The 3rd Joint Working Group JAPAN – INDONESIA Conference Hokkaido Japan 2015

Konferensi Internasional the 3rd JWG JAPAN – INDONESIA adalah konferensi ketiga kalinya bagi para Rektor PTN Indonesia dengan para University President Jepang, yang dilaksanakan di Hokkaido University 2015. Konferensi kali ini digelar dengan tema; “Collaboration in Research and Education for Sustainable Society”. Konferensi pertama dilaksanakan di Nagoya University pada tahun 2012, dan konferensi kedua di UGM pada tahun 2013. Pada awalnya konferensi dilakukan dalam bentuk annual meeting, namun pada konferensi ketiga ini disepakati dilaksanakan 2 tahun sekali mengingat padatnya konferensi internasional yang dilakukan oleh kedua negara.

Konferensi ini dilaksanakan dalam rangka peningkatan mutu pengelolaan Perguruan Tinggi kedua negara, menghadapi era globalisasi. Disamping itu, diharapkan dapat menjadi penghubung antara penelitian inovatif di perguruan tinggi kedua negara dengan dunia industri untuk kesejahteraan masyarakat dan pengelolaan sumber daya yang arif dan berkelanjutan. Peserta terdiri atas 28 Perguruan Tinggi di Jepang dan 23 Perguruan Tinggi Indonesia.

Konferensi berhasil menciptakan hubungan yang erat dan meletakkan dasar yang kuat melalui kerjasama antar perguruan tinggi Indonesia-Jepang. Melalui konferensi ini, kerjasama perguruan tinggi yang sudah terjalin sebelumnya semakin dipererat, dan sekaligus mengajak perguruan tinggi lainya yang belum bekerjasama dengan perguruan tinggi di Jepang, untuk membangun sinergitas melalui kerjasama yang saling menguntungkan guna menghadapi perkembangan ilmu dan teknologi yang semakin maju pesat.

Kerjasama yang telah dibangun oleh perguruan tinggi kedua negara  selama ini telah memperkuat kerjasama yang saling menguntungkan dalam berbagai bidang seperti; pengembangan mutu pengelolaan pendidikan tinggi; memperkuat kerjasama penelitian; memperkuat kerjasama publikasi; akselerasi inovasi kewirausahaan dan industri; dan program pengembangan masyarakat.

Konferensi dilaksanakan di Keio Plaza Hotel pada tanggal 5 November 2015 dan Hokkaido University Conference Hall pada tanggal 6 November 2015. Acara dibuka oleh President Hokkaido University, Dr. Keizo Yamaguchi dan dilanjutkan dengan sambutan oleh Ketua Delegasi Indonesia, Ketua MRPTNI, Rektor IPB, Prof. Dr. Ir. Herry Suhardiyanto, MSc, Sambutan dari Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi yang diwakili oleh Sekretaris Dirjen Kelembagaan Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, Dr. Ir. Agus Indarjo, M.Ph, dan Sambutan Deputy Director Higher Education Policy Planning Devision, Ministry of Education, Culture, Sports, Science and Technology JAPAN, Ms. Noriko SUZUKI.

Keynote speech disampaikan oleh Dr. Michinari Hamaguchi,  President of Japan Science and Technology Agency (JST),  dengan judul : STI, (Science, Technology and Innovation) Policy in Japan; Overview of Japanise Funding for Innovation.

Pada parallel working group sessions, presentasi dibagi menjadi tiga group yaitu;

1. Group 1.a. Education Collaboration
     Chair : Mery Napitupulu (Taddulako University)
Co-Chair: Taiji Furusawa ( Hitotsubashi University)

     Presenters:

  1. Prof. Osamu Kobayashi, Ehime University
  2. Prof. Takashi Hayashita, Sophia University
  3. Prof. Muhammad Basir Cyio, Taddulako University
  4. Prof. Toru Aoyama, Tokyo University of Foreign Studies
  5. Prof. Abdul A’la, UIN Sunan Ampel Surabaya
  6. Prof. Koji Hisatake, University of Tsukuba
  7. Prof. Adi Zakaria Affif, University of Indonesia

2. Group 1.b. Education Collaboration
     Chair Prof. Badia Perizade, Sriwijaya University
     Co-ChairProf. M. Moriyama, Nanzan University
        
