| Fajar Online : Unhas Tawarkan Objek Wisata Eco-Tourism |
|
|
|
| Wednesday, 23 February 2011 14:40 |
|
Hal itu diungkapkan Rektor Unhas Prof Dr dr H Idrus A Paturusi saat menerima tawaran kerja sama pengembangan pariwisata dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Sulsel, di rektorat Unhas, Jumat 18 Februari. Objek yang ditawarkan Unhas tersebut adalah Hutan Pendidikan di Bengo-Bengo Kabupaten Maros, serta KM Cinta Laut untuk Aqua-Tourism. Idrus menjelaskan, kawasan tersebut kini memiliki delapan kamar penginapan dengan satu aula berkapasitas 500 orang. Selain itu, terdapat 14 wahana untuk out bound. Tak kurang, Unhas menggelontorkan Rp3 miliar untuk melengkapi fasilitas di hutan pendidikan yang terletak di kilometer 63 poros Makassar-Bone tersebut. “Hutan Pendidikan Unhas ini dapat dikembangkan sebagai salah satu objek eco tourism. Ke depan, di kampus ini disediakan peternakan sapi perah dan pengembangan lebah madu mawar, untuk menyediakan pakan lebah Unhas,” beber dokter spesialis bedah ortopedi tersebut. Objek kedua yang ditawarkan Idrus adalah pemanfaatan Kapal Cinta Laut Unhas untuk kegiatan Aqua Tourism. Rute yang ditawarkan bermula dari titik star Benteng Somba Opu di Pantai Losari dan menyusuri hingga Lakkang. “Namun untuk objek ini diperlukan survei lebih dahulu, guna memastikan KM ‘Cinta Laut’ Unhas akan aman memasuki perairan Sungai Tello,” ujar Idrus. Objek lain yang diungkapkan Idrus Paturusi adalah wisata pegunungan dengan jalur Kabupaten Gowa hingga Bantaeng. Rutenya melalui Pallangga, Sapayya, Malakaji, hingga Loka Bantaeng. Ia membeberkan, Unhas menjalin kerja sama dengan Pemkab Bantaeng dalam pengembangan strawberry, kembang, dan kentang. Daerah ini berada pada ketinggian 1000-1.500 meter di atas permukaan laut dan lebih dingin dibandingkan Malino. Menanggapi hal tersebut, Kadisbudpar Sulsel Syuaib Mallombassi mengatakan, Hutan Pendidikan Unhas dapat menjadi salah satu titik stop over (persinggahan) peserta pada event “Jelajah Jalur Sutra Nusantara bersama Ibu Negara” yang dilaksanakan April 2011. Dalam kegiatan ini semua produk sutra akan menjadi branding Sulawesi Selatan. “Terkait Visit South Sulawesi, peran universitas sangat diperlukan. Pihak pariwisata bekerja sama ASITA dan PHRI akan memberikan insentif dengan tarif khusus untuk hotel. Di Thailand, Universitas Thamasak bertindak sebagai asisten bagi pengembangan pariwisata negara itu,” kata Syuaib. Syuaib Mallombassi kemarin datang didampingi Ketua Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA) HM Irham Ilyas, dan Wakil Ketua PHRI M Farid. (nin) Sumber : Fajar Online |



