Joint Working Group Indonesia-Japan 2015

Joint Working Group  (JWG Indonesia-Japang) yang ke3 pada tahu 2015 ini disepkati oleh kedua pihak MRPTNI dan Hokkaido University untuk dilaksanakan di Hokkaido University Japan, pada tanggal 5-6 November 2015. Hal tersebut diputuskan melalui rapat kordinasi pengurus MRPTNI dengan President Hokkaido University, Prof. Keizo Yamaguchi dan Deputy International office Hokkaido University, Mr. So Kawanobe. Rapat dilaksanakan di IPB Bogor pada tanggal 6 Maret 2015 dan dipimpin oleh Rektor UI, Prof. Dr. Muhammad Anis selaku wakil ketua bidang kerjasama Internasional MRPTNI. Turut hadir dalam pertemuan ini Rektor IPB Prof. Dr. Ir. Herry Suhardiyanto, Rektor Unsri, Prof. Badia Perisade, Rektor Unmul, Prof. Dr. Masjaya, Rektor UMRAH, Prof. Dr. Safsir Akhlus, Rektor UNY Prof. Dr. Rochmat Wahab, Rektor Unsyiah Prof. Dr. Samsu Rizal, Rektor Universitas Tanjungpura, Prof. Dr. Thamrin Usman, dan Sekjen MRPTNI, Rektor UHO, Prof. Dr. Usman Rianse. Turut pula hadir menggantikan rektor masing-masing, Wakil Rektor 4 Unhas, Prof. Dr. Budu, dan Wakil Rektor 1 UNS, Prof. Dr. Sutarno serta Kasubdit Kelembagaan dan Kerjasama Dikti, Dr. Purwanto.

Beberapa kesepakatan yang untuk sementara menjadi keputusan bersama antara Jepang dan Indonesia adalah tema konferensi “Collaboration in Research and Education for Sustainable Society”. Disamping itu, rapat juga mengusulkan agar yang membawakan Keynote Speach adalah Bapak Dr. Susuilo Bambang Yudhoyono, mantan Presiden Republik Indonesia. Untuk itu, pengurus MRPTNI segera melakukan permintaan kesediaan beliau agar mengikuti jejak Prof. Dr. B.J. Habibie yang juga menjadi keynote speach pada konferensi pertama di Nagoya University Jepang.

Disamping itu, disepakati pula bahwa akan ada 3 sesi paralael discussion untuk para rektor melaoprkan perkembangan kerjasama mereka dengan universitas di Jepang. Adapun topik dari ketiga diskusi paralel tersebut antara lain; Education collaboration, Research collaboration dan Industry and University Collaboration in Innovation. Setiap group akan dipimpin oleh satu peserta dari Indonesia dan satu peserta dari Jepang. Selanjutnya akan dilaksanakan pula campus tour dan sight seeing disekitar kota Sapporo Jepang. (Sekretariat MRPTNI melaporkan langsung dari Bogor).