     Presenters:

  1. Hisataka Morikwaki, Gifu University
  2. Kazunori Uchida, Kobe University
  3. Ellen J. Kumaat, Sam Ratulangi University
  4. Hideki Hayashi, Meiji University
  5. Ahmad Muslim, Sriwijaya University
  6. Toshiya Ueki, Tohuku University

3. Group 2. Research Collaboration
     Chair Dr. Rudianto Amirta, Mulawarman University
     Co-ChairDr. Ichiro Uyeda, Hokkaido University
        
     Presenters:

  1. Prof. Usman Rianse, Halu Oleo University
  2. Prof. Yasuyuki Kono, Kyoto University
  3. Prof. Budu Mannyu, Hasanuddin University
  4. Prof. Aya Okada, Nagoya University
  5. Prof. Cahyo Yusuf, Tidar University
  6. Prof. Katsuyoshi Kondoh, Osaka University
  7. Prof. Muhammad Amin, Universitas Airlangga
  8. Prof. Reiko Aoki, Kyushu University
  9. Prof. Syasfir Akhlus, University of Maritime Raja Ali Haji
  10. Prof. Sari bahagiarti Kusumayudha, University of Pembangunan Nasional “Veteran” Yogyakarta

4. Group 3. Industry and University Cooperation Innovation
     Chair Prof. Oue Hiroki, Ehime University
     Co-ChairProf. Sutarto Hadi, Lambung Mangkurat University
        
     Presenters:

  1. Prof. Josaphat Tetuko Sri Sumantyo, Ciba University
  2. Dr. Edy Hartulistiyoso, Bogor Agricultural University
  3. Prof. Wake Taiji, Hirosaki University
  4. Prof. Jony Hermana, Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya
  5. Prof. Sumi Yoshihiko, Hokkaido University
  6. Prof. Samsul Rizal, Syiah Kuala University
  7. Prof. Hozumi Naohiro, Toyohashi Iniversity of Technology

Pada hari kedua digelar summary of parallel working group sessions, dan diakhiri dengan penutupan konferensi oleh President Hokkaido University.

Peserta Indonesia
 

Peserta Jepang


Hasil konferensi

Topik-topik yang diperioritaskan kedepan adalah ; I-U Cooperation in innovation;
“I-U Cooperation untuk mitigasi dan meminimalkan dampak bencana alam, gempa bumi, tsunami, kebakaran hutan, tanah longsor dll, untuk melindungi masyarakat.

Contoh kerjasama; Subyek pendidikan dan penelitian  (Japan and Indonesia, Industry and University) dengan topik;

  • Teknologi Remote sensing
  • Teknologi prediksi yang berbasis pada penelitian ilmiah
  • Pendidikan dan pemahaman yang mendasar bagi masyarakat

Arah dari topik ini akan sangat tergantung pada Proyek “the 5th Science and Technology Basic Plan FY2016-2020”

The 5th Science and Technology Basic Plan (FY2016-2020)
Memfokuskan tiga pilar (tentative)

  1. Upaya-upaya terhadap penciptaan industri masa depan yang berbasis pada perubahan sosial menuju era revolusi industri.
  2. Upaya-upaya melakukan inisiatif dan resolusi kedepan terhadap isu-isu sosial dan ekonomi.
  3. Upaya-upaya untuk memperkuat kemampuan adaptasi masyarakat terhadap perubahan yang tidak diperkirakan.

Pengembangan sistem inovasi untuk mendorong siklus pertumbuhan positif SDM, ilmu pengetahuan dan sumber dana yang mendukungnya.

