PEMBAHASAN TUKIN DAN REMUNERASI DI PTN OLEH PARA PR/WR2 PTN DENGAN PENGURUS MRPTNI

Masalah tunjangan kinerja (tukin) bagi tenaga pendidik (tendik) dan remunerasi di PTN semakin menimbulkan pertanyaan dan keresahan para wakil rektor 2 bidang adminstrasi dan keuangan di PTN. Masalahnya adalah disparitas yang lebar atas penerimaan tukin bagi tendik terhadap tunjangan fungsional yang diterima oleh para dosen di PTN. Untuk itu forum wakil rektor 2 yang diwakili oleh 10 PR/WR2 PTN mengadakan dialog dengan pengurus MRPTNI di Hotel Sari Pan Pacific tanggal 15 Juli 2014, untuk mencari solusi penyelesaian masalah ini. Para WR 2 dipimpin oleh WR2 UNS Prof. Dr. Jamal Wiwoho, sementara pengurus inti MRPTNI hadir Ketua MRPTNI, Prof. Dr. Ir. Herry Suhardiyanto, Sekjen MRPTNI, Prof. Dr. Ir. H. Usman Rianse, dan Bendahara MRPTNI, Prof. Dr. Rochmat Wahab, MA, MPd, dan rektor pengurus MRPTNI lainnya.

Inti masalahnya adalah dikesampingkannya para dosen atas penerimaan tunjangan kinerja sebagaimana diatur dalam Perpres 88, 2013 dan Permendikbud 107 tentang Tunjangan Kinerja. Disamping itu, surat edaran Dirjen Dikti S1/68 bahwa tidak diperkenankan lagi honor apapun bagi dosen dan bagi PTN BLU yang tidak melaksanakan peraturan ini hingga Desember 2014 akan dikembalikan statusnya menjadi PTN Satker.

Rektor Universitas Andalas, Dr. Werry Dartataifur menyampaikan bahwa PTN diluar Jawa sangat kesulitan dengan peraturan ini. Untuk itu dimohon agar MRPTNI mengusulkan agar perpres tersebut direvisi, bukan justru PTN yang sudah maju di Pulau Jawa meninggalkan para PTN diluar Jawa yang kesulitan. Dimana letak keadilannya, Dr. Werry mempertanyakan, disamping itu pembayaran tukin jangan dikaitkan dengan PNBP.  Untuk itu ketua MRPTNI, Prof Herry Suhardiyanto mengusulkan agar PTN tertentu perlu mendapat support dari sumber lain diluar PTN dan status, sumber serta besarannya perlu disingkronkan dengan angka yang komprehensif. Jadi intinya adalah ada skenario harmonis yang memperkecil disparitas PTN dan kalau perlu dipetakan mulai dari Unsyiah hingga ke Musamus.

Karena alotnya diskusi ini maka MRPTNI akhirnya membetuk 4 kelompok diskusi kecil (small working group) dari seluruh pengurus  MRPTNI untuk mengkaji dan merumuskan solusi terbaik yang menjadi usulan MRPTNI kepada Mendikbud dalam waktu dekat. Keempat kelompok ini akan membahas bukan hanya masalah tunjangan kinerja dan remunerasi namun menyangkut seluruh program kerja MRPTNI masa bhakti 2014-2016 yang sudah dirumuskan di Bogor pada rapat kerja pengurus bulan Maret 2014 yang lalui. Adapun keempat SWG tersebut masing-masing; bidang kebijakan dan tata kelola, koordinator : Rektor UGM,  dengan anggota, Rektor UT, UNRI, UNDIP, UNNES, UNAIR, UNPAT, ITS, IPB, UNY, UNIPA, UNSOED dan UNPATTI; bidang Akademik dan Kemahasiswaan, koordinator : Rektor UT dengan anggota, Rektor UNDIP, UNHAS, UNMUL, UNSOED, UB, UNY, IPB, UHO, IAIN Wali Songo, UIN Sunan Ampel, UNPATTI, UNAIR, UNICEN dan ITS; bidang SDM, koordinator : Rektor UNESA dengan anggota, Rektor UMRAH, UNRAM, UNKHAER, UHO, UNIPA dan UNHAS, ; bidang Keuangan, koordinator : Rektor UNAND dengan anggota, Rektor UNS, UNSRI, ITS, UNNES, UNPAD, UHO, dan UNHAS. (Sekrt MRPTNI, Jakarata).