Posted in Uncategorized | Leave a comment

RAPAT KORDINASI PROGRAM AFIRMASI PENDIDIKAN TINGGI DENGAN MENTERI RISTEKDIKTI

Setelah 3 tahun, sejak tahun 2012 Program Afirmasi Pendidikan tinggi (ADik) bagi daerah 3T (terdepan, terluar, dan tertinggal) dan Provinsi Papua – Papua Barat, pemerintah dalam hal ini Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti)  kembali melanjutkan program ini, karena dinilai sangat membantu dalam pemerataan akses pendidikan di NKRI. Rapat kordinasi Kemristekdikti bersama 39 Rektor dan 22 Direktur Politeknik negeri pelaksana ADik 3T dan Papua, dilaksanakan di Gedung Dikti Jakarta 5 Maret 2015. Program ADik dilaksanakan atas amanah UU No. 12 Tahun 2012 tentang pendidikan tinggi yang secara teknis diatur dalam Peraturan menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi No. 2 thun 2015 tentang penerimaan mahasiswa baru di PTN. Untuk itu, Menteri Ristekdikti, Prof. Dr. Muhammad Nasir, MSi, Akt, didampingi oleh Ketua Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (MRPTNI), Prof. Dr. Ir. Herry Suhardiyanto, MSc, Sekjen MRPTNI, Prof. Dr. Ir. Usman Rianse, MSi, dan Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaa, Dr. Illah Sailah, menyampaikan bahwa UU No. 12 Tahun 2012 telah mengamanahkan bahwa; akses pendidikan tinggi harus dibuka seluas-luasnya bagi seluruh putra bangsa, secara adil dan merata diseluruh tanah air.  Hal ini penting karena secara faktual, anak-anak di daerah 3T, Papua dan Papua Barat sangat sulit berkompetisi dengan anak-anak dari daerah lainnya, baik di SNMPTN maupun di SBMPTN. Ini disebabkan oleh keterbatasan dan tidak meratanya sarana-prasarana, letak geografis, pertumbuhan ekonomi, bencana alam atau kondisi sosial budaya dan latar belakang sejarah khusus yang dialami oleh sekelompok masyarkat. Disisi lain, keutuhan berbangsa tercermin dari tingkat pendidikan yang merata sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat Indonesia. Jadi bila kita menginginkan keutuhan dalam barbangsa dan bernegara maka afirmasi dibidang pendidikan menjadi salah satu solusi yang tepat.

Seperti kita ketahui bersama bahwa di daerah 3T dan lebih khusus di Papua dan Papua Barat, anak-anak masih kurang memperoleh akses pendidikan yang baik, terutama pendidikan tinggi, sehingga mereka kurang mampu memberikan kontribusi dalam mengisi pembagunan didaerah  dan di negara Republik Indonesia. Dengan pendidikan maka derajat mereka akan terangakat, sehingga membantu mereka untuk lebih mengenal dan menyerap nilai-niali universal dan menghindari berfikir sempit dan fragmatis. Atas dasar pertimbangan tersebut, maka program ADik ini digagas dengan tujuan; memberikan kesempatan kepada anak daerah 3T dan Orang Asli Papua (OAP)  lulusan SMA sederajat yang berprestasi akademik baik, untuk memperoleh pendidikan tinggi di PTN diluar daerahnya; mendapatkan calon mahasiswa baru anak daerah 3T dan OAP melalui seleksi nasional dan seleksi khusus bagi siswa berprestasi akademik di SMA sederajat; dan menyiapkan sumber daya manusia anak daerah 3T dan OAP yang berkualitas untuk berkontribusi dalam pembangunan nasional.

Dari pengalaman sebelumnya, dalam melaksanakan progrma ini terindikasi masalah mendasar yang dialami oleh anak-anak kita dari daerah 3T, Papua dan Papua Barat. Masalah mendasar tersebut seperti; kesulitan bersaing di SNMPTN-SBMPTN, karena indeks sekolah sangat rendah; kesulitan beradaptasi dengan dengan lingkungan sosial, budaya dan suasana akademik diluar daerahnya; penguasaan Ilmu Alamiah dasar dan Ilmu Sosial budaya dasar, sangat lemah; dan pemahaman tentang kedisiplinan, semangat belajar, dan rasa tanggung jawab masih sangat lemah. Untuk itu, Bapak menteri menyampaikan kepada seluruh rektor dan direktur politeknik bahwa mereka tidak dipaksa untuk menerima anak-anak ini di kampus masing-masing, namun karena ini adalah kewajiban negara maka tidak boleh ditolak. Para pimpinan PTN beserta jajarannya harus memiliki pemahaman yang komprehensif tentang program ini, sehingga senantiasa mendapatkan perhatian khusus. Anak-anak ini harus terus diberi bimbingan selama proses pendidikan sesuai kebutuhannya sehingga dapat menyelesaikan pendidikannya dengan baik tanpa pemberian afirmasi dalam kelulusannya. Jadi kalau bisa dianalogkan program ini harus mampu melakukan manajemen “garbage in gold out”. Jadi fasilitas afirmasi hanya diberikan pada saat penerimaan, namun kelulusan harus sesuai dengan kaidah ilmiah dan akademik sehingga tidak mereduksi mutu pengelolaan di perguruan tinggi.