Kesimpulan  Konferensi

Dr. Ichiro Uyeda, Executive and Vice Prosident, Hokkaido University
University Collaborations on Global Issues for Future Sustainable Society

  1. Berbagai macam model kerjasama telah dikembangkan baik disektor pendidikan maupun penelitian
  2. Banyak Perguruan Tinggi Negeri Baru di Indonesia; peluang dan tantangan
  3. Peluang membangun kerjasama baru PT kedua negara
  4. Penelitian Inovasi harus berkontribusi pada kepentingan masyarakat

PENDIDIKAN

  • Program kerjasama pendidikan
  • Program pertukaran mahasiswa internasional
  • Program Double Degree
  • Program Joint Degree
  • Program Internship

PENELITIAN

  • Penelitian pada ketahanan SD yang berkelanjutan
  • Ketahanan energy
  • Aliansi Academia-industry
  • Institusi Satellite dan joint laboratory

KERJASAMA INDUSTRI DAN PERGURUAN TINGGI DIBIDANG INNOVASI

  • Kerjasama penelitian
  • Kontribusi pada masyarakat setempat
  • Penanggulangan bencana alam
  • Internship

(Sekretariat MRPTNI melaporkan langsung dari Hokkaido, Japan)

Posted in Uncategorized | Leave a comment

10th CUPT-CRISU Conference IPB 2015

Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (MRPTNI) atau Council of Rector of Indonesia State University (CRISU) dan Council of University President of Thailand (CUPT) kembali menggelar konferensi internasional ke 10 dengan topik: “Enhancing Management and Leadership of Indonesian and Thai Universities towards the Implementation of Bandung Message 2015 to Strengthen South-South Cooperation” pada tanggal 27-29 Oktober 2015 bertempat di Ballroom A, IPB International Convention Center, IPB Baranangsiang, Bogor.

The 10th CRISU-CUPT International Conference merupakan konferensi yang diadakan oleh Peguruan Tinggi Negeri Indonesia dan Thailand dengan tujuan meningkatkan hubungan dan kerjasama pendidikan tinggi pada masing-masing Negara. Konferensi secara resmi dibuka oleh Prof Ali Ghufron Mukti selaku Direktur Jenderal Sumberdaya Ilmu Pengetahuan, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia. Dalam sambutannya Prof Ali Ghufron mengangkat tema besar konferensi tersebut yaitu “Spirit of Bandung Message 2015 in Enhancing Management and Leadership of Asia and Africa Universities”. Hadir dalam acara tersebut sekaligus memberikan sambutannya antara lain Rektor IPB yang juga Ketua MRPTNI/CRISU Prof. Dr. Ir. Herry Suhardyanto, M.Sc, Duta Besar Thailand untuk Indonesia Paskorn Siriyaphan dan Duta Besar Indonesia untuk Thailand Lutfi Rauf.

Pada sesi “Plenary Meeting”, rapat dipimpin oleh Secretary General Association of Southeast Asian Institutions of Higher Learning (ASAIHL) Prof. Ninnat Olanvoravuth membahas tentang “Management and Leadership of Human Resources, Innovation and Technology in Indonesian and Thai Universities: Challenge and Opportunity” oleh Chairman of CRISU dan CUPT. Dalam sesi parallel selanjutnya, para peserta dibagi menjadi 3 forum besar diskusi, yaitu Forum Rektor (Rector Forum), Forum Dekan (Dean Forum) dan Forum Mahasiswa (Student Forum), yang nantinya masing-masing forum tersebut akan menghasilkan satu rumusan yang akan dideklarasikan pada Plenary Wrap-UP yang merupakan salah satu hasil konferensi ini.

(Direktorak Kerja Sama dan Program Internasional IPB)

Posted in Uncategorized | Leave a comment

RAPAT DENGAR PENDAPAT KOMISI X DPR RI DENGAN MAJELIS REKTOR PERGURUAN TINGGI NEGERI INDONESIA, 12 OKTOBER 2015

Dalam rangka pembahasan APBN 2016 Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi dengan Komisi X DPR RI yang rencanaya dilaksanakan pada tanggal 20 Oktober 2015, pihak Panja BOPTN 2016, Komisi X DPR RI mengundang Pengurus MRPTNI untuk Rapat Dengar Pendapat (RDP) tentang formulasi alokasi anggaran BOPN 2016 di Perguruan Tinggi pada Selasa, 12 Oktober 2015.  Seiring dengan itu, pihak MRPTNI sebelumnya telah membentuk POKJA BOPTN 2016 yang anggotanya terdiri atas para PR/WR2 PTN dengan ketua,  Eduart Wolok, ST., MT, Wakil Rektor II Universitas Negeri Gorontalo dan Sekretaris Dr. Qayim, Sekretaris Institut, IPB. Hadir dalam RDP tersebut sejumlah Rektor Pengurus MRPTNI, walaupun Ketua Umumnya Prof. Dr. Ir. Herry Suhardiyanto berhalangan hadir karena sedang mengikuti acara di luar negeri pada saat yang sama. Demikian pula Sekjen MRPTNI, Prof. Dr. H. Usman Rianse juga berhalangan hadir karena sedang dalam suasana berduka cita.