Posted in Uncategorized | Leave a comment

DIRJEN PENDIDIKAN TINGGI MERESMIKAN FORUM KOMUNIKASI PR/WR1 PTN SE INDONESIA

Bertempat di ruang Cendana Hotel Sari Pan Pacific Jakarta 14 Juli 2014, Dirjen Pendidikan Tinggi, Prof. Dr. Ir. Djoko Santoso, MSc didampingi Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) Ditjen Dikti, Dr. Illah Sailah meresmikan Forum Komunikasi PR/WR1 PTN se Indonesia dan sekaligus launching milis forkom-akademik yang menjadi sarana komunikasi antar Pembantu/Wakil Rektor 1 bidang akademik PTN seluruh Indonesia. Turut hadir dalam acara tersebut, Ketua Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia, Prof. Dr. Ir. Herry Suhardiyanto, MSc, bersama dengan Wakil Rektor Akademik IPB, yang sekaligus ketua Forum komunikasi PR/WR1 PTN se Indonesia Prof Dr. Ir. Yonny Kusmaryono yang telah dipilih oleh forum sebelumnya di Bogor bulan April yang lalu. Beberapa rektor menyempatkan hadir bersama dengan seluruh PR/WR 1 PTN seluruh Indonesia. Forum ini dibentuk untuk menjawab tantangan dan permasalahan penyelenggaraan pendidikan bidang akademik di perguruan tinggi. Dengan diresmikannya milis ini maka sarana komunikasi yang cepat dan efektif bagi para PR/WR1 1 akan lebih mudah, termasuk share berbagai masalah dibidang akademik.

Dirjen Pendidikan Tinggi selanjutnya memanfaatkan moment ini untuk menyampaikan penjelasan lebih terperinci tentang substansi Permendikbud 49/2014 tentang Satandar Nasional Pendidikan Tinggi. Ruang lingkup standar nasional pendidikan tinggi meliputi standar nasioanal pendidikan, standar nasional penelitian dan standar nasional pengabdian pada masyarakat dengan tujuan menjamin tercapainya tujuan pendidikan tinggi, menjamin mutu pembelajaran, penelitian dan pengabdian pada masyarakat, dan mendorong perguruan tinggi melampau standar nasioanl pendidikan tinggi. Untuk itu standar nasional pendidikan tinggi menjadi dasar pemberian izin pendirian PT dan izin pembukaan Prodi. Juga digunakan sebagai dasar penyelenggaraan pembelajaran, penelitian dan pengabdian pada masyarakat.

Dalam standar nasional pendidikan tinggi ini mencakup 8 standar antara lain; standar kompetensi lulusan, standar isi pembelajaran, standar proses pembelajaran, standar penilaian pembelajaran, standar dosen dan tenaga kependidikan, standar sarana dan prasarana pembelajaran, dan standar pembiayaan pembelajaran.  Dirjen menjelaskan bahwa standar ini hanya merupakan standar minimal yang harus dipenuhi oleh perguruan tinggi. Kalau dikonvesi ke skala 1-10 maka standar ini hanya di point 5,5. Artinya perguruan tinggi yang mencapai point 5,49 dinyatakan tidak memenuhi standar. Harapan kita tentunya para PT dapat melampaui point 5,5 dan kalau perlu di point 9,5 dan seterusnya.

Setelah pemaparan Dirjen pendidikan tinggi dilanjutkan dengan dialog yang alot antara para PR/WR1 dengan Dirjen dan Direktur Belmawa mengenai tntangan implementasi permendikbud ini kedepan. Namun secara umum dialog ini memberikan pemahaman dan pencerahan kepada seluruh PTN tentang substansi dari Permendikbud 49/2014. (Sekr. MRPTNI Jakarta).