Selanjutnya, agar secara teknis dalam mempersiapkan pelaksnaan program ini berjalan dengan baik, direktur pembelajaran dan kemahasiswaan Ditjen Dikti, Dr. Illah Sailah menyampaikan berbagai kebijakan yang telah diputuskan oleh kementerian antara lain, kuota program afirmasi tahun 2015 adalah 900 orang peserta yang dibagi pada daerah 3T sebanyak 500 orang dan di Papua dan Papua Barat sebanyak 400 orang. Namun atas usul dari Rektor Universitas Papua, Dr. Suriel Mofu, dan sesuai dengan arahan bapak menteri sebelumnya, maka kemungkinan kuota ini masih dapat ditambah setelah melihat perkembangan peminatnya. Sebanyak 39 PTN diseluruh tanah air akan menerima mereka yang lulus dari SMA sederajat sesuai dengan ketentuan, dan 22 atau bahkan 24 Politeknik negeri akan menerima mereka yang berminat pada program vokasi dan atau lulusan dari SMK dan sederajat. (Sekretariat, melaporkan langsung dari Jakarta).

Posted in Uncategorized | Leave a comment

KONFERENSI ASAIHL 2014, “Education Innovation for the Knowledge-based Economy: Curriculum, Pedagogy and Technology”

Nanyang Technological University, Singapore  3-5 Desember 2014

Konferensi ke 139 Association of Southeast Asia Institutuion of Higher Learning, ASAIHL diselennggarakan di Nanyang Technolgical University, Singapore tangal 3 – 5 Desember 2014 dengan tema “Education Innovation for the Knowledgw based Economy : Curriculum, Pedagogy and Technolgy”. Konferensi ini dihadiri oleh 250 peserta yang sebagian besarnya adalah pimpinan perguruan tinggi di kawasan Asia dan bahkan dari USA dan Eropa. Delegasi dari Indonesia berperan aktif dalam konferensi ini dengan menghadirkan beberapa perguruan tinggi, baik PTN maupun PTS, baik sebagai pembawa paper maupun peserta diskusi. Presiden ASAIHL, Prof. Dr. Dr. Idrus A. Paturusi, mantan Rektor Unhas dalam sambutannya menyampaikan bahwa; Tema yang diangkat pada konferensi kali ini sangat tepat dan sesuai dengan moment penting bagi perguruan tinggi ASEAN dalam rangka menghadapi  ASEAN COMMUNITY 2015 yang mulai dilaksanakan kurang dari satu bulan lagi. Tahun 2015 adalah era baru bagi masyarakat ASEAN dengan komitment kesepakatan menjadi satu kawasan ekonomi eksklusif  dunia yang akan disegani oleh komunitas kawasan dunia lainnya. Hanya dengan semangat ASEAN dan kebersamaan kita, maka tantangan yang semakin kompleks dan progresif selama ini akan dapat diatasi dalam rangka memberikan kesejahteraan dan rasa aman bagi masyarakat diseluruh kawasan ASEAN. Pendidikan tinggi adalah sektor terdepan untuk menyukseskan komitmen ASEAN 2015 ini. Tanpa keterlibatan yang intensif dari perguruan tinggi, niscaya semua cita-cita yang kita impikan dalam kerjasama ASEAN ini,  tidak akan membuahkan hasil seperti yang kita harapkan. Untuk itu perguruan tinggi harus terus melakukan inovasi dan kreasi serta pengembangan sistem pembelajaran yang semakin berkualitas efisien dan efektif dengan memanfaatkan kemajuan sistem yang berbasis pada teknologi informasi dan networking.

Konferensi kali ini menyajikan beberapa paper untuk dishare melalui pengalaman para pimpinan perguruan tinggi dari berbagai penjuru dunia, dalam mengembangkan sistem pembelajaran modern sesuai dengan perkembangan teknologi informasi.

Turut menyampaikan keynote speach adalah Dr. David Sousa, pakar pendidikan dari USA dengan judul sesuai bukunya yang sempat menjadi the best seller : How the Brain Learns, New and Existing Finding.  Keynote speaker berikutnya seorang pakar Psikologi pendidikan, Dr. Allison Rosset dengan judul “Sleepless  in Higher Education; New Roles, Form, and Urgency. Keduanya tampil dengan memukau para peserta dengan menyajikan hasil-hasil penelitian dan pandangan teoritiknya tentang perkembangan sistem pembelajaran di perguruan tinggi seiring dengan pemanfaatan teknologi informasi akhir-akhir ini.