Pengurus MRPTNI diwakilkan kepada Prof. Dr. Rochmat Wahab, M.Pd, MA, Rektor Universitas Negeri Yogyakarta. Sementara Panja BOPTN 2016, Komisi X dipimpin oleh Dr. H. Abdul Kharis Almasyhari  yang juga ketua Komisi X dan sekaligus memimpin sidang. Sidang dibuka oleh ketua dan langsung mempersilahkan kepada delegasi MRPTNI untuk menyampaikan format usulan BOPTN 2016. Melalui berbagai tanya jawab yang intens, maka RDP memutuskan beberpa hal menjadi kesimpulan rapat sebagai berikut ;

  1. Panja BOPTN Komisi X DPR RI menyampaikan apresiasi kepada Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia  atas bahan paparan, presentsai, usulan formulasi BOPTN, dan usulan mekanisme penetapan formula alokasi BOPTN 2016.
  2. Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia mengajukan kepada Komisi X DPR RI atas usulan anggaran BOPTN tahun 2016 melalui surat No. 337/MRPTNI/X/2015 tanggal 10 Oktober 2015, perihal Usulan BOPTN 2016 yang diperlukan sekurang-kurangnya adalah sebesar Rp. 5.504.327.294.970,- (Lima triliun lima ratus empat miliar tiga ratus dua puluh tujuh juta dua ratus sembilan puluh empat ribu sembilan ratus tujuh puluh rupiah).
  3. Terkait dengan poin 2, Panja BOPTN Komisi X DPR RI mengharapkan kepada Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia untuk menyampaikan rincian perhitungannya menurut jenis PTN secara lengkap per-PTN kepada Panja BOPTN Komisi X DPR RI sebelum tanggal 16 Oktober 2015, dimana rincian usulan tersebut akan dijadikan dasar pembahasan dan penetapan RAPBN TA 2016 Kemristekdikti dalam Rapat Kerja dengan Menristekdikti RI pada tanggal 20 Oktober 2015.
  4. Panja BOPTN Komisi X DPR RI akan memperjuangkan usulan yang disampaikan Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri  Indonesia  pada saat pembahasan dan penetapan RAPBN kemristekdikti TA 2016 dan para Rektor PTN Indonesia mensosialisasikan hal ini kepada sivitas akademika.

Sekretariat MRPTNI melaporkan langsung dari Jakarta.

Posted in Uncategorized | Leave a comment

RAPAT EVALUASI TEKNIS PENYELENGGARAAN SNMPTN-SBMPTN 2015 DI GELAR DI AMBON TANGGAL 9-11 OKTOBER 2015

Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, Prof. Drs. Mohamad Nasir, M.Si, Ak, Ph.D menghadiri rapat evaluasi teknis penyelenggaraan SNMPTN-SBMPTN 2015 sekaligus memberikan arahan kepada para Rektor anggota MRPTNI.  Acara dilaksanakan tanggal 10 Oktober 2015 di salah satu hotel di Kota Ambon dan Universitas Pattimura sebagai tauan rumah. Sejumlah Rektor dari 70an PTN hadir mengikuti acara ini yang disertai dengan atraksi musik, sebagaimana ikon Kota ambon adalah “The City of Music”.  Atraksi Seni budaya yang ditampilkan oleh mahasiswa UNPATTI sangat mempesona para peserta, khusunya sajian lagu yang bercirikan kota Ambon Manise. Turut Hadir dalam rapat ini, Dirjen Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Prof. Dr. Intan Ahmad, Irjen Kemristekdikti, Prof. Dr. Jamal Wiwoho,  Sesdirjen Belmawa, Prof. Dr. Trisna Wibawa dan Direktur Kemahasiswaan Dr. Didin Wahidin.