Posted in Uncategorized | Leave a comment

KONFERENSI ke 139 ASSOCIATION OF SOUTHEAST ASIAN OF HIGHER LEARNING DI UNIVERSITE MONPELLIER 2 FRANCE 11-13 Juni 2014

Idrus Paturusi, Menyampaikan Pidato sebagai President ASAIHL, di Prancis

Idrus Paturusi memimpan Rapat Board of Trustee ASAIHL di Prancis

Konferensi ke 139 “Association of Southeast Asian & Pasific Institutions  of Higher Learning, ASAIHL dengan Tema “Enhancing European and Asian Academic System Compatibility, dilakasanakan di Institute of Botany, Universite Montpellier 2  France,  10-13 Juni 2014. Pembukaan konferensi dilakukan di gedung auditorium yang telah berusia ratusan tahun dilakukan oleh Prof. Idrus Paturusi, President of ASAIHL dan mantan Rektor UNHAS. Ikut hadir President Universite Montpellier Prof Michel Robert, Sekjen ASAIHL Prof. Ninnat Olanvoravurth, President Pes-Comue Prof Phillippe Auge, Vice President for International Relation Universite Montpellier 2 beberapa Rektor dari Indonesia al; Rektor IPB, Prof  Herry Suhardiyanto, sekaligus sebagai Ketua Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia MRPTNI, Rektor Universitas Haluoleo, Prof Usman Rianse, yang juga Sekjen MRPTNI, Rektor Universitas Andalas, Dr. Werry Dartataifur, Rektor UIN Semarang, Prof Muhibin Nur, Rektor UIN Sumatera Utara, dan Prof. Fadli  Lubis. Pembicara kunci konferensi ini Dr Jean-Jacques Bernatas dari ADB dan Prof. Pierre Sebban, Rector of Science and Technologies of Hanoi (USTH).  Disamping para rektor, hadir pula delegasi PTN Indonesia membawakan paper al; Irawan Yusuf dari Unhas,  Sultana Farad dan Hertanto W Subagyo dari Universitas Diponegoro, Ahmad H Sadewa, Sofia Mubarika Haryana dan Bernardinus dari Universitas Gajah Mada, Edy Hartulistiyoso dari IPB, Gusti Hardiyansa dari Universitas Tanjungpura,  Adhy Prayitno dari Universitas Riau dan Zainul Fuad dari UIN Sumatera Utara. Selain dari Indonesia hadir delegasi De la Salle University Phillipines, University of Kelaniya Sri Langka, University Putra Malaysia, Chulalongkorn University Thailand, Build Bright University France, Technological University of Philipines, Universite Catholique de Louvain Belgia, Universite Montpellier France, Naresuan University of Thailand, Prince of Songkla University of Thailand, dan Islamic Azad University Teheran.

