KONFERENSI ASAIHL 2014, “Education Innovation for the Knowledge-based Economy: Curriculum, Pedagogy and Technology”

Nanyang Technological University, Singapore  3-5 Desember 2014

Konferensi ke 139 Association of Southeast Asia Institutuion of Higher Learning, ASAIHL diselennggarakan di Nanyang Technolgical University, Singapore tangal 3 – 5 Desember 2014 dengan tema “Education Innovation for the Knowledgw based Economy : Curriculum, Pedagogy and Technolgy”. Konferensi ini dihadiri oleh 250 peserta yang sebagian besarnya adalah pimpinan perguruan tinggi di kawasan Asia dan bahkan dari USA dan Eropa. Delegasi dari Indonesia berperan aktif dalam konferensi ini dengan menghadirkan beberapa perguruan tinggi, baik PTN maupun PTS, baik sebagai pembawa paper maupun peserta diskusi. Presiden ASAIHL, Prof. Dr. Dr. Idrus A. Paturusi, mantan Rektor Unhas dalam sambutannya menyampaikan bahwa; Tema yang diangkat pada konferensi kali ini sangat tepat dan sesuai dengan moment penting bagi perguruan tinggi ASEAN dalam rangka menghadapi  ASEAN COMMUNITY 2015 yang mulai dilaksanakan kurang dari satu bulan lagi. Tahun 2015 adalah era baru bagi masyarakat ASEAN dengan komitment kesepakatan menjadi satu kawasan ekonomi eksklusif  dunia yang akan disegani oleh komunitas kawasan dunia lainnya. Hanya dengan semangat ASEAN dan kebersamaan kita, maka tantangan yang semakin kompleks dan progresif selama ini akan dapat diatasi dalam rangka memberikan kesejahteraan dan rasa aman bagi masyarakat diseluruh kawasan ASEAN. Pendidikan tinggi adalah sektor terdepan untuk menyukseskan komitmen ASEAN 2015 ini. Tanpa keterlibatan yang intensif dari perguruan tinggi, niscaya semua cita-cita yang kita impikan dalam kerjasama ASEAN ini,  tidak akan membuahkan hasil seperti yang kita harapkan. Untuk itu perguruan tinggi harus terus melakukan inovasi dan kreasi serta pengembangan sistem pembelajaran yang semakin berkualitas efisien dan efektif dengan memanfaatkan kemajuan sistem yang berbasis pada teknologi informasi dan networking.

Konferensi kali ini menyajikan beberapa paper untuk dishare melalui pengalaman para pimpinan perguruan tinggi dari berbagai penjuru dunia, dalam mengembangkan sistem pembelajaran modern sesuai dengan perkembangan teknologi informasi.

Turut menyampaikan keynote speach adalah Dr. David Sousa, pakar pendidikan dari USA dengan judul sesuai bukunya yang sempat menjadi the best seller : How the Brain Learns, New and Existing Finding.  Keynote speaker berikutnya seorang pakar Psikologi pendidikan, Dr. Allison Rosset dengan judul “Sleepless  in Higher Education; New Roles, Form, and Urgency. Keduanya tampil dengan memukau para peserta dengan menyajikan hasil-hasil penelitian dan pandangan teoritiknya tentang perkembangan sistem pembelajaran di perguruan tinggi seiring dengan pemanfaatan teknologi informasi akhir-akhir ini.

