RAPAT PARIPURNA PROGRAM MRPTNI 2014-2016

Menindak lanjuti hasil Rapat Kerja Pengurus MRPTNI di Bogor 4-5 April 2014, pengurus MRPTNI mengadakan Rapat Paripurna Program MRPTNI 2014-2016 di Ternate, Maluku Utara 1-3 Oktober 2014 dengan menunjuk Universitas Khairun sebagai tuan rumah sekaligus pelaksana.  Sebelum rapat paripurna ini, Rapat Kerja  di Bogor telah membentuk empat Pokja untuk membahas berbagai isu mutakhir pendidikan tinggi dan menyiapkannya menjadi program kerja pengurus periode 2014-2016. Rektor Universitas Gajah Mada, Prof. Pratikno, Ph.D  sebagai kordinator Pokja Kebijakan dan Tata Kelola PTN, Rektor Universitas Terbuka, Prof Dr. Tian Belawati sebagai kordinator bidang akademik dan kemahasiswaan, Rektor Universitas Negeri Surabaya, Prof Dr. Warsono sebagai kordinator bidang pengembangan SDM-PTN, dan Rektor Universitas Andalas, Prof. Dr. Werry Dartataifur sebagai kordinator bidang pengelolaan keuangan PTN.  Keempat kordinator tersebut secara panel menyampaikan hasil diskusi kelompok masing-masing keseluruh anggota MRPTNI yang hadir pada rapat paripurna ini untuk dibahas dan disempurakan menjadi program perioritas MRPTNI periode 2014-2016.  Rapat dipimpin oleh Ketua MRPTNI, Prof. Dr. Herry Suhardiyanto sekaligus bertindak sebagai moderator diskusi.

Pokja tata kelola menyampaikan berbagai usulan perbaikan tata kelola perguruan tinggi dengan tema; Meningkatkan Otonomi dan Mendiferensiasi Mandat. Dalam usulannya disampaikan beberapa hal antara lain;  PTN harus mempercepat peningkatan kapasitas dan kontribusi untuk kepentingan kemanusiaan dan kemajuan bangsa Indonesia melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk itu beberapa hal existing yang perlu dievaluasi seperti rendahnya otonomi PTN dan birokrasi yang berlebihan, penyeragaman mandat yang dirasakan berlebihan, pengalokasian sumber daya yang tidak maksimal, dan proses kebijakan yang tersentralisir dan kurang partisipatif. UGM bahkan menguraikan beberapa program sebagai rekomendasi penyelesaian masalah tersebut.

Sementara itu, usulan bidang akademik dan kemahasiswaan adalah perlunya pengembangan program student mobility dan mendorong kerjasama antar PTN dalam pengembangan sistem alih kredit nasional (credit earning), serta mensinergikan pogram afirmasi dengan student exchange program yang lebih kompreshensif. Untuk mengatasi keterbatasan jumlah jurnal terakreditasi perlu meningkatkan kapasitas reviewer jurnal agar dapat melakukan penilaian terhadap jurnal yang ada untuk diakreditasi. Pemerintah perlu melakukan pengkajian ulang tentang kebijakan linieritas bidang ilmu, dan pengajuan sertifikasi dosen cukup menggunakan nilai TPA dan TOEFL yang telah ada di kepegawaian Kemendikbud. Pokja ini juga mengusulkan peninjauan kembali SNPT, khususnya terkait penambahan beban sks Program S2 dan S3, dan perlunya Kemendikbud membuat dan mensosialisasikan kriteria yang transparan tentang perizinan pimpinan PTN mengikuti acara-acara internasional di luar negeri.

Pokja bidang pengembanga SDM-PTN mengajukan beberapa hal terkait rekruitmen SDM PTN antara lain mengupayakan  pelatihan khusus TWK bagi calon dosen yang potensial dari masing-masing PTN dan sekaligus latihan sistem CAT. Singkronisasi nomenklatur formasi baik dalam maupun luar negeri ; misalnya formasi Ilmu Lingkungan: ilmu tanah /sosial ekonomi pertanian /agronomi /geografi/pertambangan/dll, serta dimungkinkannya peralihan bidang keilmuan setelah jabatan lektor kepala.