Acara dimulai dengan sambutan selamat datang oleh Rektor  Universitas Pattimura, Prof. Dr. Thomas Pentury. Rektor Unpatti menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang tinggi  atas kepercayaan yang diberikan kepada Universitas Pattimura selaku tuan rumah rapat evaluasi teknis SNMPTN-SBMPTN 2015. Kami atas nama masyarakat Ambon menyambut kedatangan Bapak/Ibu Rektor dengan penuh suka cita terlebih lagi bersamaan dengan penyelenggaraan Pesparawi di Ambon dimana kota ini sedang dibanjiri oleh penyanyi-penyanyi dari seluruh Indonesia. Acara ini juga dapat terlaksana dengan baik atas dukungan dari Pemerintah Kota Ambon dan Gubernur Maluku, untuk itu kami juga menyampaikan terima kasih kepada Pemda Kota Ambon dan Gubernur Maluku atas dukungan yang diberikan menyambut tamu-tamu terhormat ini di Kota Ambon. Selanjutnya laporan pelaksanaan SNMPTN-SBMPTN oleh Ketua Umum SNMPTN-SBMPTN 2015, Prof. Dr. Rochmat Wahab, M.Pd. Dalam laporan singkatnya disampaikan bahwa pelaksanaan SNMPTN-SBMPTN 2015 berlangsung sukses dan hampir tanpa kendala berarti sama sekali. Hasil SNMPTN-SBMPTN juga sesuai dengan apa yang ditargetkan, dan kini peserta semuanya telah mengikuti proses pembelajaran di semua PTN selurluh Indonesia.

Ketua MRPTNI, Prof. Dr. Ir. Herry Suhardiyanto dalam sambutannya menyampaikan bahwa, Rektor Perguruan Tinggi memiliki otonomi dalam penerimaan mahasiswa baru. Untuk itu, “concern” utama  kita adalah berbasis pada mutu dimana input kita adalah harus yang terbaik sehingga para mahasiswa yang diterima di PTN adalah benar-benar kredibel dan handal sehingga dapat menyelesaikan pendidikan tepat waktu. Dari tahun-ke tahun kekurangan kita dalam seleksi mahasiswa ini adalah kita belum punya dasar yang kuat akan kebutuhan sarjana di negeri ini. Artinya kita tidak tau bahwa untuk lima tahun kedepan berapa sarjana yang dibutuhkan sehingga angka yang diluluskan dapat sesuai dengan kebutuhan. Untuk itu diusulkan kepada pemerintah agar dapat menyajikan data “man power need”  dengan berbagai “background” pendidikan untuk membangun bangsa ini agar lebih maju dengan akselerasi yang tinggi. Masalah berikutnya adalah akses memperoleh pendidikan bagi seluruh anak bangsa, kesetaraan dalam memperoleh kesempatan serta otonomi penyelenggraan pendidikan tinggi. Untuk itu MRPTNI berusaha melakukan seleksi yang dibagi dalam tiga jalur yaitu, SNMPTN, SBMPTN dan Jalur Mandiri. Namun dalam perkembangannya beberapa PTN hanya melaksanakan dua jalur saja yaitu jalaur SNMPTN dan SBMPTN yang memang pelaksanaanya sangat kredibel dan mendapat kepercayaan masyarakat. Untuk itu MRPTNI menyampaikan terima kasih kepada Panitia SNMPTN-SBMPTN dan jajaranya terutama Tim POKJA SNMPTN-SBMPTN yang menjadi ujung tombak pelaksanaan seleksi ini.  Atas kerja keras mereka, POB setiap tahun disempurnakan secara berkelanjutan dengan tren masyarakat dan perkembangan teknologi. Kita baru saja menyaksikan tim pengembangan SNMPTN-SBMPTN menyampaikan hasil evaluasi dan rencana pengembangannya kedepan untuk melakukan tes berasis komputrer dengan segala perspektifnya. Nampaknya sangat menjanjikan dan insya Allah akan dapat dilaksanakan dengan baik tentunya atas dukungan pemerintah dalam hal ini kemristekdikti. Untuk itu MRPTNI mengajukan usulan kepada Bapak Menristekdikti agar alokasi APBN untuk SNMPTN-SBMPTN tetap dialokasikan minimal sama dengan tahun lalu.