Sejumlah  56 Paper dari berbagai perguruan tinggi di seluruh dunia yang ditampilkan pada konferensi ini dan dibagi dalam 4 sesi paralel. Paper dari Indonesia cukup banyak diantaranya ; Anak Agung Putri Ratna dari UI dengan judul, Curriculum development for supporting research-based student centered active learning : the case of Universitas Indonesia,  Dr. Didik Santoso dengan judul; Developing speaking materials for English education depertment students base on accelerated learning approiach. Paper selanjutnya oleh Tatik Suryani dari STIE Perbanas Surabaya dengan judul; Creating curriculum and academic atmosphere based on Indonesia national qualification framework (INQF) for banking graduates, NN Tri Puspaningsih dari UNAIR Surabaya dengan judul; Harmonization of education program and global workforce demands for higher education in Indonesia.  Paper berikutnya dari Unair oleh Nunuk Dyah Retno Lastuti dengan judul ; Aiming towards graduate quality improvement to achief world class university through implementation of Airlangga integrated management system (AIMS).  Paper selanjutnya oleh Prof. Dr. Muchlas Samani dari UNESA dengan judul; Rethinking education for 21th century ; an Indonesian case.  Dari Universitas Narotama Surabaya menampilkan Rony Wardhana dengan judul paper; Indonesian Traditional Game, an inovatively fun media for student learn management control system. Selanjutnya dari UPI Bandung dibawakan oleh Wachyu Sundayana dengan judul; The readiness of management and organizational behaviour in the implementation of redisign of profesional education for teachers; an UPI experience.

Sejumlah paper menarik dari berbagai negara ikut tampil dalam konferensi ini berdasarkan pengalaman masing-masing perguruan tinggi dalam pengembangan sistem pembelajarannya masing-masing.

Moment penting selanjutnya pada konferensi ini adalah rapat ASAIHL Board member yang dihadiri oleh 12 orang anggota dipimpin oleh Prof. Dr. Idrus A. Paturusi selaku Presiden didampingi oleh Dr. Ninnat Olanvoravurth selaku Sekjen ASAIHL. Rapat mengadakan pemilihan presiden baru periode 2015-2016 dan memilih Prof. Dr. Datuk Mohd. Fauzi Hj. Ramlan, Vice Cencelor Universiti Putra Malaysia (UPM), menggantikan Prof. Dr. Idrus A. Paturusi dari UNHAS.

Ilham Makhmud, melaporkan langsung dari Nanyang Singapore.

 

Posted in Uncategorized | Leave a comment

The 3rd TAIWAN-INDONESIA HIGHER EDUCATION SUMMIT 2014

Forum kerjasama pendidikan tinggi  Indonsia-Taiwan 2014 adalah pertemuan ketiga antar kedua negara. Pertemuan pertama dilaksanakna di National Taiwan Uiversity, Taiwan 2012 dan kedua dilaksanakan di Institute Seni Indonesia Denpasar, ISI-DENPASAR di Bali 2013. Untuk yang ketiga ini kembali diselengarakan di National Taiwan University of Science & Technology dan dilaksanakan pada tanggal 28-30 Oktober 2014.

Atas permintaan pihak Taiwan pada saat pre-meeting di  Jakarta, maka perguruan tinggi yang banyak dilibatkan pada forum ini adalah Politeknik Negeri dengan Institut Seni. Secara kebetulan para Rektor Perguruan Tinggi Negeri sedang mengikuti   the 9th CUPT-CRISU Conference di Khon Khaen Thailand pada tanggal yang sama yaitu 27-30 Oktober 2014. Kegiatan ini oleh Dikti diagendakan sebagai Joint Working Group (JWG), dengan melibatkan Majeli Rektor Perguruan Tinggi Negeri  Indonesia (MRPTNI) bekerjasama dengan Direktorat Kelembagaan dan Kerjasama Dikti untuk kordinasi penyelenggaraannya.  Delegasi Indonesia dipimpin oleh Prof. Dr. Rochmat Wahab, M.PD, Rektor Universitas Negeri Yogyakarta, mewakili Ketua MRPTNI yang sedang mengikuti acara yang sama di Thailand. Jumlah delegasi Indonesia sebanyak 44 orang terdiri atas 11 Direktur Politeknik Negeri, Direktur Institut Seni Indonesia Bandung, dan beberapa wakil rektor perguruan tinggi Negeri  dan swasta beserta  staf Ditjen Kelembagaan dan Kerjasama Dikti.

