nagoya University Jepang.

Disamping itu, disepakati pula bahwa akan ada 3 sesi paralael discussion untuk para rektor melaoprkan perkembangan kerjasama mereka dengan universitas di Jepang. Adapun topik dari ketiga diskusi paralel tersebut antara lain; Education collaboration, Research collaboration dan Industry and University Collaboration in Innovation. Setiap group akan dipimpin oleh satu peserta dari Indonesia dan satu peserta dari Jepang. Selanjutnya akan dilaksanakan pula campus tour dan sight seeing disekitar kota Sapporo Jepang. (Sekretariat MRPTNI melaporkan langsung dari Bogor).

Posted in Uncategorized | Leave a comment

RAPAT KORDINASI PROGRAM AFIRMASI PENDIDIKAN TINGGI DENGAN MENTERI RISTEKDIKTI

Setelah 3 tahun, sejak tahun 2012 Program Afirmasi Pendidikan tinggi (ADik) bagi daerah 3T (terdepan, terluar, dan tertinggal) dan Provinsi Papua – Papua Barat, pemerintah dalam hal ini Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti)  kembali melanjutkan program ini, karena dinilai sangat membantu dalam pemerataan akses pendidikan di NKRI. Rapat kordinasi Kemristekdikti bersama 39 Rektor dan 22 Direktur Politeknik negeri pelaksana ADik 3T dan Papua, dilaksanakan di Gedung Dikti Jakarta 5 Maret 2015. Program ADik dilaksanakan atas amanah UU No. 12 Tahun 2012 tentang pendidikan tinggi yang secara teknis diatur dalam Peraturan menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi No. 2 thun 2015 tentang penerimaan mahasiswa baru di PTN. Untuk itu, Menteri Ristekdikti, Prof. Dr. Muhammad Nasir, MSi, Akt, didampingi oleh Ketua Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (MRPTNI), Prof. Dr. Ir. Herry Suhardiyanto, MSc, Sekjen MRPTNI, Prof. Dr. Ir. Usman Rianse, MSi, dan Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaa, Dr. Illah Sailah, menyampaikan bahwa UU No. 12 Tahun 2012 telah mengamanahkan bahwa; akses pendidikan tinggi harus dibuka seluas-luasnya bagi seluruh putra bangsa, secara adil dan merata diseluruh tanah air.  Hal ini penting karena secara faktual, anak-anak di daerah 3T, Papua dan Papua Barat sangat sulit berkompetisi dengan anak-anak dari daerah lainnya, baik di SNMPTN maupun di SBMPTN. Ini disebabkan oleh keterbatasan dan tidak meratanya sarana-prasarana, letak geografis, pertumbuhan ekonomi, bencana alam atau kondisi sosial budaya dan latar belakang sejarah khusus yang dialami oleh sekelompok masyarkat. Disisi lain, keutuhan berbangsa tercermin dari tingkat pendidikan yang merata sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat Indonesia. Jadi bila kita menginginkan keutuhan dalam barbangsa dan bernegara maka afirmasi dibidang pendidikan menjadi salah satu solusi yang tepat.

Seperti kita ketahui bersama bahwa di daerah 3T dan lebih khusus di Papua dan Papua Barat, anak-anak masih kurang memperoleh akses pendidikan yang baik, terutama pendidikan tinggi, sehingga mereka kurang mampu memberikan kontribusi dalam mengisi pembagunan didaerah  dan di negara Republik Indonesia. Dengan pendidikan maka derajat mereka akan terangakat, sehingga membantu mereka untuk lebih mengenal dan menyerap nilai-niali universal dan menghindari berfikir sempit dan fragmatis. Atas dasar pertimbangan tersebut, maka program ADik ini digagas dengan tujuan; memberikan kesempatan kepada anak daerah 3T dan Orang Asli Papua (OAP)  lulusan SMA sederajat yang berprestasi akademik baik, untuk memperoleh pendidikan tinggi di PTN diluar daerahnya; mendapatkan calon mahasiswa baru anak daerah 3T dan OAP melalui seleksi nasional dan seleksi khusus bagi siswa berprestasi akademik di SMA sederajat; dan menyiapkan sumber daya manusia anak daerah 3T dan OAP yang berkualitas untuk berkontribusi dalam pembangunan nasional.

