VICE PRESIDENT RECTOR CONFERENCE GERMANY; KEYNOTE SPEAKER DALAM INTERNATIONAL SEMINAR ON UNIVERSITY GOVERNANCE IPB-MRPTNI

President Gottingen University, Prof. Beisiegel yang juga wakil president Rector Conference Germany, memenuhi undangan Ketua MRPTNI Prof. Dr. Herry Suhardiyanto untuk menjadi pembicara kunci satu-satunya pada International Seminar on University Governace yang dilaksanakan di IPB Bogor tanggal 14 Agustus 2014. Turut hadir para Rektor dan Wakil Rektor PTN anggota MRPTNI dimana enam universitas diminta sebagai penanya pembanding yaitu; UGM, UNSIAH, UHO, UNHAS, UNSRI dan UNJA dan seminar dipandu oleh moderator, rektor Universitas Terbuka, Prof. Dr. Tian Belawati.

Prof. Beisegel secara panjang lebar menjelaskan hakekat perguruan tinggi riset dan bagaimana menggiring mutu perguruan tinggi dari teaching university menjadi research university. Berbagai pengalaman di Jerman dan universitas terkemuka didunia secara lugas dijelaskan oleh Beisegel dan merupakan best practices bagi para peserta, khususnya para rektor yang hadir. Ada tiga tantangan yang dihadapi menjadi reserch university yaitu; meningkatnya minat masyarakat terhadap pendidikan tinggi, keterbatasan anggaran, dan profesionalisasi manajemen perguruan tinggi. Ketiga hal tersebut merupakan core problems yang harus diatasi. Salah satu kiatnya adalah outonomy dan responsibility perguruan tinggi. Tidak mudah menjadi research university karena yang harus dirubah adalah profile universitas. Tingginya tekanan yang akan dihadapi oleh perguruan tinggi dengan penajaman misinya sehingga profilnya dapat bersaing, baik disisi akademik maupun finansial dikancah internasional maupun regional. Mereka harus ikut dalam perebutan peringkat/rangking universitas walaupun hal ini masing sering dipertanyakan relevansinya. Dengan demikian maka beberapa hal yang harus menjadi ekspektasi perguruan tinggi adalah, efisiensi pengelolaan, efektifitas penggunaan sumber daya, penjaminan  mutu, lebih banyak terlibat dengan masyarakat, dan difersifikasi manajemen.

Diskusi dapat dikatakan sangat kondusif dan dinamis, atas kepiawaian moderator, Prof. Tian Belawati memancing pertanyaan, tangapan dan sanggahan dari peserta yang bukan hanya rektor tetapi beberapa wakil rektor, dekan dan ketua program studi. Peran alumni, perhatian pemerintah, keberpihakan ke publik adalah isu-isu yang sempat dilontarkan oleh peserta dan mendapat sambutan dari Prof. Beisegel. Sebagai contoh apa yang dilaksanakan oleh Gottingen University adalah kerjasama antar perguruan tinggi dengan non-perguruan tinggi menjadi model lankskap masa depan di German. Dengan demikian tercipta Campus Partner, Associate Partner, dan Companies Partner yang sangat menunjang pelaksanaan riset diberbagai jenjang. Namun satu hal yang menjadi kunci penting menurut Beisegel adalah sumberdaya manusia, dimana dia gambarkan bagaimana komposisi jajaran Doktor dan Professor muda yang mendukung pelaksanaan riset di Gottingen University. (Sekretariat melaporkan langsung dari IPB Bogor).

Posted in Uncategorized | Leave a comment

RAPAT VIDEO CONFERENCE tentang” PERMATA”

Pertukaran mahasiswa se tanah air nusantara yang dsingkat dengan “PERMATA” adalah salah satu program kerja MRPTNI sejak tahun 2012, namun belum dapat direalisasikan karena masalah ketersediaan anggaran di PTN. Namun setelah didiskusikan dengan Dit. Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Dr. Illah Sailah, akhirnya disepakati bahwa biaya pelaksanaan program tersebut, khususnya biaya mobilisasi dari PTN asal ke PTN tujuan akan ditanggung oleh Dikti, maka program ini nampaknya dapat direalisasikan tahun ini.