Sementara Pokja bidang pengelolaan keuangan mengajukan tema; Persoalan Mendasar dan Solusi Keuangan Perguruan Tinggi. Dalam paparannya disampaikan bahwa pengelolaan keuangan perguruan tinggi negeri mengalami berbagai masalah yang telah menganggu aliran darah di tubuh perguruan tinggi negeri sehingga sebagian perguruan tinggi tidak dapat menjalankan tugas dan tanggungjawabnya untuk menghasilkan insan cerdas berdaya saing dan pengembangan ilmu untuk mengatasi masalah bangsa dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Untuk itu diusulkan beberapa solusi antara lain; perlunya konsistensi dan kedisiplinan, serta semua harus tunduk pada siklus anggaran yang ditetapkan. Pemberian tanda bintang pada DIPA belanja untuk keperluan lain sebagaimana belanja rutin tidak boleh ada lagi dalam DIPA PTN. Diperlukan keluwesan penggunaan dana BOPTN yang mencerminkan kebutuhan. Oleh sebab itu biaya operasional yang dialokaksikan ke masing-masing PTN harus sejalan dengan SBU tersebut dan cakupan sarana dan prasarana yang memerlukan dana operasioanal. Diperlukan pembatasan perubahan aturan sistem dan aplikasi keuangan dan asset setiap tahunnya. MRPTNI harus berani menolak diskualifikasi PTN-BLU seandainya tidak mampu membayar Tukin dengan PNBP dan mengusulkan revisi Peraturan Presiden RI Nomor 88 Tahun 2013 tentang Tunjangan Kinerja Pegawai di Lingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Nomor 77 tahun 2014 tentang Pedoman Pengusulan dan Pemberian Remunerasi Bagi Pejabat Pengelola, Dewan Pengawas dan Pegawai Pada Perguruan Tinggi Negeri Yang Menerapkan Pengelolaaan Keuangan Badan Layangan Umum. Sejumlah usulan lainnya juga dikemukakan Pokja ini namun diakhir presentasinya disampaikan bahwa sebaiknya Kemendikbud RI konsisten  menolak APBN-P seandainya akan memberatkan PTN sebagai akibat keterbatasan waktu dan resiko lainnya.

Pada akhir session, Ketua dan Sekretaris SNMPTN-SBMPTN, masing-masing Rektor Universitas Padjadjaran, Prof. Dr. Ganjar Kurnia dan Rektor ITS, Prof Dr. Triyogi Yuwono secara resmi menyampaikan laporan pelaksanaan SNMPTN-SBMPTN kepada ketua MRPTNI untuk selanjutnya disampaikan ke Menteri Pendidikan dan Kebudayaan R.I pada tanggal 13 Oktober 2014 di Jakarta. (Sekr. Melaporkan langsung dari TERNATE).