Sejumlah  56 Paper dari berbagai perguruan tinggi di seluruh dunia yang ditampilkan pada konferensi ini dan dibagi dalam 4 sesi paralel. Paper dari Indonesia cukup banyak diantaranya ; Anak Agung Putri Ratna dari UI dengan judul, Curriculum development for supporting research-based student centered active learning : the case of Universitas Indonesia,  Dr. Didik Santoso dengan judul; Developing speaking materials for English education depertment students base on accelerated learning approiach. Paper selanjutnya oleh Tatik Suryani dari STIE Perbanas Surabaya dengan judul; Creating curriculum and academic atmosphere based on Indonesia national qualification framework (INQF) for banking graduates, NN Tri Puspaningsih dari UNAIR Surabaya dengan judul; Harmonization of education program and global workforce demands for higher education in Indonesia.  Paper berikutnya dari Unair oleh Nunuk Dyah Retno Lastuti dengan judul ; Aiming towards graduate quality improvement to achief world class university through implementation of Airlangga integrated management system (AIMS).  Paper selanjutnya oleh Prof. Dr. Muchlas Samani dari UNESA dengan judul; Rethinking education for 21th century ; an Indonesian case.  Dari Universitas Narotama Surabaya menampilkan Rony Wardhana dengan judul paper; Indonesian Traditional Game, an inovatively fun media for student learn management control system. Selanjutnya dari UPI Bandung dibawakan oleh Wachyu Sundayana dengan judul; The readiness of management and organizational behaviour in the implementation of redisign of profesional education for teachers; an UPI experience.

Sejumlah paper menarik dari berbagai negara ikut tampil dalam konferensi ini berdasarkan pengalaman masing-masing perguruan tinggi dalam pengembangan sistem pembelajarannya masing-masing.

Moment penting selanjutnya pada konferensi ini adalah rapat ASAIHL Board member yang dihadiri oleh 12 orang anggota dipimpin oleh Prof. Dr. Idrus A. Paturusi selaku Presiden didampingi oleh Dr. Ninnat Olanvoravurth selaku Sekjen ASAIHL. Rapat mengadakan pemilihan presiden baru periode 2015-2016 dan memilih Prof. Dr. Datuk Mohd. Fauzi Hj. Ramlan, Vice Cencelor Universiti Putra Malaysia (UPM), menggantikan Prof. Dr. Idrus A. Paturusi dari UNHAS.

Ilham Makhmud, melaporkan langsung dari Nanyang Singapore.

 

Posted in Uncategorized | Leave a comment

The 3rd TAIWAN-INDONESIA HIGHER EDUCATION SUMMIT 2014

Forum kerjasama pendidikan tinggi  Indonsia-Taiwan 2014 adalah pertemuan ketiga antar kedua negara. Pertemuan pertama dilaksanakna di National Taiwan Uiversity, Taiwan 2012 dan kedua dilaksanakan di Institute Seni Indonesia Denpasar, ISI-DENPASAR di Bali 2013. Untuk yang ketiga ini kembali diselengarakan di National Taiwan University of Science & Technology dan dilaksanakan pada tanggal 28-30 Oktober 2014.

Atas permintaan pihak Taiwan pada saat pre-meeting di  Jakarta, maka perguruan tinggi yang banyak dilibatkan pada forum ini adalah Politeknik Negeri dengan Institut Seni. Secara kebetulan para Rektor Perguruan Tinggi Negeri sedang mengikuti   the 9th CUPT-CRISU Conference di Khon Khaen Thailand pada tanggal yang sama yaitu 27-30 Oktober 2014. Kegiatan ini oleh Dikti diagendakan sebagai Joint Working Group (JWG), dengan melibatkan Majeli Rektor Perguruan Tinggi Negeri  Indonesia (MRPTNI) bekerjasama dengan Direktorat Kelembagaan dan Kerjasama Dikti untuk kordinasi penyelenggaraannya.  Delegasi Indonesia dipimpin oleh Prof. Dr. Rochmat Wahab, M.PD, Rektor Universitas Negeri Yogyakarta, mewakili Ketua MRPTNI yang sedang mengikuti acara yang sama di Thailand. Jumlah delegasi Indonesia sebanyak 44 orang terdiri atas 11 Direktur Politeknik Negeri, Direktur Institut Seni Indonesia Bandung, dan beberapa wakil rektor perguruan tinggi Negeri  dan swasta beserta  staf Ditjen Kelembagaan dan Kerjasama Dikti.