Untuk itu digelar rapat melalui fasilitas Video Conference Dikti dengan 3 PTN pelaksana Permata yaitu; USU Medan, UNPAD Bandung, dan UNHAS Makassar. PR 1 dan PR 4 USU beserta jajarannya hadir diruang video conference di Medan, PR 3 UNPAD dan jajarannya di ruang video conference di Bandung dan PR4 UNHAS dan jajarannya di ruang video conference di Makassar. Sementara tim Dikti dan MRPTNI memimpin rapat di Jakarta.

Pada tahap pertama tahun ini, ditetapkan tiga Universitas pelaksana, satu di wilayah barat, satu wilayah tengah dan satu wilayah timur. Sejumlah 54 kuota mahasiswa akan dilibatkan pada program ini yaitu 18 mahasiswa dari setiap PTN dipertukarkan selama satu semester secara “receprocal”, artinya berapa mahasiswa yang dikirim segitu pula jumlah mahasiswa yang harus diterima. Adapun program studi yang dilibatkan pada program ini, untuk sementara dari PS kedokteran, PS Kelautan-Perikanan, dan Ilmu Hukum. Diharapkan pada tahun berikutnya jumlah mahasiswa dan program studi yang terlibat dapat bertambah, demikian penjelasan dari Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan Dikti, Dr. Illah Sailah.

Program ini bertujuan untuk membuka wawasan nasionalisme mahasiswa sehingga mereka dapat  menjadi perekat kebangsaan NKRI dimasa yang akan datang. Generasi emas Indonesia 2050 adalah generasi yang harus mengenal betul negerinya, bukan hanya dari berita dan bacaan, tetapi secara fisik  sehingga wawasan kebangsaan mereka benar-benar tumbuh dari hatisanubarinya. Masih banyak generasi muda intelektual yang belum pernah melihat dan merasakan sendi-sendi kehidupan saudara-saudaranya yang hidup dipelosok negeri. Mereka memiliki tantangan hidup yang berbeda walaupun sama-sama hidup dalam satu negeri. Untuk itu, program PERMATA diharapkan menjadi salah satu  program yang dapat membuka cakrawala berfikir mahasiswa, agar secara dini terlibat memikirkan masalah yang dihadapi bangsanya. Disamping itu, tentunya pertukaran pengalaman belajar di PTN lain adalah sensasi hidup tersendiri dan pengalaman hidup jauh dari tanah kelahirannya. Semoga program ini dapat terus berjalan pada tahun-tahun berikutnya dan semakin banyak jumlah mahasiswa yang dilibatkan. (Sekretariat melaporkan langsung dari Jakarta).

Posted in Uncategorized | Leave a comment

MRPTNI menggelar Rapat tim pengembangan SDM – PTN 2014

Merealisasikan program kerja MRPTNI 2014-2016 telah dibentuk tim kecil untuk mediskusikan berbagai kebijakan dan program kegiatan periode 2014-2016. Hasil rapat pengurus MRPTNI di Hotel Sari Pan Pacific 14 Juli 2014 memutuskan untuk membentuk empat tim  kecil yang akan mendiskusikan masalah-masalah aktual di sekitar perguruan tinggi negeri. Keempat tim tersebut meliputi; Tim yang membahas tentang kebijakan dan tata kelola dengan kordinator Rektor UGM, Prof. Dr. Pratikno, tim akademik dan kemahasiswaan dengan kordinator Rektor Universitas Terbuka, Prof. Dr. Tian Belawati, tim SDM dengan kordinator Rektor UNESA, Prof. Dr. Muchlas Samani, dan tim keuangan dengan koordinator Rektor UNAND, Dr. Werry Dartathaifur.