Ini adalah untuk pertama  kalinya konfefensi ASAIHL dilaksanakan di Eropa, menyusul keikut sertaan  Keuka College sebagai pelaksana konferensi tahun 2011 lalu di Buffalo New York USA. Prof. Idrus Paturusi dalam sambutannya sebagai Presiden ASAIHL menyampaikan bahwa bahwa ini adalah untuk kedua kalinya menyampaikan pidato pembukaan “speach address”  pada konferensi ASAIHL, setelah konferensi ke 138 di Srilangka, Colombo tahun 2013 yang lalu. Pada sambutan saya di Colombo tahun lalu, saya kemukakan bahwa Perguruan Tinggi di negara manapun di seluruh bagian dunia ini dalam kenyataannya di haruskan meningkatkan kapasitas memproduksi hasil-hasil penelitian untuk memperkuat ilmu pengetahuan yang berkembang sangat cepat dan berdampak global.  Saat itu, kita di ASAIHL sepakat bahwa hanya dengan kerjasama dan saling pengertian yang menjadi kunci untuk mencapai tujuan itu. Kerjasama dan saling pengertian selalu dibutuhkan mengingat adanya perbedaan-perbedaan diantara kita seperti perbedaan politik, sosial ekonomi dan budaya, sehingga kitapun berbeda dalam merespon setiap perkembangan. Masyarakat dunia sudah merasa sangat dekat satu sama lain akibat kemajuan teknologi, khususnya dibidang informasi teknologi. Sehingga semakin hari perbedaan-perbedaan semakin tereduksi menjadi sesuatu yang sifatnya global. Tentu hal ini akan menimbulkan konsekwensi/dampak yang harus dihadapi secara arif dan bijaksana. Untuk itu kerjasama dan saling pegertian menjadi kunci utama dan harus terus diupayakan,  sebagaimana berkumpulnya kita pada hari ini di Monpellier Prancis mengemukakan gagasan-gagasan strategis masing-masing. Saat ini, kita di Asia telah sepakat menjadi satu kesatuan dalam komunitas Ekonomi Asean 2015. Tentu hal ini sangat besar dampaknya bagi perguruan tinggi masing-masing di kawasan Asean. Dalam waktu satu tahun kedepan kita sudah harus melaksanakan sinkronisasi dan adjustment untuk hidup berdampingan dalam satu komunitas bersama, ASEAN COMMUNITY 2015 dan kita harus dapat memperoleh mutual benefit atas kesepakatan itu.  Hal yang sama telah terjadi pada dekade yang lalu, dimana masyarakat Eropa memutuskan untuk bersatu dalam satu komunitas Uni-Eropa. Untuk itu, kita yang berada dikawasan Asean hendaknya banyak belajar “lesson learn” dari pengalaman  “best experience” perguruan tinggi di kawasan Eropa yang telah lebih dahulu mengalaminya. Melalui forum ASAIHL Conference ini saya mengusulkan agar kerjasama antar perguruan tinggi terus diperluas, bukan hanya dikawasan ASEAN saja tetapi diperluas lagi ke berbagai kawasan termasuk di Eropa ini. Kerja sama yang dapat diusulkan masih sangat terbuka lebar antara lain, pertukaran mahasiswa, studen mobility, pertukaran staf dan professor, penelitian dibidang  krisis pangan dan energi, demikin Idrus Paturusi menutup pidato sambutannya, (Ilham Makhmud, melaporkan langsung dari Montpellier Prancis).

Posted in Uncategorized | Leave a comment

FOCUSED GROUP DISCUSSION TNI – MRPTNI

Kepala staf Angkatan Darat, Jenderal Budiman, senin 26 Mei 2014 mengundang para Rektor PTN untuk menghadiri Focal Group Discusion (FGD) bersama dengan jajaran pimpinan TNI AD dan para panglima kodam seluruh Indonesia tentang Strategi Pembinaan Teritorial TNI AD dimasa yang akan datang. Acara tersebut digelar di Aula Jenderal Nasution Mabes AD di jakarta. Ketua Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia, MRPTNI, Prof. Dr. Herry Suhardianto yang memimpin rombongan Rektor-Rektor dan berhasil mengajak lebih dari 50 Rektor menghadiri acara tersebut. Hampir seluruh panglima Kodam hadir pada acara ini, dan dipihak Rektor nampak hadir, Rektor UI Prof. Muhammad Anis, Rektor UGM, Pof. Pratikno, Rektor UNPAD, Prof. Ganjar Kurnia, Rektor ITS, Prof. Tri Yogi Yuwono, Rektor Haluoleo, Prof. Dr. Usman Rianse, Rektor UNHAS, Prof. Dwia Aries Tina, Rektor Cendrawasih, Prof. Dr. Karel Sesa,  Rektor UNSYIAH Aceh, Prof. Samsul Rizal dan beberapa Rektor lainnya dari Aceh hingga Papua.  Kastaf AD Jenderal Budiman memulai sambutannya dengan memaparkan latar belakang FGD ini. Dalam sambutannya beliau menyampaikan perlunya pengembangan strategi jangka panjang teritorial TNI AD mengingat pesatnya perkembangan persenjataan dan teknologi “cyber” serta teknologi informasi global saat ini. Langkah transformasi AD sesuai dengan fungsi utamanya yaitu; pertempuran, teritorial dan dukungan memerlukan presisi  teknologi dan riset mendalam dari perguruan tinggi yang memiliki berbagai sumber daya yang siap disinergikan. Dalam sejarah,  banyak sekali temuan-temuan meliter dan perguruan tinggi yang dapat disinergikan untuk tujuan transformasi ini. Sangat diperlukan dukungan teknologi yang presisi antara lain nano teknologi, satelit, kimia, biologi dll. Setiap PTN di Indonesia mempunyai keunggulan masing-masing, untuk itu TNI AD mengajak MRPTNI yang menghimpun seluruh PTN ini untuk menandatangani MoU yang akan memayungi kerjasama setiap PTN dengan unsur TNI AD di berbagai daerah bersama dengan Kodam masing-masing diseluruh tanah air. Seperti diketahui bahwa banyak negara “rubuh” bukan karena perang, namun kalah karena soft-power. Soft power disini meliputi unsur ekonomi/finance, informasi dll.   Untuk itu hard power yang dmiliki harus didukung oleh kemampuan soft power yang baik guna menjaga kesejahteraan dan keutuhan NKRI. Bentuk kerjasama yang diinginkan adalah sistem pembinaan dan pengembangan pendidikan dan penelitian  bagi personil  TNI AD hingga pada tingkat master dibidang terapan seperti , psikologi, presisi sistem informasi, nano teknologi, manajemen logistik dll.