Pada tanggal 28 Oktober 2014 pagi, bertempat di International Building NTU acara dibuka dengan sambutan dari Dr. Min-ling Yang, Director General of International and Cross Strait Education, Ministry of Education, Taiwan, didampingi oleh Ketua Delegasi Indonesia, Prof. Dr. Rochmat Wahab, Rektor UNY beserta Dr. Ching-Jong Liao, President National Taiwan University of Science and Technology, Taiwan.  Dilanjutkan dengan Keynote Speach dari masing-masing negara, dimana untuk Taiwan dibawakan oleh Dr. Yen-Yi Lee, Director General of Technological and Vocational Education, Ministry of Education. Taiwan dan Dr. Abdillah, Direktur Politeknik Negeri Jakarta. Kedua pembicara menguraikan perkembangan terakhir penyelenggaraan pendidikan Politeknik di masing-masing negara dengan karakteristiknya masing-masing. Dr. Abdillah pada Keynote ini memaparkan presentasi dengan judul  “The Policy and Practice of International Cooperation  in Technological and Vocational  Education of Indonesia”, dan pihak Taiwan menyampaikn judul yang sama yaitu,  The Policy and Practice of International Cooperation  in Technological and Vocational  Education of Taiwan”.

Session berikutnya dibagi secara paralel dengan empat sessions antara lain, Session 1a “International Joint Education Program and its Policies in Taiwan and Indonesia dipimpin  oleh Dr. Ching-Jong Liao, President National Taiwan University of Science and Technology Taiwan dengan Taiwan oleh Dr. Bennet Fu, Associate Dean, Office of International Affair, NTU Taiwan dan dari Indonesia oleh Dr. Irfan Dwidya Prijambada, wakil direktur KKN-UGM. Pada session 1b “Succesful Models in Enhanching Student Mobility” dipimpin oleh Dr. Tjitjiek Srie Tjahjandarie, dari Universitas Airlangga dengan pembicara Taiwan, Dr. Flora Chia-I Chang, President of Tamkang University, taiwan dan dari Indonesia, Dr. Darminto, wakil rektor bidang kerjasama ITS Surabaya. Pada session 2a “The Industry-University Nexus; Best Practice Examples, dipimpin oleh Dr. Kwang-Hwa Lii, Vice President National Central University, Taiwan dengan pembicara Indonesia Dr. Rachmad Imbang, Direktur Politeknik Bandung dan dari Taiwan, Dr. Ching-Fong-Chang, President National Taiwan Ocean University, Taiwan. Sessin 2b “Quality Assurance Mechanism in Taiwan/Indonesia” dipimpin oleh Dr. Wen-Fang Yen, Chair Professor, Hwa Shia University of Technology, Taiwan dengan pembicara dari Indonesia, Dr. Megawati Santoso, dari Dirbelmawa Dikti, dan pembicata Taiwan, Dr. Jin-Li-Su, Dean, Quality Assurance Office, Higher Education Evaluation and Acreditation Council of Taiwan.

Pada Sessi berikutnya yaitu “Networking Strategies for Reinforcing Collaboration between Taiwan Indonesia, salah satu pembicara dari Indonesia, Dr. Setiawan, wakil rektor bidang kejasama Universitas Padjadajaran membawakan materi tentang LAMKES 2014 sebagai kebijakan baru di Indonesia. Dr. Setiawan menguraikan bahwa Sistem LAMKEs 2014 adalah kebijakan baru pemerintah Indonesia khususnya dibidang pendidikan kedokteran. Kebijakan baru ini dimaksudkan untuk meningkatkan kompetensi para dokter melalui peningkatan kualitas pendidikan di perguruan tinggi. Untuk iru diperlukan dukungan dalam bentuk spctrum collaboration duibidang academic mobility, capacity building dan joint research. Untuk itu Unpad memfokuskan diri pada kerjasama dibidang penyakit infeksi, onkologi, dan herbal medicine. (Ilham Makhmud, melaporkan langsung dari Taiwan).