Pada bagian lainnya ketua MRPTNI juga menyampaikan bahwa kecenderungan kerja sama PTN kedepan adalah melalui konsorsium dengan isu tertentu. Untuk itu diperlukan strategi khusus dan dukungan kementerian agar konsorsium yang berbasis pada isu tertentu dapat dikembangkan kedepan melalui MRPTNI.

Selanjutnya dalam pengarahan dan sambutan, menristekdikti, Prof. Drs. Mohamad Nasir, M.Si, Ak, PhD, menyampaikan terima kasih kepada MRPTNI yang telah melaksanakan SNMPTN-SBMPTN 2015 dengan sangat baik dan tidak menimbulkan kegaduhan sama sekali di negeri ini. Semua mahasiswa sudah diterima di PTN dan dapat dikatakan bahwa tidak ada pengaduan masyarakat sama sekali. Yang paling saya tekankan dalam seleksi ini adalah jangan sampai ada diskriminasi sama sekali, terutama bagi mereka yang menyandang disabilitas, orang dari daerah 3T dan wilayah perbatasan. Mereka semua harus terwakilkan disetiap PTN sehingga mencerminkan unsur keadilan memperoleh kesempatan pendidikan dengan baik. Selanjutnya yang perlu dicermati dalam evaluasi ini adalah korelasi bahwa apakah tidak ada korelasi antara Ujian Nasional dengan Nilai Raport Siswa. Jadi bukan hanya korelasi UN dengan SNMPTN-SBMPTN saja. SNMPTN-SBMPTN harus seadil-adilnya dilaksanakan untuk kepentingan masyarakat berbagai lapisan. Untuk itu, kedepan masih harus dilaksanakan analisis korelasi yang baik. Hal lainnya adalah integrasi PDSS dengan PD Dikti (PDPT) masih perlu disempurnakan. Mahasiswa pindahan dari satu perguruan tinggi ke perguruan tinggi lainnya sama sekali tidak dapat dilacak “trace record”nya.  Selanjutnya kedepan yang perlu terus dikembangkan adalah sistem penilaian SNMPTN-SBMPTN yang dapat menjaring calon mahasiswa yang mempunyai prestasi akademik tinggi dan tepat sasaran program studi. SNMPTN-SBMPTN dengan CBT misalnya dapat dilakukan untuk tujuan ini disamping sangat menghemat biaya dan waktu walaupun memerlukan investasi yang tinggi.  Diperlukan Bank Soal sebanyak-banyaknya sesuai dengan standar tes.

Pada kesempatan lainnya, menristek menyampaikan bahwa pemerintah masih tetap mengalokasikan bidikmisi tahun 2016 dimana saat ini sudah terealisisi terhadap 21.000 mahasiswa dan rencana tahun depan adalah 60.000 mahasiswa. Demikian juga alokasi untuk Afirmasi Pendidikan Tinggi Papua dan daerah 3T serta SM3T yang memang sudah menjadi amanat UU No12 tentang pendidikan tinggi. Terakhir menristekdikti mengingatkan kepada seluruh Rekor agar patuh dan taat melaporkan LHKN masing-masing, Sekretaris MRPTNI melaporkan langsung dari Ambon Manise.

Posted in Uncategorized | Leave a comment

AUDIENSI PENGURUS MRPTNI DENGAN MENRISTEKDIKTI TENTANG USULAN FORMULASI BOPTN 2016

Sejumlah pengurus MRPTNI yang dipimpin oleh Ketua MRPTNI, Prof. Dr. Ir. Herry Suahrdiyanto melakukan Audiensi dengan Menristekdikti, Prof. Drs. Mohamad Nasir, MSi, Ak, PhD, di kantor Menristekdikti Gedung D Senayan Jakarta, tanggal 2 Oktober 2015. Audiensi tersebut membahas tentang isu pengurangan PAGU BOPTN 2016 yang sangat meresahkan Perguruan Tinggi. Menteri Riset, Teknolodi dan Pendidikan Tinggi didampingi oleh Sekjen Kemristek Dikti, Prof. Dr. Ainun Na’im, Dirjen Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Prof. Dr. Intan Ahmad, Dirjen Kelembagaan  Iptek dan Dikti, Dr.  Patdono Suwignjo, Sesdirjen Belmawa, Prof. Dr. Sutrisna Wibawa, dan beberapa staf ahli menristekdikti. Pengurus MRPTNI yang turut hadir adalah Rektor Unmul, Prof. Dr. Masjaya, Rektor Umrah, Prof. Dr. Syafsir Akhlus, M.Sc, Rektor UIN Malang, Prof. Dr. Mudjia Rahardjo, MSi, Rektor Unram, Prof. Dr. Sunarpi, Rektor UT, Prof. Dr. Tian Belawati, Rektor ISI Surakarta, Prof. Dr. Sri Rochana, Rektor Unsri, Prof. Dr. Badia Perisade, dan PR1 Unkhair, Dr. Ridha Adjam.