Posted in Uncategorized | Leave a comment

KONFERENSI ke-IV SUIJI CONSORSIUM di UNIVERSITAS HASANUDDIN

Enam perguruan tinggi penginisiatif SUIJI, Sixt Universities Initiative for Japan-Indonesia, Consorsium mengadakan konferensi ke 4 di Universitas Hasanuddin, 13-15 September 2014. Keenam universitas tersebut, tiga dari Jepang; Ehime University, Kochi University dan Kagawa University, dan tiga dari Indonesia;  Institut Pertanian Bogor, Universitas Gajah Mada dan Universitas Hasanuddin. SUIJI dimulai pada tahun 2010 di Bali atas inisiatif para rektor  keenam perguruan tinggi tersebut dengan kesepakatan membahas isu di bidang pertanian dan iklim global. Konferensi dilaksanakan setiap tahun secara bergantian di Jepang dan Indonesia, dimana pertama kali dilaksanakan di Ehime University, kedua di IPB Bogor, ketiga di Kochi University dan keempat di Unhas pada tahun ini. Banyak kegiatan yang telah dilaksanakan oleh konsorsium ini di antaranya pertukaran staf dan joint research serta pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata, KKN bersama mahasiswa Indonesia Jepang. Sejumlah mahasiswa Indonesia sudah melaksanakan KKN di Jepang, dan sebaliknya mahasiswa Jepang di Indonesia.   Rektor Universitas Hasanuddin, Prof. Dr. Dwia Aries Tina Pulubuhu, selaku tuan rumah tahun ini telah mengundang keenam rektor dari  universitas tersebut beserta delegasinya masing-masing untuk membahas agenda SUIJI untuk 2015 dan seterusnya. Turut hadir Presiden Ehime University, Prof. Yasunobu Yanagisawa, Presiden Kochi University, Hiroshi Wakiguchi, dan presiden Kagawa University Seigo Nagao. Sementara dari Indonesia hadir Rektor IPB, Prof. Dr. Ir. Herry Suhardiyanto, Rektor UGM, Prof. Pratikno, Ph.D, dan Rektor Universitas Hasanuddin sendiri, Prof. Dr. Dwia Aries Tina. Turut pula hadir pada konferensi ini mantan rektor  Universitas Hasanuddin, Prof. Dr. Idrus A. Paturusi sebagai salah satu inisiator, dan wakil rektor IV  Universitas Sumatera Utara sebagai observer.  Rektor Unhas yang sekaligus sebagai Presiden SUIJI Consorsium sejak April 2015 sampai Maret 2015, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi yang tinggi atas kehadiran keenam rektor SUIJI dan menyampaikan terima kasih kepada Walikota Makassar, Dani Pamanto atas perkenannya menyambut makan malam bersama di rumah jabatan walikota Makassar, 13 September malam, Prof. Dadang Suriamiharja selaku ketua Panitia, dan Dr. Agnes Rampisela selaku koordinator SUIJI Indonesia.  Dalam sambutannya Prof. Dwia menjelaskan situasi terakhir dan pesatnya perkembangan Universitas Hasanuddin akhir-akhir ini.  Selanjutnya ia mengingatkan kembali  bahwa tujuan konsorsium ini  untuk mendorong penguatan penelitian di bidang pertanian pada umumnya  dengan memilih tema :  Suatainable Agriculture in the Tropic. Ia mendorong keenam universitas ini untuk terus meningkatkan KKN bersama antara mahasiswa Jepang dan Indonesia yang saat ini dikenal dengan program SLP, Service Learning Program for Undergraduate Students, agar mereka dapat belajar bersama sebagai komunitas Internasional. Selanjutnya kegiatan joint degree course for master, doctor degree students untuk mengikuti matakuliah bersama, melakukan kerjasama penelitian, penulisan tesis dan disertasi selama enam bulan di Jepang dan di Indonesia. Dwia melaporkan bahwa setiap tahunnya kurang lebih 100 mahasiswa Jepang dan Indonesia yang terlibat dalam program ini, dan ini sangat membagakan bagi kedua pihak, Jepang dan Indonesia. Selanjutnya ia mengharapkan agar apa yang didiskusikan hari ini dapat menghasilkan outcome yang menguntugkan bagi generasi muda kita, universitas kita, dan negara kita tentunya.  Untuk itu kegiatan tahun ini diusulkan untuk merealisasikan program JDP-MS, Join Degree Program of Master and Doctor, dengan agenda; pengesahan SUIJI JDP-Ms certificate, jadwal seleksi mahasiswa dari Indonesia dan Jepang, penetapan tempat bagi mahasiswa di Indonesia dan Jepang, dan pembahasan biaya pelaksanaan program untuk tahun 2015 yang akan datang (Sekr. MRPTNI)