Posted in Uncategorized | Leave a comment

The 9th CUPT-CRISU Conference, Khon Khaen Thailand 2014

Konferensi Para Rektor  PTN Indonesia dengan Rektor Perguruan Tinggi Thailand kembali digelar untuk ke 9 kalinya di Khon Khaen University Thailnd, 27 – 30 Oktober 2014. Konferensi tersebut dilaksanakan secara bergantian di Indonesia dan Thailand setiap tahunnya dengan melibatkan para Rektor, Dekan, dan Lembaga kemahasiswaan dengan tiga forum yaitu; Forum Rektor membahas isu-isu dan perkembangan pengelolaan PT di kedua negara, Forum Dekan membahas kerjasama pengembangan ilmu pengetahuan diberbagai bidang, dan Forum Mahasiswa sebagai ajang pengkaderan mahasiswa ditingkat internasional. Delegasi Indonesia, kali ini berjumlah 52 peserta yang terdiri atas beberapa Rektor/Wakil Rektor, dan Dekan mewakili 15 PTN dan dipimpin langsung oleh Ketua MRPTNI, Prof. Dr. Ir. Herry Suhardiyanto, Rektor IPB didampingi oleh Sekjen MRPTNI, Prof. Dr. Ir. Usman Rianse, Rektor UHO Kendari. Disamping Rektor PTN hadir pula beberapa Rektor PTS yang secara kebetulan selama ini telah menjalin kerjasama dengan Khon Khaen University, khususnya dibidang kesmas dan nurse. Turut hadir pula Secretary General of ASAIHL, Dr. Ninnat Olanvoravurth dan undangan penting lainnya Dubes Indonesia untuk Kerajaan Thailan H.E. Mr. Lutfi Rauf,  Dubes Kerajaan Thailand untuk Indonesia  H. E.Mr. Paskorn Siriyaphan, dan Gubernur Province Khon Khaen Mr. Kamthorn Thavonsatit.

The 9th CUPT-CRISU Conference ini dilaksanakan di Hotel and Covention Center, Khon Kaen, dimulai dengan Welcome Dinner oleh President Khon Khaen University, Assoc. Prof. Kittichai Triratanasirichai disertai dengan student performance dari mahaiswa Thailand dan Mahasiswa Indonesia yang sedang studi di Khon Kaen University.  Pada acara konferensi sambutan disampaikan oleh Chairman CUPT Thailand, Assoc. Prof. Dr. Pradit Wanarat dan dilanjutkan dengan sambutan dari President CRISU Indonesia, Prof. Dr. Ir. Herry Suhardiyanto, Msc, Rektor IPB. Turut serta menyampaikan welcome remark, Dubes Indonesia untuk kerajaan Thailand, Bapak Lutfi Rauf dengan judul “ Developing sustainable parnership”, diman thema tersebut sangat relevan dalam menyongsong peringatan 65 tahun kerjasama bilateral antara Indonesia dan Thailand pada tahun 2015 yang akan datang. Turut menyampaikan remark adalh berturut-turut Mr. Kamthorn Thravonsatit (Gubernur Provinsi Khon Kaen), Assoc. Prof.Dr. Kittichai Trirattanasirichai (President of K.K.U), dan konferensi dibuka oleh Assoc. Prof. Dr. Piniti Ratananukul (Secretary General, Office of Education Council Assoc. Thailand).  Acara dilanjutkan dengan special talk dengan judul “ Reaching all Learners: The challenge of Diversity” oleh Assoc. Prof. Dr. Piniti Ratananukul dan “Developing Sustainable Partnerships”  oleh H.E.Mr. Paskorn Siriyaphan (The ambassador of King Thailand to Republic of Indonesia), dan diakhiri dengan presentasi dari Sekjen ASAIHL, Dr. Ninnat Olanvuravurth dengan judul “Fostering Greater Compatibility for Indonesia and Thai education”.