Inti pembicaraan pada audiensi ini adalah keresahan para Rektor PTN sehubungan dengan isu penurunan PAGU BOPTN 2016. Ketua MRPTNI menjelaskan bahwa MRPTNI telah membentuk tim Kelompok Kerja yang teridiri atas PR/WR2 PTN untuk menyusun formulasi BOPTN yang lebih berkeadilan bagi semua, namun jumlah besaran BOPTN tersebut sangat mustahil untuk dikurangi dari PAGU BOPTN sebelumnya. Pengurangan BOPTN akan berdampak langsung pada kinerja pelayanan PTN dan dapat berimplikasi sosial. Untuk itu MRPTNI meminta kepada kementerian agar dapat mempertahankan atau meningkatkan besaran BOPTN 2016 dengan memperioritaskan pada kegiatan yang bersifat layanan masysrakat. Ketua MRPTNI juga melaporkan bahwa tim POKJA BOPTN tersebut telah berkordinasi dengan Panja Komis X DPR RI yang mengusulkan formulasi BOPTN 2016 dan secara umum variabel-variabel pembiayan dasar PTN sudah dibahas dalam beberapa kali rapat kordinasi.

Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi dalam tanggapannya menyampaikan bahwa berbagai upaya telah dilakukan oleh Kemristekdikti untuk menjaga agara kebutuhan dasar PTN khususnya BOPTN tidak mengalami penurunan walaupun kebijakan pemerintah melakukan beberapa pemotongan anggaran kementerian dalam rangka efisiensi. Kami telah berkali-kali melakukan pertemuan baik formal maupun informal dengan Menteri Keuangan dan Ketua Bappenas, baik disisela-sela rapat kabinet RI maupun dalam kunjungan kerja. Untuk itu kami butuhkan dukungan dari MRPTNI dalam hal ini agar dapat menyusun rancangan formulasi BOPTN yang benar-benar mendasar dan urgen yang menjadi dasar kami dalam pengajuan dan pembahasan anggara Kemristekdikti dengan DPR dalam waktu dekat.

Hasil-hasil audiensi ini secara singkat dapat dilaporkan sebagai berikut ;

  1. MRPTNI akan menulis surat kepada Presiden RI guna menyampaikan usulan alokasi dana APBN untuk kebutuahn PTN yang bersifat mendesak seperti BOPTN, Bidikmisi, SNMPTN/SBMPTN, beasiswa, sarana-prasarana, renumerasi/tunjangan kinerja.
  2. Dana BOPTN akan diperjuangkan lebih besar dari alokasi tahun 2015. Dana Bidikmisi dan SNMPTN/SBMPTN akan sama dengan alokasi tahun 2015. Dana beasiswa, sarana/prasarana, renumerasi dan tunjangan kinerja juga akan diperjuangkan.
  3. Kemristekdikti akan segera mengupayakan solusi peraturan maupun kebijakan untuk mengatasi masalah yang dihadapi PTN baru, Rumah Sakit Pendidikan, PTN BLU, PTAI, dan PTN Seni dan Budaya.
  4. Perlu ada komunikasi lebih lanjut antara Kemristekdikti dan MRPTNI untuk memperjuangkan hasil-hasil audiensi tersebut melalui Presiden, DPR, maupun para menteri terkait.
  5. Khusus PTKIN secara khusus Menristekdikti akan mengundang 11 Rektor UIN pada Selasa 6 Oktober 2015.

Demikian laporan hasil aidiensi MRPTNI dengan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, Sekretaris ekseskutif melaporkan langsung dari Jakarta.

Posted in Uncategorized | Leave a comment