Posted in Uncategorized | Leave a comment

HALAL BI HALAL 2014 KASAD BERSAMA DENGAN PARA REKTOR PTN

Bertempat di lantai 2 Aula Gedung Jend. A. H. Nasution, pada tangga 19 Agustus 2014, Kepala Staf Angkatan Darat Mabes AD mengadakan acara Halal bi Halal dengan para Rektor PTN yang terhimpun dalam Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia, MRPTNI. Hampir semua Rektor hadir dalam acara tersebut dan didampingi oleh Panglima Kodam wilayah masing-masing dimana PTN tersebut berada. Kasad, Letjen TNI Gatot Nurmantyo yang baru saja dilantik menggantikan Letjen Budiman pada 8 Agustus 2014 menyampaikan terima kasih atas kesediaan para Rektor menghadiri acara Halal bi Halal ini dan sekaligus silaturahim dan berkenalan lebih dekat dengan para Rektor PTN. Sementara itu, dipihak MRPTNI hadir ketuanya, Prof. Dr. Ir. Herry Suhardiyanto, yang juga adalah Rektor IPB Bogor, beserta hampir 60 Rektor PTN.
Selain silaturrahim, Kasad juga bermaksud untuk menyampaikan ceramah tentang “Milestones 100 tahun menuju Indonesia Emas. Dalam ceramahnya ia menyampaikan bahwa pada tahun 2045 adalah titik dimana Indonesia mencapai usia 100 tahun dan diharapkan pada saat itu negeri ini mencapai titik keemasannya. Berbagai fase telah dilewai menuju kesana, dimulai dengan proklamasi kemerdekaan RI tahun 1945, era pembangunan dan stabilitas tahun 1966, era reformasi dan demokrasi 1998, dan era transformasi 2008. Untuk menuju kesana tentu banyak rintangan yang menghadang. Untuk itu beliau mengajak peserta untuk mencermati potensi konflik dunia dengan belajar pada sejarah konflik itu sendiri. Hampir 70% konflik didunia ini berlatar belakang energi, kata mantan Panglima kostrad ini. Mulai konflik Ukraina, Libya, Mesir, Irak, Kuwait, Suriah, Sudan, dan Kongo, semuanya berlatar belakang energi. Disinyalir sisa cadangan minyak dunia masih bisa bertahan hingga 52 tahun kedepan dan Indonesia diperkirakan tinggal 10 tahun. Setelah itu semua energi fosil akan habis, sementara konsumsi dunia akan meningkat 41 % pada tahun 2035. Untuk itu tidak ada pilihan lain, kita harus beralih ke Biofuel. Krisis pangan dapat menjadi ancaman baru yang serius, dimana pangan dapat menjadi subyek konflik baru. Perlu disadari bahwa pusat-pusat pangan dunia berada di daerah tropis, sementara mayoritas penduduk dunia berada di daerah non-tropis. Paling tidak tiga bagain wilayah dunia ini yang berada diwilayah tropis, yaitu, Amerika Latin, Afrika, dan Asia, sehingga dikhawatirkan wilayah konflik energi masa depan akan bergeser di wilayah-wilayah itu.
Lalu bagaimana dengan kesiapan kita?, bagaimana dengan generasi muda kita yang akan mengisi era itu?, bagamana dengan mahasiswa kita saat ini??…. Serangkaian pertanyaan itu sangat mengkhawatirkan, dimana kita lihat dewasa ini tawuran antar fakultas, pembakaran gedung kampus sendiri, pengrusakan fasilitas pemerintah, dan bentrok antara mahasiswa dan masyarakat??.
Selanjutnya Kasad mengajak para Rektor merenungkan kondisi ini dan memikirkan apa yang harus dipersiapkan oleh bangsa ini. Pemahaman tentang kewarga-negaraan, bela negara, penguasaan teknologi harus berjalan seiring, dan ini hanya bisa dilaksanakan oleh perguruan tinggi bekerjasama dengan TNI. Paradigma saling tidak percaya antara kampus dan TNI sudah harus disingkirkan jauh-jauh, menatap masa depan bangsa yang lebih baik. Untuk itu Kasad mengajak para rektor untuk mulai memikirkan kerjasama PTN dengan TNI dibidang pembelajaran kewarganegaraan dan bela negara. Sebagian materi kurikulum di Akademi Meliter sebenarnya bisa diajarkan di PTN, sebaliknya para mahasiswa dapat belajar dan memanfaatkan semua fasilitas TNI di seluruh tanah air untuk belajar kewarganegaraan dan bela negara, demikian ajakan kasad sebelum menutup ceramahnya.
Sementara itu, ketua MRPTNI, Prof Dr. Ir. Herry Suhardiyanto, menyambut baik pemaparan dan tawaran kerjasama Kasad tersebut. Ini sudah tidak dapat ditunda lagi dan harus segera dibangun sistemnya melalui kajian-kajian mendalam dan kompreshensif. Untuk itu, prof Herry mengajak para rektor untuk melanjutkan ide brilian ini ditingkat kampus-kampus melalui kerjasama sinergi dengan kodam di daerah masing-masing. (Sekretariat melaporkan langsung dari Mabes TNI).