Sementara itu  ketua MRPTNI, Prof. Herry menyampaikan dalam sambutannya bahwa ini adalah suatu kehormatan bagi para Rektor, dan kami merasa tersanjung karena diundang oleh KASAD dan bahkan diberikan pengawalan khusus dari tempat asal hingga ke Mabes AD. Interaksi ini sangat baik dan strategis dan merupakan tindakan cerdas dari Mabes AD. Prof. Herry menyampaika bahwa hanya sebagian kecil saja dari institusi negara yang masih dipercaya oleh masyarakat saat ini, antara lain adalah kedua institusi ini, TNI dan PTN.  Untuk itu kedua institusi ini harus menjadi kekuatan inti dalam mamajukan bangsa sebagaimana cita-cita para “founding father”  negeri ini, yaitu masyarakat yang adil, makmur dan berdaulat. Ia menambahkan bahwa soal demografi memang sangat perlu dibahas dan dijadikan suatu dukungan dalam mencapai kesejahteraan dan jangan sampai menjadi demografi “dissaster”. Anak muda di PT yang jumlahnya besar ini harus diarahkan untuk melakukan kebaikan dan niscaya hasilnya juga akan luar biasa baiknya. Sebaliknya bila mereka mengarahkan potensinya melakukan hal-hal buruk, kan menghasilkan keburukan yang luar biasa. Untuk itu mereka perlu diberikan pemahaman tentang kesadaran berbangsa dan bernegara.  Demokratisasi harus dikelola dengan baik di kampus-kampus melalui pemahaman mendasar tentang cita-cita bangsa dalam UUD 45 yaitu melindungi segenap bangsa Indonesia, menciptakan kesejahteraan dan perdamaian dimana-mana. TNI harus menyatu dengan rakyat,  adalah dambaan untk mencapai cita-cita bangsa ini. Dalam mewujudkan kesejahteraan misalnya, apakah demokrasi dan reformasi yang kita terapkan sudah sesuai dengan cita-cita pada Panca Sila dan UUD 45 itu. Hikmat kebijaksanaan, kerakyatan yang dipimpin oleh permusyawaratan dan perwakilian, sudah dijalankan dengan benar? dan bukan menjadi  interpretasi atau opini seseorang saja. Untuk itu,  setiap UU harus benar-benar dikaji secara mendalam di kampus-kampus, apalagi kalau UU itu merupakan pesanan berbagai pihak, maka harus dikaji kebenaran, data, tantangan dan obyektifitasnya. Demokrasi ekonomi harus dipastikan dan diterapkan dikemudian hari. Untuk itu, kami para rektor berkomitmen bersama dengan TNI untuk membangun sinergi dan pegembangan soft power, melalui pengembangan pendidikan personil TNI di kampus-kampus, utamanya bidang magister terapan; HRD, Psikologi, Informatika, pemahaman babinsa tentang ilmu pertanian, nelayan dan peternakan, kebutuhan presisi elektornika, antropologi,  kimia biologi, untuk melahirkan smart power menghadapi dinamika global smapai kapanpun. (Sekr, melaporkan langsung dari Mabes AD, Jakarta)