Pada hari berikutnya adalah Focal Group Discussion pada Forum Rektor yang difasilitasi oleh Assoc. Prof. Tawalwong Ratnasiri, MD (Vice President for International relations and Strategy, KKU) , namun dalam kesepakatan Forum memilih Prof. Dr. Ir. H. Usman Rianse, M.S (Secretary General of CRISU) untuk memimpin rapat tersebut. Pada kesempatan ini juga hadir beberapa pimpinan (Rektor dan Direktur) dari PTS Indonesia. Thema diskusi adalah: “IMPROVING NETWORKING BETWEEN INDONESIA AND THAILAND EDUCATION SYSTEMS”. Forum ini memutuskan beberapa agenda penting Kerjasama Indoseia-Thailand  ke depan, namun yang paling mengemuka adalah:

  1. Perlu peningkatan kerjasama PT Indonesia-Thailand dalam arti yang lebih luas, khususnya pertukaran mahasiswa, peneliti, dosen dan publikasi bersama.
  2. Dalam menyambut ASEAN Community, maka perlu dipikirkan bagaimana penyamaan persepsi atas mata kuliah dan penilaian, sehingga memudahkan sistem penilaian dan student mobility antar PT Indonesia-Thailand.
  3. Dengan kehadiran PTS yang cukup banyak pada pelaksanaan 9 th CRISU-CUPT di Khon Kaen, maka perlu dipikirkan untuk menata-ulang keanggotaan CRISU-CUPT, untuk melibatkan anggota dari PTS baik dari Thailand maupun dari Indonesia. Oleh karena itu digagas istilah INDONESAI-THAI (LAND) PROJECT  sehingga tidak ada exclusivisme PTN. Masalah ini perlu dibahas lebih lanjut antar pimpinan CRISU dan CUPT, dengan waktu dan tempat akan ditentukan kemudian.
  4.  Pertemuan tahun depan untuk 10th CRISU-CUPT  Conference akan dilaksanakan di IPB, Bogor. Waktu pelaksanaanya menunggu informasi lebih lanjut dari panitia pelaksana.

Pada sesi paralel dihari yang sama, diadakan FGD antara para Dekan Fakultas dari kedua negara, dengan tema ; “Quality Assurance and Credit Transfer”.Tema ini memutuskan untuk menyamakan standarisasi mutu alumni dalam menghadapi ASEAN Community. Oleh karena itu maka penliaian mata kuliah (muatan kredit/matakuliah), jenis mata kuliah utuk setiap PS dan jumlah SKS untuk setiap strata  perlu didesain sedemikian rupa agar memudahkan pertukran mahasiswa Indonesia dan Thailand.

Sesi paralel lainnya adalah FGD Student forum dengan tema ; “Supporting Students to Become Innovative and Global Citizens:.

Acara pada hari kedua ini akhirnya ditutup dengan rapat khusus dari board The CRISU-CUPT Committee’s dan Reception Dinner oleh CUPT yang dimeriahkan dengan pertunjukan kesenian dari mahasiswa Thailand dan Indonesian.

Hasil evaluasi kedua pihak dalam penyelenggaraan CUPT-CRISU Conference memberikan kesan yang baik bagi penyelenggara dimana Conference 9th CRISU-CUPT  sungguh dipersiapkan dengan baik, mulai dari penjemputan tamu, penginapan, venue, Forum diskusi, lunch dan dinner, serta acara lainnya.

Diharapkan hal ini menjadi contoh untuk penyelenggaraan The 10th CRISU-CUPT atau INDONEIA-THAILAND  Project yang akan datang.

Pada hari ketiga dilaksanakan presentasi paper dari tiga group yang membahas tentang pengalaman kerjasama Indonesia-Thailand, baik yang studi di Indonesia maupun yang studi di Thailand. Dan diakhiri dengan acara makan siang dan Halfday Tours yang terbagi dalam 3 group sesuai dengan tujuan kunjungan. Salah satu objek wisata yang dikunjungi adalah : Community Park yang dikelola oleh masyarakat Desa, yang konsisten memelihara berbagai jenis ular dan satwa lokal dengan mempromosikan “ Cobra Dance” yaitu paduan antara tarian orang dan tarian ular kobra. (Dilaporkan langsung dari Khon Khaen oleh Tim Humas UHO Kendari).