Posted in Uncategorized | Leave a comment

VICE PRESIDENT RECTOR CONFERENCE GERMANY; KEYNOTE SPEAKER DALAM INTERNATIONAL SEMINAR ON UNIVERSITY GOVERNANCE IPB-MRPTNI

President Gottingen University, Prof. Beisiegel yang juga wakil president Rector Conference Germany, memenuhi undangan Ketua MRPTNI Prof. Dr. Herry Suhardiyanto untuk menjadi pembicara kunci satu-satunya pada International Seminar on University Governace yang dilaksanakan di IPB Bogor tanggal 14 Agustus 2014. Turut hadir para Rektor dan Wakil Rektor PTN anggota MRPTNI dimana enam universitas diminta sebagai penanya pembanding yaitu; UGM, UNSIAH, UHO, UNHAS, UNSRI dan UNJA dan seminar dipandu oleh moderator, rektor Universitas Terbuka, Prof. Dr. Tian Belawati.

Prof. Beisegel secara panjang lebar menjelaskan hakekat perguruan tinggi riset dan bagaimana menggiring mutu perguruan tinggi dari teaching university menjadi research university. Berbagai pengalaman di Jerman dan universitas terkemuka didunia secara lugas dijelaskan oleh Beisegel dan merupakan best practices bagi para peserta, khususnya para rektor yang hadir. Ada tiga tantangan yang dihadapi menjadi reserch university yaitu; meningkatnya minat masyarakat terhadap pendidikan tinggi, keterbatasan anggaran, dan profesionalisasi manajemen perguruan tinggi. Ketiga hal tersebut merupakan core problems yang harus diatasi. Salah satu kiatnya adalah outonomy dan responsibility perguruan tinggi. Tidak mudah menjadi research university karena yang harus dirubah adalah profile universitas. Tingginya tekanan yang akan dihadapi oleh perguruan tinggi dengan penajaman misinya sehingga profilnya dapat bersaing, baik disisi akademik maupun finansial dikancah internasional maupun regional. Mereka harus ikut dalam perebutan peringkat/rangking universitas walaupun hal ini masing sering dipertanyakan relevansinya. Dengan demikian maka beberapa hal yang harus menjadi ekspektasi perguruan tinggi adalah, efisiensi pengelolaan, efektifitas penggunaan sumber daya, penjaminan  mutu, lebih banyak terlibat dengan masyarakat, dan difersifikasi manajemen.