Mengingat waktu yang mendesak sehubungan dengan rencana pemerintah merekrut pegawai batu tenaga pendidikan maupu  dosen, maka tin SDM segera mengelar rapat di Hotel Century Jakarta, 21 Juli 2014. Rapat dipimpin oleh kordinator tim, Prof. Dr. Muchlas Samani dengan anggota, Rektor UMRAH, Prof. Dr. Akhlus Syafsir, Rektor UHO, Prof. Dr. Usman Rianse, dan masing-masing wakil rektor 1 UNKHAIR, UNRAM, dan UNIPA. Pada rapat ini turut dihadirkan Kepala Biro Kepegawaian Kemndikbud R.I, Dr. Totok Suprayitno guna memaparkan rencana kebiajakan rekruitment tenaka kependidikan dan dosen di PTN 2014.

Rapat memutuskan beberapa hal strategis antara lain; dianjurkan agar PTN mengupayakan pelatihan khusus Test Wawasan Kebangsaan (TWK) bagi calon dosen yang potensial dari masing-masing PTN dan sekaligus mengikuti latihan test CPNS sistem CAT.  Diperlukan singkronisasi nomenklatur formasi CPNS, baik alumni dalam/luar negeri; misalnya untuk formasi Ilmu Lingkungan, meliputi : ilmu tanah/sosial ekonomi pertanian/agronomi/geografi/pertambangan/dll. Atau menyiapkan daftar formasi tertentu yang dapat diisi bidang ilmu serumpun. (dibuat oleh masing-masing PTN untuk disampaikan ke Biro Kepegawaian).  Untuk formasi CPNS PTN 2014, terdapat 5 % formasi yang dapat diisi oleh lulusan S1 semua jurusan (namun yang lebih memungkinkan adalah Tendik). Agar dilaksanakan penjadwalan waktu test CAT bagi setiap peserta, untuk menghindari menumpuknya peserta pada jam yang sama (masing-masing PTN diharapkan menyiapkan sarana/prasarana test dengan LAN). Komposisi bobot TKD-TKB (40:60) untuk dosen dengan nilai minimum kelulusan TKB ditetapkan sebelum ujian dilaksanakan (Dimohon agar masing-masing PTN menyiapkan SOP-TKB untuk disampaikan ke Biro Kepegawaian). Formasi CPNS 2014 adalah +/- 5.500 formasi, (dosen +/- 4000, PPPK +/- 2000). Honorer K2 yang tidak lulus test 2014 agar diverifikasi ulang oleh Rektor dan dikirimkan ke Biro Kepegawaian pada tgl 25 Juli s/d 8 Agustus 2014 (Format dan templet SPTJM akan dikirim oleh Biro Kepegawaian untuk diisi oleh PTN). Alokasi formasi pelamar umum diharapkan dapat disampaikan pada tangga 23 Juli 2014 dengan harapan PTN dapat mengirim kembali rincian kualifikasi final paling lambat tanggal 25 Juli 2014 ke Biro Kepegawaian via email. Khusus untuk Tendik, jabatan yang diusulkan harus sama dengan nama jabatan yang sudah divalidasi dalam proses analisis jabatan.

Hasil kesepakatan terebut oleh sekretariat MRPTNI disebarkan keseluruh rektor PTN pada tanggal 22 Juli malam untuk dtindk lanjuti dan sekaligus dijadikan bahan diskusi lanjutan pada rapat anggota MRPTNI yang akan dilaksanakan di Universitas Khairun Ternate dalam waktu dekat. (Sekretariat melaporkan langsung dari Jakarta).