Posted in Uncategorized | Leave a comment

RAPAT KERJA PENGURUS MRPTNI MASA BHAKTI 2014-2016

Setelah pengurus definitif MRPTNI masa bakti  2014-2016 ditetapkan, maka ketua MRPTNI, Prof. Dr. IR. Herry Suhardiyanto, MSc mengumpulkan para pengurus baru untuk menyusun program kerja masa bakti 2014-2016. Sempat hadir 16 Rektor PTN pengurus MRPTNI pada rapat  tersebut yang dilaksanakan di  ICC Botanical Garden, Mall milik IPB di Bogor, 4-5 April 2014. Rapat dipimpin oleh Prof. Herry dan didampingi oleh Sekjen MRPTNI masa bakti 2014-2016, Prof. Dr. Ir. Usman Rianse, MS, Rektor UHO Kendari dan bendahara umum Prof. Dr. Rochmat Wahab, MPd, M.A, Rektor UNY Yogyakarta.

 Diawal pertemuan, ketua MRPTNI mengusulkan kepada seluruh ketua-ketua bidang untuk menyusun program sendiri bersama dengan wakil-wakil sekjen masing-masing. Namun karena keterbatasan waktu, para Rektor, peserta raker mengusulkan agar penyusunan program dilakukan melalui sidang pleno saja dan juga mengingat isu strategis yang mendesak cukup banyak. Untuk itu, pada rapat kerja ini belum ditetatpkan program kerja secara mendetail, waktu, tempat dan penanggung jawab pelaksanaanya, namun masih merupakan “brain storming” dan inventarisasi isu yang akan diimplementasikan dalam bentuk kegiatan. Hasil rapat ini akan didistribusikan kembali kepada para pengurus dan selanjutnya akan diadakan rapat khusus untuk mempersiapkan implementsi egiatan dua tahun kedepan.

Hasil pertemuan  ini disusun berupa inventarisasi isu strategis yang mendesak untuk dilaksanakan oleh pengurus MRPTNI hingga 2016 dan masa yang akan datang dengan isu-isu sebagai berikut :

INVENTARISASI MASALAH UNTUK PERUMUSAN PROGRAM MRPTNI 2014-2016

(Hasil RAKER MRPTNI Di BOGOR, 4-5 April 2014).

  1. Kajian tentang kebijakan dan rencana kebijakan kementerian Pendidikan dan Kebudayaan R.I
  2. Pengangkatan Dosen dan Tendik PNS di PTN, terutama di PTN yang baru beralih status dari PTS ke PTN
  3. Kejelasan keterlibatan PTN untuk rekruitmen Dosen sesuai dengan Renstra Pengembangan SDM masing-masing PTN
  4. Kejelasan kriteria perizinan pimpinan PTN yang akan ke luar negeri, terkait dengan peningkatan publikasi internasional dan kerjasama akademik luar negeri
  5. Dasar perhitungan alokasi anggaran termasuk BOPTN dan keluwesan penggunaannya
  6. Pertemuan/Dialog  MRPTNI dengan Pihak Institusi terkait diluar Kemdikbud
  7. Master plan pembangunan kampus serta dukungan infra struktur untuk pengembangan kampus masing-masing PTN terkait dengan kebijakan alokasi anggaran
  8. Fasilitasi penerbitan Jurnal baru dan Penguatan Jurnal nasional untuk menjadi jurnal internasional PTN.
  9. Pendirian Lembaga Akreditasi Jurnal Ilmiah Independen
  10. Pembentukan lembaga Indexing Jurnal Ilmiah
  11. Kejelasan acuan percepatan peningkatan status PTN dan PTN-BLU menjadi PTN-BH
  12. Peninjauan kembali tentang kebijakan prinsip linieritas bidang studi untuk Dosen mencapai jabatan LK dan GB
  13. Fasilitasi dosen yang akan melakukan pergeseran peminatan bidang ilmu dari bidang ilmu yang urgensi pengembangannya melemah ke bidang ilmu baru yang sangat urgen
  14. Peninjauan kembali kriteria TPA sebagai salah satu parameter dalam penetapan kelulusan Serdos dan kesesuaian dengan bidang ilmunya.
  15. Penetapan nilai minimum TOEFL dalam persyaratan Serdos
  16. Evaluasi proses rekruitmen dan alokasi PTN-Politeknik untuk Program Afirmasi Pendidikan Tinggi untuk mendukung kemajuan daerah secara komprehensif dan holistik.
  17. Kejelasan biaya pengelolaan dan SDM Rumah Sakit PTN