Diskusi dapat dikatakan sangat kondusif dan dinamis, atas kepiawaian moderator, Prof. Tian Belawati memancing pertanyaan, tangapan dan sanggahan dari peserta yang bukan hanya rektor tetapi beberapa wakil rektor, dekan dan ketua program studi. Peran alumni, perhatian pemerintah, keberpihakan ke publik adalah isu-isu yang sempat dilontarkan oleh peserta dan mendapat sambutan dari Prof. Beisegel. Sebagai contoh apa yang dilaksanakan oleh Gottingen University adalah kerjasama antar perguruan tinggi dengan non-perguruan tinggi menjadi model lankskap masa depan di German. Dengan demikian tercipta Campus Partner, Associate Partner, dan Companies Partner yang sangat menunjang pelaksanaan riset diberbagai jenjang. Namun satu hal yang menjadi kunci penting menurut Beisegel adalah sumberdaya manusia, dimana dia gambarkan bagaimana komposisi jajaran Doktor dan Professor muda yang mendukung pelaksanaan riset di Gottingen University. (Sekretariat melaporkan langsung dari IPB Bogor).

Posted in Uncategorized | Leave a comment

RAPAT VIDEO CONFERENCE tentang” PERMATA”

Pertukaran mahasiswa se tanah air nusantara yang dsingkat dengan “PERMATA” adalah salah satu program kerja MRPTNI sejak tahun 2012, namun belum dapat direalisasikan karena masalah ketersediaan anggaran di PTN. Namun setelah didiskusikan dengan Dit. Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Dr. Illah Sailah, akhirnya disepakati bahwa biaya pelaksanaan program tersebut, khususnya biaya mobilisasi dari PTN asal ke PTN tujuan akan ditanggung oleh Dikti, maka program ini nampaknya dapat direalisasikan tahun ini.

Untuk itu digelar rapat melalui fasilitas Video Conference Dikti dengan 3 PTN pelaksana Permata yaitu; USU Medan, UNPAD Bandung, dan UNHAS Makassar. PR 1 dan PR 4 USU beserta jajarannya hadir diruang video conference di Medan, PR 3 UNPAD dan jajarannya di ruang video conference di Bandung dan PR4 UNHAS dan jajarannya di ruang video conference di Makassar. Sementara tim Dikti dan MRPTNI memimpin rapat di Jakarta.

Pada tahap pertama tahun ini, ditetapkan tiga Universitas pelaksana, satu di wilayah barat, satu wilayah tengah dan satu wilayah timur. Sejumlah 54 kuota mahasiswa akan dilibatkan pada program ini yaitu 18 mahasiswa dari setiap PTN dipertukarkan selama satu semester secara “receprocal”, artinya berapa mahasiswa yang dikirim segitu pula jumlah mahasiswa yang harus diterima. Adapun program studi yang dilibatkan pada program ini, untuk sementara dari PS kedokteran, PS Kelautan-Perikanan, dan Ilmu Hukum. Diharapkan pada tahun berikutnya jumlah mahasiswa dan program studi yang terlibat dapat bertambah, demikian penjelasan dari Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan Dikti, Dr. Illah Sailah.

Program ini bertujuan untuk membuka wawasan nasionalisme mahasiswa sehingga mereka dapat  menjadi perekat kebangsaan NKRI dimasa yang akan datang. Generasi emas Indonesia 2050 adalah generasi yang harus mengenal betul negerinya, bukan hanya dari berita dan bacaan, tetapi secara fisik  sehingga wawasan kebangsaan mereka benar-benar tumbuh dari hatisanubarinya. Masih banyak generasi muda intelektual yang belum pernah melihat dan merasakan sendi-sendi kehidupan saudara-saudaranya yang hidup dipelosok negeri. Mereka memiliki tantangan hidup yang berbeda walaupun sama-sama hidup dalam satu negeri. Untuk itu, program PERMATA diharapkan menjadi salah satu  program yang dapat membuka cakrawala berfikir mahasiswa, agar secara dini terlibat memikirkan masalah yang dihadapi bangsanya. Disamping itu, tentunya pertukaran pengalaman belajar di PTN lain adalah sensasi hidup tersendiri dan pengalaman hidup jauh dari tanah kelahirannya. Semoga program ini dapat terus berjalan pada tahun-tahun berikutnya dan semakin banyak jumlah mahasiswa yang dilibatkan. (Sekretariat melaporkan langsung dari Jakarta).

Posted in Uncategorized | Leave a comment