Pada tanggal 28 Oktober 2014 pagi, bertempat di International Building NTU acara dibuka dengan sambutan dari Dr. Min-ling Yang, Director General of International and Cross Strait Education, Ministry of Education, Taiwan, didampingi oleh Ketua Delegasi Indonesia, Prof. Dr. Rochmat Wahab, Rektor UNY beserta Dr. Ching-Jong Liao, President National Taiwan University of Science and Technology, Taiwan.  Dilanjutkan dengan Keynote Speach dari masing-masing negara, dimana untuk Taiwan dibawakan oleh Dr. Yen-Yi Lee, Director General of Technological and Vocational Education, Ministry of Education. Taiwan dan Dr. Abdillah, Direktur Politeknik Negeri Jakarta. Kedua pembicara menguraikan perkembangan terakhir penyelenggaraan pendidikan Politeknik di masing-masing negara dengan karakteristiknya masing-masing. Dr. Abdillah pada Keynote ini memaparkan presentasi dengan judul  “The Policy and Practice of International Cooperation  in Technological and Vocational  Education of Indonesia”, dan pihak Taiwan menyampaikn judul yang sama yaitu,  The Policy and Practice of International Cooperation  in Technological and Vocational  Education of Taiwan”.

Session berikutnya dibagi secara paralel dengan empat sessions antara lain, Session 1a “International Joint Education Program and its Policies in Taiwan and Indonesia dipimpin  oleh Dr. Ching-Jong Liao, President National Taiwan University of Science and Technology Taiwan dengan Taiwan oleh Dr. Bennet Fu, Associate Dean, Office of International Affair, NTU Taiwan dan dari Indonesia oleh Dr. Irfan Dwidya Prijambada, wakil direktur KKN-UGM. Pada session 1b “Succesful Models in Enhanching Student Mobility” dipimpin oleh Dr. Tjitjiek Srie Tjahjandarie, dari Universitas Airlangga dengan pembicara Taiwan, Dr. Flora Chia-I Chang, President of Tamkang University, taiwan dan dari Indonesia, Dr. Darminto, wakil rektor bidang kerjasama ITS Surabaya. Pada session 2a “The Industry-University Nexus; Best Practice Examples, dipimpin oleh Dr. Kwang-Hwa Lii, Vice President National Central University, Taiwan dengan pembicara Indonesia Dr. Rachmad Imbang, Direktur Politeknik Bandung dan dari Taiwan, Dr. Ching-Fong-Chang, President National Taiwan Ocean University, Taiwan. Sessin 2b “Quality Assurance Mechanism in Taiwan/Indonesia” dipimpin oleh Dr. Wen-Fang Yen, Chair Professor, Hwa Shia University of Technology, Taiwan dengan pembicara dari Indonesia, Dr. Megawati Santoso, dari Dirbelmawa Dikti, dan pembicata Taiwan, Dr. Jin-Li-Su, Dean, Quality Assurance Office, Higher Education Evaluation and Acreditation Council of Taiwan.

Pada Sessi berikutnya yaitu “Networking Strategies for Reinforcing Collaboration between Taiwan Indonesia, salah satu pembicara dari Indonesia, Dr. Setiawan, wakil rektor bidang kejasama Universitas Padjadajaran membawakan materi tentang LAMKES 2014 sebagai kebijakan baru di Indonesia. Dr. Setiawan menguraikan bahwa Sistem LAMKEs 2014 adalah kebijakan baru pemerintah Indonesia khususnya dibidang pendidikan kedokteran. Kebijakan baru ini dimaksudkan untuk meningkatkan kompetensi para dokter melalui peningkatan kualitas pendidikan di perguruan tinggi. Untuk iru diperlukan dukungan dalam bentuk spctrum collaboration duibidang academic mobility, capacity building dan joint research. Untuk itu Unpad memfokuskan diri pada kerjasama dibidang penyakit infeksi, onkologi, dan herbal medicine. (Ilham Makhmud, melaporkan langsung dari Taiwan).