Posted in Uncategorized | Leave a comment

PEMBAHASAN TUKIN DAN REMUNERASI DI PTN OLEH PARA PR/WR2 PTN DENGAN PENGURUS MRPTNI

Masalah tunjangan kinerja (tukin) bagi tenaga pendidik (tendik) dan remunerasi di PTN semakin menimbulkan pertanyaan dan keresahan para wakil rektor 2 bidang adminstrasi dan keuangan di PTN. Masalahnya adalah disparitas yang lebar atas penerimaan tukin bagi tendik terhadap tunjangan fungsional yang diterima oleh para dosen di PTN. Untuk itu forum wakil rektor 2 yang diwakili oleh 10 PR/WR2 PTN mengadakan dialog dengan pengurus MRPTNI di Hotel Sari Pan Pacific tanggal 15 Juli 2014, untuk mencari solusi penyelesaian masalah ini. Para WR 2 dipimpin oleh WR2 UNS Prof. Dr. Jamal Wiwoho, sementara pengurus inti MRPTNI hadir Ketua MRPTNI, Prof. Dr. Ir. Herry Suhardiyanto, Sekjen MRPTNI, Prof. Dr. Ir. H. Usman Rianse, dan Bendahara MRPTNI, Prof. Dr. Rochmat Wahab, MA, MPd, dan rektor pengurus MRPTNI lainnya.

Inti masalahnya adalah dikesampingkannya para dosen atas penerimaan tunjangan kinerja sebagaimana diatur dalam Perpres 88, 2013 dan Permendikbud 107 tentang Tunjangan Kinerja. Disamping itu, surat edaran Dirjen Dikti S1/68 bahwa tidak diperkenankan lagi honor apapun bagi dosen dan bagi PTN BLU yang tidak melaksanakan peraturan ini hingga Desember 2014 akan dikembalikan statusnya menjadi PTN Satker.

Rektor Universitas Andalas, Dr. Werry Dartataifur menyampaikan bahwa PTN diluar Jawa sangat kesulitan dengan peraturan ini. Untuk itu dimohon agar MRPTNI mengusulkan agar perpres tersebut direvisi, bukan justru PTN yang sudah maju di Pulau Jawa meninggalkan para PTN diluar Jawa yang kesulitan. Dimana letak keadilannya, Dr. Werry mempertanyakan, disamping itu pembayaran tukin jangan dikaitkan dengan PNBP.  Untuk itu ketua MRPTNI, Prof Herry Suhardiyanto mengusulkan agar PTN tertentu perlu mendapat support dari sumber lain diluar PTN dan status, sumber serta besarannya perlu disingkronkan dengan angka yang komprehensif. Jadi intinya adalah ada skenario harmonis yang memperkecil disparitas PTN dan kalau perlu dipetakan mulai dari Unsyiah hingga ke Musamus.

Karena alotnya diskusi ini maka MRPTNI akhirnya membetuk 4 kelompok diskusi kecil (small working group) dari seluruh pengurus  MRPTNI untuk mengkaji dan merumuskan solusi terbaik yang menjadi usulan MRPTNI kepada Mendikbud dalam waktu dekat. Keempat kelompok ini akan membahas bukan hanya masalah tunjangan kinerja dan remunerasi namun menyangkut seluruh program kerja MRPTNI masa bhakti 2014-2016 yang sudah dirumuskan di Bogor pada rapat kerja pengurus bulan Maret 2014 yang lalui. Adapun keempat SWG tersebut masing-masing; bidang kebijakan dan tata kelola, koordinator : Rektor UGM,  dengan anggota, Rektor UT, UNRI, UNDIP, UNNES, UNAIR, UNPAT, ITS, IPB, UNY, UNIPA, UNSOED dan UNPATTI; bidang Akademik dan Kemahasiswaan, koordinator : Rektor UT dengan anggota, Rektor UNDIP, UNHAS, UNMUL, UNSOED, UB, UNY, IPB, UHO, IAIN Wali Songo, UIN Sunan Ampel, UNPATTI, UNAIR, UNICEN dan ITS; bidang SDM, koordinator : Rektor UNESA dengan anggota, Rektor UMRAH, UNRAM, UNKHAER, UHO, UNIPA dan UNHAS, ; bidang Keuangan, koordinator : Rektor UNAND dengan anggota, Rektor UNS, UNSRI, ITS, UNNES, UNPAD, UHO, dan UNHAS. (Sekrt MRPTNI, Jakarata).