Posted in Uncategorized | Leave a comment

RAPAT PARIPURNA PROGRAM MRPTNI 2014-2016

Menindak lanjuti hasil Rapat Kerja Pengurus MRPTNI di Bogor 4-5 April 2014, pengurus MRPTNI mengadakan Rapat Paripurna Program MRPTNI 2014-2016 di Ternate, Maluku Utara 1-3 Oktober 2014 dengan menunjuk Universitas Khairun sebagai tuan rumah sekaligus pelaksana.  Sebelum rapat paripurna ini, Rapat Kerja  di Bogor telah membentuk empat Pokja untuk membahas berbagai isu mutakhir pendidikan tinggi dan menyiapkannya menjadi program kerja pengurus periode 2014-2016. Rektor Universitas Gajah Mada, Prof. Pratikno, Ph.D  sebagai kordinator Pokja Kebijakan dan Tata Kelola PTN, Rektor Universitas Terbuka, Prof Dr. Tian Belawati sebagai kordinator bidang akademik dan kemahasiswaan, Rektor Universitas Negeri Surabaya, Prof Dr. Warsono sebagai kordinator bidang pengembangan SDM-PTN, dan Rektor Universitas Andalas, Prof. Dr. Werry Dartataifur sebagai kordinator bidang pengelolaan keuangan PTN.  Keempat kordinator tersebut secara panel menyampaikan hasil diskusi kelompok masing-masing keseluruh anggota MRPTNI yang hadir pada rapat paripurna ini untuk dibahas dan disempurakan menjadi program perioritas MRPTNI periode 2014-2016.  Rapat dipimpin oleh Ketua MRPTNI, Prof. Dr. Herry Suhardiyanto sekaligus bertindak sebagai moderator diskusi.

Pokja tata kelola menyampaikan berbagai usulan perbaikan tata kelola perguruan tinggi dengan tema; Meningkatkan Otonomi dan Mendiferensiasi Mandat. Dalam usulannya disampaikan beberapa hal antara lain;  PTN harus mempercepat peningkatan kapasitas dan kontribusi untuk kepentingan kemanusiaan dan kemajuan bangsa Indonesia melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk itu beberapa hal existing yang perlu dievaluasi seperti rendahnya otonomi PTN dan birokrasi yang berlebihan, penyeragaman mandat yang dirasakan berlebihan, pengalokasian sumber daya yang tidak maksimal, dan proses kebijakan yang tersentralisir dan kurang partisipatif. UGM bahkan menguraikan beberapa program sebagai rekomendasi penyelesaian masalah tersebut.

Sementara itu, usulan bidang akademik dan kemahasiswaan adalah perlunya pengembangan program student mobility dan mendorong kerjasama antar PTN dalam pengembangan sistem alih kredit nasional (credit earning), serta mensinergikan pogram afirmasi dengan student exchange program yang lebih kompreshensif. Untuk mengatasi keterbatasan jumlah jurnal terakreditasi perlu meningkatkan kapasitas reviewer jurnal agar dapat melakukan penilaian terhadap jurnal yang ada untuk diakreditasi. Pemerintah perlu melakukan pengkajian ulang tentang kebijakan linieritas bidang ilmu, dan pengajuan sertifikasi dosen cukup menggunakan nilai TPA dan TOEFL yang telah ada di kepegawaian Kemendikbud. Pokja ini juga mengusulkan peninjauan kembali SNPT, khususnya terkait penambahan beban sks Program S2 dan S3, dan perlunya Kemendikbud membuat dan mensosialisasikan kriteria yang transparan tentang perizinan pimpinan PTN mengikuti acara-acara internasional di luar negeri.