Posted in Uncategorized | Leave a comment

The 9th CUPT-CRISU Conference, Khon Khaen Thailand 2014

Konferensi Para Rektor  PTN Indonesia dengan Rektor Perguruan Tinggi Thailand kembali digelar untuk ke 9 kalinya di Khon Khaen University Thailnd, 27 – 30 Oktober 2014. Konferensi tersebut dilaksanakan secara bergantian di Indonesia dan Thailand setiap tahunnya dengan melibatkan para Rektor, Dekan, dan Lembaga kemahasiswaan dengan tiga forum yaitu; Forum Rektor membahas isu-isu dan perkembangan pengelolaan PT di kedua negara, Forum Dekan membahas kerjasama pengembangan ilmu pengetahuan diberbagai bidang, dan Forum Mahasiswa sebagai ajang pengkaderan mahasiswa ditingkat internasional. Delegasi Indonesia, kali ini berjumlah 52 peserta yang terdiri atas beberapa Rektor/Wakil Rektor, dan Dekan mewakili 15 PTN dan dipimpin langsung oleh Ketua MRPTNI, Prof. Dr. Ir. Herry Suhardiyanto, Rektor IPB didampingi oleh Sekjen MRPTNI, Prof. Dr. Ir. Usman Rianse, Rektor UHO Kendari. Disamping Rektor PTN hadir pula beberapa Rektor PTS yang secara kebetulan selama ini telah menjalin kerjasama dengan Khon Khaen University, khususnya dibidang kesmas dan nurse. Turut hadir pula Secretary General of ASAIHL, Dr. Ninnat Olanvoravurth dan undangan penting lainnya Dubes Indonesia untuk Kerajaan Thailan H.E. Mr. Lutfi Rauf,  Dubes Kerajaan Thailand untuk Indonesia  H. E.Mr. Paskorn Siriyaphan, dan Gubernur Province Khon Khaen Mr. Kamthorn Thavonsatit.

The 9th CUPT-CRISU Conference ini dilaksanakan di Hotel and Covention Center, Khon Kaen, dimulai dengan Welcome Dinner oleh President Khon Khaen University, Assoc. Prof. Kittichai Triratanasirichai disertai dengan student performance dari mahaiswa Thailand dan Mahasiswa Indonesia yang sedang studi di Khon Kaen University.  Pada acara konferensi sambutan disampaikan oleh Chairman CUPT Thailand, Assoc. Prof. Dr. Pradit Wanarat dan dilanjutkan dengan sambutan dari President CRISU Indonesia, Prof. Dr. Ir. Herry Suhardiyanto, Msc, Rektor IPB. Turut serta menyampaikan welcome remark, Dubes Indonesia untuk kerajaan Thailand, Bapak Lutfi Rauf dengan judul “ Developing sustainable parnership”, diman thema tersebut sangat relevan dalam menyongsong peringatan 65 tahun kerjasama bilateral antara Indonesia dan Thailand pada tahun 2015 yang akan datang. Turut menyampaikan remark adalh berturut-turut Mr. Kamthorn Thravonsatit (Gubernur Provinsi Khon Kaen), Assoc. Prof.Dr. Kittichai Trirattanasirichai (President of K.K.U), dan konferensi dibuka oleh Assoc. Prof. Dr. Piniti Ratananukul (Secretary General, Office of Education Council Assoc. Thailand).  Acara dilanjutkan dengan special talk dengan judul “ Reaching all Learners: The challenge of Diversity” oleh Assoc. Prof. Dr. Piniti Ratananukul dan “Developing Sustainable Partnerships”  oleh H.E.Mr. Paskorn Siriyaphan (The ambassador of King Thailand to Republic of Indonesia), dan diakhiri dengan presentasi dari Sekjen ASAIHL, Dr. Ninnat Olanvuravurth dengan judul “Fostering Greater Compatibility for Indonesia and Thai education”.