Posted in Uncategorized | Leave a comment

DIRJEN PENDIDIKAN TINGGI MERESMIKAN FORUM KOMUNIKASI PR/WR1 PTN SE INDONESIA

Bertempat di ruang Cendana Hotel Sari Pan Pacific Jakarta 14 Juli 2014, Dirjen Pendidikan Tinggi, Prof. Dr. Ir. Djoko Santoso, MSc didampingi Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) Ditjen Dikti, Dr. Illah Sailah meresmikan Forum Komunikasi PR/WR1 PTN se Indonesia dan sekaligus launching milis forkom-akademik yang menjadi sarana komunikasi antar Pembantu/Wakil Rektor 1 bidang akademik PTN seluruh Indonesia. Turut hadir dalam acara tersebut, Ketua Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia, Prof. Dr. Ir. Herry Suhardiyanto, MSc, bersama dengan Wakil Rektor Akademik IPB, yang sekaligus ketua Forum komunikasi PR/WR1 PTN se Indonesia Prof Dr. Ir. Yonny Kusmaryono yang telah dipilih oleh forum sebelumnya di Bogor bulan April yang lalu. Beberapa rektor menyempatkan hadir bersama dengan seluruh PR/WR 1 PTN seluruh Indonesia. Forum ini dibentuk untuk menjawab tantangan dan permasalahan penyelenggaraan pendidikan bidang akademik di perguruan tinggi. Dengan diresmikannya milis ini maka sarana komunikasi yang cepat dan efektif bagi para PR/WR1 1 akan lebih mudah, termasuk share berbagai masalah dibidang akademik.

Dirjen Pendidikan Tinggi selanjutnya memanfaatkan moment ini untuk menyampaikan penjelasan lebih terperinci tentang substansi Permendikbud 49/2014 tentang Satandar Nasional Pendidikan Tinggi. Ruang lingkup standar nasional pendidikan tinggi meliputi standar nasioanal pendidikan, standar nasional penelitian dan standar nasional pengabdian pada masyarakat dengan tujuan menjamin tercapainya tujuan pendidikan tinggi, menjamin mutu pembelajaran, penelitian dan pengabdian pada masyarakat, dan mendorong perguruan tinggi melampau standar nasioanl pendidikan tinggi. Untuk itu standar nasional pendidikan tinggi menjadi dasar pemberian izin pendirian PT dan izin pembukaan Prodi. Juga digunakan sebagai dasar penyelenggaraan pembelajaran, penelitian dan pengabdian pada masyarakat.

Dalam standar nasional pendidikan tinggi ini mencakup 8 standar antara lain; standar kompetensi lulusan, standar isi pembelajaran, standar proses pembelajaran, standar penilaian pembelajaran, standar dosen dan tenaga kependidikan, standar sarana dan prasarana pembelajaran, dan standar pembiayaan pembelajaran.  Dirjen menjelaskan bahwa standar ini hanya merupakan standar minimal yang harus dipenuhi oleh perguruan tinggi. Kalau dikonvesi ke skala 1-10 maka standar ini hanya di point 5,5. Artinya perguruan tinggi yang mencapai point 5,49 dinyatakan tidak memenuhi standar. Harapan kita tentunya para PT dapat melampaui point 5,5 dan kalau perlu di point 9,5 dan seterusnya.

Setelah pemaparan Dirjen pendidikan tinggi dilanjutkan dengan dialog yang alot antara para PR/WR1 dengan Dirjen dan Direktur Belmawa mengenai tntangan implementasi permendikbud ini kedepan. Namun secara umum dialog ini memberikan pemahaman dan pencerahan kepada seluruh PTN tentang substansi dari Permendikbud 49/2014. (Sekr. MRPTNI Jakarta).

Posted in Uncategorized | Leave a comment