Dari pengalaman sebelumnya, dalam melaksanakan progrma ini terindikasi masalah mendasar yang dialami oleh anak-anak kita dari daerah 3T, Papua dan Papua Barat. Masalah mendasar tersebut seperti; kesulitan bersaing di SNMPTN-SBMPTN, karena indeks sekolah sangat rendah; kesulitan beradaptasi dengan dengan lingkungan sosial, budaya dan suasana akademik diluar daerahnya; penguasaan Ilmu Alamiah dasar dan Ilmu Sosial budaya dasar, sangat lemah; dan pemahaman tentang kedisiplinan, semangat belajar, dan rasa tanggung jawab masih sangat lemah. Untuk itu, Bapak menteri menyampaikan kepada seluruh rektor dan direktur politeknik bahwa mereka tidak dipaksa untuk menerima anak-anak ini di kampus masing-masing, namun karena ini adalah kewajiban negara maka tidak boleh ditolak. Para pimpinan PTN beserta jajarannya harus memiliki pemahaman yang komprehensif tentang program ini, sehingga senantiasa mendapatkan perhatian khusus. Anak-anak ini harus terus diberi bimbingan selama proses pendidikan sesuai kebutuhannya sehingga dapat menyelesaikan pendidikannya dengan baik tanpa pemberian afirmasi dalam kelulusannya. Jadi kalau bisa dianalogkan program ini harus mampu melakukan manajemen “garbage in gold out”. Jadi fasilitas afirmasi hanya diberikan pada saat penerimaan, namun kelulusan harus sesuai dengan kaidah ilmiah dan akademik sehingga tidak mereduksi mutu pengelolaan di perguruan tinggi.

Selanjutnya, agar secara teknis dalam mempersiapkan pelaksnaan program ini berjalan dengan baik, direktur pembelajaran dan kemahasiswaan Ditjen Dikti, Dr. Illah Sailah menyampaikan berbagai kebijakan yang telah diputuskan oleh kementerian antara lain, kuota program afirmasi tahun 2015 adalah 900 orang peserta yang dibagi pada daerah 3T sebanyak 500 orang dan di Papua dan Papua Barat sebanyak 400 orang. Namun atas usul dari Rektor Universitas Papua, Dr. Suriel Mofu, dan sesuai dengan arahan bapak menteri sebelumnya, maka kemungkinan kuota ini masih dapat ditambah setelah melihat perkembangan peminatnya. Sebanyak 39 PTN diseluruh tanah air akan menerima mereka yang lulus dari SMA sederajat sesuai dengan ketentuan, dan 22 atau bahkan 24 Politeknik negeri akan menerima mereka yang berminat pada program vokasi dan atau lulusan dari SMK dan sederajat. (Sekretariat, melaporkan langsung dari Jakarta).

Posted in Uncategorized | Leave a comment

KONFERENSI ASAIHL 2014, “Education Innovation for the Knowledge-based Economy: Curriculum, Pedagogy and Technology”

Nanyang Technological University, Singapore  3-5 Desember 2014

Konferensi ke 139 Association of Southeast Asia Institutuion of Higher Learning, ASAIHL diselennggarakan di Nanyang Technolgical University, Singapore tangal 3 – 5 Desember 2014 dengan tema “Education Innovation for the Knowledgw based Economy : Curriculum, Pedagogy and Technolgy”. Konferensi ini dihadiri oleh 250 peserta yang sebagian besarnya adalah pimpinan perguruan tinggi di kawasan Asia dan bahkan dari USA dan Eropa. Delegasi dari Indonesia berperan aktif dalam konferensi ini dengan menghadirkan beberapa perguruan tinggi, baik PTN maupun PTS, baik sebagai pembawa paper maupun peserta diskusi. Presiden ASAIHL, Prof. Dr. Dr. Idrus A. Paturusi, mantan Rektor Unhas dalam sambutannya menyampaikan bahwa; Tema yang diangkat pada konferensi kali ini sangat tepat dan sesuai dengan moment penting bagi perguruan tinggi ASEAN dalam rangka menghadapi  ASEAN COMMUNITY 2015 yang mulai dilaksanakan kurang dari satu bulan lagi. Tahun 2015 adalah era baru bagi masyarakat ASEAN dengan komitment kesepakatan menjadi satu kawasan ekonomi eksklusif  dunia yang akan disegani oleh komunitas kawasan dunia lainnya. Hanya dengan semangat ASEAN dan kebersamaan kita, maka tantangan yang semakin kompleks dan progresif selama ini akan dapat diatasi dalam rangka memberikan kesejahteraan dan rasa aman bagi masyarakat diseluruh kawasan ASEAN. Pendidikan tinggi adalah sektor terdepan untuk menyukseskan komitmen ASEAN 2015 ini. Tanpa keterlibatan yang intensif dari perguruan tinggi, niscaya semua cita-cita yang kita impikan dalam kerjasama ASEAN ini,  tidak akan membuahkan hasil seperti yang kita harapkan. Untuk itu perguruan tinggi harus terus melakukan inovasi dan kreasi serta pengembangan sistem pembelajaran yang semakin berkualitas efisien dan efektif dengan memanfaatkan kemajuan sistem yang berbasis pada teknologi informasi dan networking.