Pada hari berikutnya adalah Focal Group Discussion pada Forum Rektor yang difasilitasi oleh Assoc. Prof. Tawalwong Ratnasiri, MD (Vice President for International relations and Strategy, KKU) , namun dalam kesepakatan Forum memilih Prof. Dr. Ir. H. Usman Rianse, M.S (Secretary General of CRISU) untuk memimpin rapat tersebut. Pada kesempatan ini juga hadir beberapa pimpinan (Rektor dan Direktur) dari PTS Indonesia. Thema diskusi adalah: “IMPROVING NETWORKING BETWEEN INDONESIA AND THAILAND EDUCATION SYSTEMS”. Forum ini memutuskan beberapa agenda penting Kerjasama Indoseia-Thailand  ke depan, namun yang paling mengemuka adalah:

  1. Perlu peningkatan kerjasama PT Indonesia-Thailand dalam arti yang lebih luas, khususnya pertukaran mahasiswa, peneliti, dosen dan publikasi bersama.
  2. Dalam menyambut ASEAN Community, maka perlu dipikirkan bagaimana penyamaan persepsi atas mata kuliah dan penilaian, sehingga memudahkan sistem penilaian dan student mobility antar PT Indonesia-Thailand.
  3. Dengan kehadiran PTS yang cukup banyak pada pelaksanaan 9 th CRISU-CUPT di Khon Kaen, maka perlu dipikirkan untuk menata-ulang keanggotaan CRISU-CUPT, untuk melibatkan anggota dari PTS baik dari Thailand maupun dari Indonesia. Oleh karena itu digagas istilah INDONESAI-THAI (LAND) PROJECT  sehingga tidak ada exclusivisme PTN. Masalah ini perlu dibahas lebih lanjut antar pimpinan CRISU dan CUPT, dengan waktu dan tempat akan ditentukan kemudian.
  4.  Pertemuan tahun depan untuk 10th CRISU-CUPT  Conference akan dilaksanakan di IPB, Bogor. Waktu pelaksanaanya menunggu informasi lebih lanjut dari panitia pelaksana.

Pada sesi paralel dihari yang sama, diadakan FGD antara para Dekan Fakultas dari kedua negara, dengan tema ; “Quality Assurance and Credit Transfer”.Tema ini memutuskan untuk menyamakan standarisasi mutu alumni dalam menghadapi ASEAN Community. Oleh karena itu maka penliaian mata kuliah (muatan kredit/matakuliah), jenis mata kuliah utuk setiap PS dan jumlah SKS untuk setiap strata  perlu didesain sedemikian rupa agar memudahkan pertukran mahasiswa Indonesia dan Thailand.

Sesi paralel lainnya adalah FGD Student forum dengan tema ; “Supporting Students to Become Innovative and Global Citizens:.

Acara pada hari kedua ini akhirnya ditutup dengan rapat khusus dari board The CRISU-CUPT Committee’s dan Reception Dinner oleh CUPT yang dimeriahkan dengan pertunjukan kesenian dari mahasiswa Thailand dan Indonesian.

Hasil evaluasi kedua pihak dalam penyelenggaraan CUPT-CRISU Conference memberikan kesan yang baik bagi penyelenggara dimana Conference 9th CRISU-CUPT  sungguh dipersiapkan dengan baik, mulai dari penjemputan tamu, penginapan, venue, Forum diskusi, lunch dan dinner, serta acara lainnya.

Diharapkan hal ini menjadi contoh untuk penyelenggaraan The 10th CRISU-CUPT atau INDONEIA-THAILAND  Project yang akan datang.

Pada hari ketiga dilaksanakan presentasi paper dari tiga group yang membahas tentang pengalaman kerjasama Indonesia-Thailand, baik yang studi di Indonesia maupun yang studi di Thailand. Dan diakhiri dengan acara makan siang dan Halfday Tours yang terbagi dalam 3 group sesuai dengan tujuan kunjungan. Salah satu objek wisata yang dikunjungi adalah : Community Park yang dikelola oleh masyarakat Desa, yang konsisten memelihara berbagai jenis ular dan satwa lokal dengan mempromosikan “ Cobra Dance” yaitu paduan antara tarian orang dan tarian ular kobra. (Dilaporkan langsung dari Khon Khaen oleh Tim Humas UHO Kendari).

Posted in Uncategorized | Leave a comment