Pokja bidang pengembanga SDM-PTN mengajukan beberapa hal terkait rekruitmen SDM PTN antara lain mengupayakan  pelatihan khusus TWK bagi calon dosen yang potensial dari masing-masing PTN dan sekaligus latihan sistem CAT. Singkronisasi nomenklatur formasi baik dalam maupun luar negeri ; misalnya formasi Ilmu Lingkungan: ilmu tanah /sosial ekonomi pertanian /agronomi /geografi/pertambangan/dll, serta dimungkinkannya peralihan bidang keilmuan setelah jabatan lektor kepala.

Sementara Pokja bidang pengelolaan keuangan mengajukan tema; Persoalan Mendasar dan Solusi Keuangan Perguruan Tinggi. Dalam paparannya disampaikan bahwa pengelolaan keuangan perguruan tinggi negeri mengalami berbagai masalah yang telah menganggu aliran darah di tubuh perguruan tinggi negeri sehingga sebagian perguruan tinggi tidak dapat menjalankan tugas dan tanggungjawabnya untuk menghasilkan insan cerdas berdaya saing dan pengembangan ilmu untuk mengatasi masalah bangsa dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Untuk itu diusulkan beberapa solusi antara lain; perlunya konsistensi dan kedisiplinan, serta semua harus tunduk pada siklus anggaran yang ditetapkan. Pemberian tanda bintang pada DIPA belanja untuk keperluan lain sebagaimana belanja rutin tidak boleh ada lagi dalam DIPA PTN. Diperlukan keluwesan penggunaan dana BOPTN yang mencerminkan kebutuhan. Oleh sebab itu biaya operasional yang dialokaksikan ke masing-masing PTN harus sejalan dengan SBU tersebut dan cakupan sarana dan prasarana yang memerlukan dana operasioanal. Diperlukan pembatasan perubahan aturan sistem dan aplikasi keuangan dan asset setiap tahunnya. MRPTNI harus berani menolak diskualifikasi PTN-BLU seandainya tidak mampu membayar Tukin dengan PNBP dan mengusulkan revisi Peraturan Presiden RI Nomor 88 Tahun 2013 tentang Tunjangan Kinerja Pegawai di Lingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Nomor 77 tahun 2014 tentang Pedoman Pengusulan dan Pemberian Remunerasi Bagi Pejabat Pengelola, Dewan Pengawas dan Pegawai Pada Perguruan Tinggi Negeri Yang Menerapkan Pengelolaaan Keuangan Badan Layangan Umum. Sejumlah usulan lainnya juga dikemukakan Pokja ini namun diakhir presentasinya disampaikan bahwa sebaiknya Kemendikbud RI konsisten  menolak APBN-P seandainya akan memberatkan PTN sebagai akibat keterbatasan waktu dan resiko lainnya.

Pada akhir session, Ketua dan Sekretaris SNMPTN-SBMPTN, masing-masing Rektor Universitas Padjadjaran, Prof. Dr. Ganjar Kurnia dan Rektor ITS, Prof Dr. Triyogi Yuwono secara resmi menyampaikan laporan pelaksanaan SNMPTN-SBMPTN kepada ketua MRPTNI untuk selanjutnya disampaikan ke Menteri Pendidikan dan Kebudayaan R.I pada tanggal 13 Oktober 2014 di Jakarta. (Sekr. Melaporkan langsung dari TERNATE).