Konferensi kali ini menyajikan beberapa paper untuk dishare melalui pengalaman para pimpinan perguruan tinggi dari berbagai penjuru dunia, dalam mengembangkan sistem pembelajaran modern sesuai dengan perkembangan teknologi informasi.

Turut menyampaikan keynote speach adalah Dr. David Sousa, pakar pendidikan dari USA dengan judul sesuai bukunya yang sempat menjadi the best seller : How the Brain Learns, New and Existing Finding.  Keynote speaker berikutnya seorang pakar Psikologi pendidikan, Dr. Allison Rosset dengan judul “Sleepless  in Higher Education; New Roles, Form, and Urgency. Keduanya tampil dengan memukau para peserta dengan menyajikan hasil-hasil penelitian dan pandangan teoritiknya tentang perkembangan sistem pembelajaran di perguruan tinggi seiring dengan pemanfaatan teknologi informasi akhir-akhir ini.

Sejumlah  56 Paper dari berbagai perguruan tinggi di seluruh dunia yang ditampilkan pada konferensi ini dan dibagi dalam 4 sesi paralel. Paper dari Indonesia cukup banyak diantaranya ; Anak Agung Putri Ratna dari UI dengan judul, Curriculum development for supporting research-based student centered active learning : the case of Universitas Indonesia,  Dr. Didik Santoso dengan judul; Developing speaking materials for English education depertment students base on accelerated learning approiach. Paper selanjutnya oleh Tatik Suryani dari STIE Perbanas Surabaya dengan judul; Creating curriculum and academic atmosphere based on Indonesia national qualification framework (INQF) for banking graduates, NN Tri Puspaningsih dari UNAIR Surabaya dengan judul; Harmonization of education program and global workforce demands for higher education in Indonesia.  Paper berikutnya dari Unair oleh Nunuk Dyah Retno Lastuti dengan judul ; Aiming towards graduate quality improvement to achief world class university through implementation of Airlangga integrated management system (AIMS).  Paper selanjutnya oleh Prof. Dr. Muchlas Samani dari UNESA dengan judul; Rethinking education for 21th century ; an Indonesian case.  Dari Universitas Narotama Surabaya menampilkan Rony Wardhana dengan judul paper; Indonesian Traditional Game, an inovatively fun media for student learn management control system. Selanjutnya dari UPI Bandung dibawakan oleh Wachyu Sundayana dengan judul; The readiness of management and organizational behaviour in the implementation of redisign of profesional education for teachers; an UPI experience.

Sejumlah paper menarik dari berbagai negara ikut tampil dalam konferensi ini berdasarkan pengalaman masing-masing perguruan tinggi dalam pengembangan sistem pembelajarannya masing-masing.

Moment penting selanjutnya pada konferensi ini adalah rapat ASAIHL Board member yang dihadiri oleh 12 orang anggota dipimpin oleh Prof. Dr. Idrus A. Paturusi selaku Presiden didampingi oleh Dr. Ninnat Olanvoravurth selaku Sekjen ASAIHL. Rapat mengadakan pemilihan presiden baru periode 2015-2016 dan memilih Prof. Dr. Datuk Mohd. Fauzi Hj. Ramlan, Vice Cencelor Universiti Putra Malaysia (UPM), menggantikan Prof. Dr. Idrus A. Paturusi dari UNHAS.

Ilham Makhmud, melaporkan langsung dari Nanyang Singapore.

 

Posted in Uncategorized | Leave a comment