PROGRAM MRPTNI YANG BELUM DIREALISASIKAN
PADA MASA BAKTI 2012-2014

GAGASAN UMUM MRPTNI

  1. Menjalin kerjasama yang lebih baik antara sesama PTN di Indonesia melalui (ujian masuk yang lebih proporsional, student exchange, credit transfer, dual degree, KKN bersama, pemagangan dosen dsb.)
  2. Membangun kerjasama dengan PT Luar negeri dan secara bersama-sama aktif mengikuti kegiatan Ilmiah Internasional dalam rangka menghadapi ASEAN Community 2015
  3. Penyebaran “centre of excellent” pada berbagai PTN
  4. Mendorong PTN lain agar bisa mengembangkan “centre of excellent” yang punya karakter sendiri dan tidak duplikasi dengan yang telah ada, sehingga menumbuhkan pusat unggulan tertentu.

    TATA KELOLA ORGANISASI

  5. Status Hukum MRPTNI melalui pencatatan di Kemhukham, dengan segala konsekwensinya
  6. Pembagian tugas sesama pengurus (wakil ketua, koordinator wilayah dsb), belum berjalan efektif
  7. Penyempurnaan AD-ART  yang lebih komprehensif
  8. Perlu dirumuskan jalannya organisasi ini (termasuk iuran, kalau bisa ditagih terus kepada yg belum bayar), ini penting untuk menjalankan organisasi.
  9. Harus dibuat program yang dirasakan manfaatnya oleh anggota MRPTN
  10. Pada rapat Kerja ini perlu dirumuskan agenda yang akan dilakukan kedepan

    PERAN STRATEGIS MRPTNI

  11. Sebagai mitra oleh Kemdikbud, belum berjalan dengan baik. Salah satu contoh dalam membuat PP, Permen atau kebijakan yang berdampak langsung pada PTN oleh Kemdikbud, tidak melibatkan MRPTNI
  12. Sebagai alat pemersatu, (belum berjalan dengan baik). Kita belum saling membantu sesama kita dalam memajukan PT. PT maju belum berperan banyak dalam kemajuan PTN lainnya, terutanma PTN baru.
  13. Program PERMATA (Pertukaran Mahasiswa se Tanah Air) belum berjalan antara wilayah Barat dan Timur
  14. KKN Perbatasan belum berjalan dan terkordinasi dengan baik
  15. Persiapan dan sikap PTN menghadapi ASEAN Community 2015

    ISU MUTAKHIR

  16. Penyelesaian Masalah PTN Baru, antisipasi perubahan jangka pendek
  17. Rekruitmen CPNS di PTN
  18. Renumerasi dan Tunjangan Kinerja Tendik
  19. BOPN dan Bidikmisi
  20. Integrasi Program Afirmasi  ADEM (Ditmen) dengan Program ADik Papua (Dikti) pada tahun 2015
  21. Penetapan PTN Sehat dan Tidak Sehat

    PERTEMUAN INTERNASIONAL

  22. PTN diluar Jawa masih kurang aktif terlibat presentasi paper Internasional :
  • Bulan Juni 2014 akan dilaksanakan Konferensi ASAIHL di Montpellier France dan JWG Prancis di Paris
  • Bulan Oktober 2014 akan dilaksanakan 3rd Japan-Indonesia Conference di Hokkaido Japan
  • Bulan September 2014 akan dilaksanakan  9th CRICU-CUPT Thailand Conference di Khon Khaen University Thailand
  • Bulan September 2014 akan dilaksanakan 4th SUIJI meeting di UNHAS

Sekretariat MRPTNI, melaporkan langsung dri Bogor.

Posted in Uncategorized | Leave a comment