Posted in Uncategorized | Leave a comment

KONFERENSI ke-IV SUIJI CONSORSIUM di UNIVERSITAS HASANUDDIN

Enam perguruan tinggi penginisiatif SUIJI, Sixt Universities Initiative for Japan-Indonesia, Consorsium mengadakan konferensi ke 4 di Universitas Hasanuddin, 13-15 September 2014. Keenam universitas tersebut, tiga dari Jepang; Ehime University, Kochi University dan Kagawa University, dan tiga dari Indonesia;  Institut Pertanian Bogor, Universitas Gajah Mada dan Universitas Hasanuddin. SUIJI dimulai pada tahun 2010 di Bali atas inisiatif para rektor  keenam perguruan tinggi tersebut dengan kesepakatan membahas isu di bidang pertanian dan iklim global. Konferensi dilaksanakan setiap tahun secara bergantian di Jepang dan Indonesia, dimana pertama kali dilaksanakan di Ehime University, kedua di IPB Bogor, ketiga di Kochi University dan keempat di Unhas pada tahun ini. Banyak kegiatan yang telah dilaksanakan oleh konsorsium ini di antaranya pertukaran staf dan joint research serta pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata, KKN bersama mahasiswa Indonesia Jepang. Sejumlah mahasiswa Indonesia sudah melaksanakan KKN di Jepang, dan sebaliknya mahasiswa Jepang di Indonesia.   Rektor Universitas Hasanuddin, Prof. Dr. Dwia Aries Tina Pulubuhu, selaku tuan rumah tahun ini telah mengundang keenam rektor dari  universitas tersebut beserta delegasinya masing-masing untuk membahas agenda SUIJI untuk 2015 dan seterusnya. Turut hadir Presiden Ehime University, Prof. Yasunobu Yanagisawa, Presiden Kochi University, Hiroshi Wakiguchi, dan presiden Kagawa University Seigo Nagao. Sementara dari Indonesia hadir Rektor IPB, Prof. Dr. Ir. Herry Suhardiyanto, Rektor UGM, Prof. Pratikno, Ph.D, dan Rektor Universitas Hasanuddin sendiri, Prof. Dr. Dwia Aries Tina. Turut pula hadir pada konferensi ini mantan rektor  Universitas Hasanuddin, Prof. Dr. Idrus A. Paturusi sebagai salah satu inisiator, dan wakil rektor IV  Universitas Sumatera Utara sebagai observer.  Rektor Unhas yang sekaligus sebagai Presiden SUIJI Consorsium sejak April 2015 sampai Maret 2015, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi yang tinggi atas kehadiran keenam rektor SUIJI dan menyampaikan terima kasih kepada Walikota Makassar, Dani Pamanto atas perkenannya menyambut makan malam bersama di rumah jabatan walikota Makassar, 13 September malam, Prof. Dadang Suriamiharja selaku ketua Panitia, dan Dr. Agnes Rampisela selaku koordinator SUIJI Indonesia.  Dalam sambutannya Prof. Dwia menjelaskan situasi terakhir dan pesatnya perkembangan Universitas Hasanuddin akhir-akhir ini.  Selanjutnya ia mengingatkan kembali  bahwa tujuan konsorsium ini  untuk mendorong penguatan penelitian di bidang pertanian pada umumnya  dengan memilih tema :  Suatainable Agriculture in the Tropic. Ia mendorong keenam universitas ini untuk terus meningkatkan KKN bersama antara mahasiswa Jepang dan Indonesia yang saat ini dikenal dengan program SLP, Service Learning Program for Undergraduate Students, agar mereka dapat belajar bersama sebagai komunitas Internasional. Selanjutnya kegiatan joint degree course for master, doctor degree students untuk mengikuti matakuliah bersama, melakukan kerjasama penelitian, penulisan tesis dan disertasi selama enam bulan di Jepang dan di Indonesia. Dwia melaporkan bahwa setiap tahunnya kurang lebih 100 mahasiswa Jepang dan Indonesia yang terlibat dalam program ini, dan ini sangat membagakan bagi kedua pihak, Jepang dan Indonesia. Selanjutnya ia mengharapkan agar apa yang didiskusikan hari ini dapat menghasilkan outcome yang menguntugkan bagi generasi muda kita, universitas kita, dan negara kita tentunya.  Untuk itu kegiatan tahun ini diusulkan untuk merealisasikan program JDP-MS, Join Degree Program of Master and Doctor, dengan agenda; pengesahan SUIJI JDP-Ms certificate, jadwal seleksi mahasiswa dari Indonesia dan Jepang, penetapan tempat bagi mahasiswa di Indonesia dan Jepang, dan pembahasan biaya pelaksanaan program untuk tahun 2015 yang akan datang (Sekr. MRPTNI)

Posted in Uncategorized | Leave a comment