Recently, Department of Physics, Hasanuddin University extended research collaboration with renowned universities in the United States and Europe, namely with the Department of Physics, Boston University and the Institute for Theoretical Physics, ETH Zurich, Switzerland. Collaboration includes such aspects as the exchange of research information, collaboration among researchers and hosting researchers. Chairman of the Physics Department, Dr. Tasrief Surungan stated that cooperation is a part of an effort to build a International network in order to achieve the vision and the mission of the university to become a real world class university. The memorandum of understanding was signed each in Boston, USA in August and in Zurich in September 2014. The cooperation agreed upon by both parties will effectively last for four years, ie, until December 31, 2018 and could be possibly extended to wider areas, including a possibility to be upgraded to the Faculty or University level. In World University rankings, http://www.timeshighereducation.co.uk/ Boston University is ranked 57, while ETH Zurich is ranked 13. Seen from here, this cooperation is expected to improve the ranking of Hasanuddin University, which is currently still very far below, in the order of thousands.

Cooperation with foreign universities which previously signed are with Tokyo Metropolitan University, Southern Denmark University and Adelaide University. The physics department has also worked with a number of research studies in the country, among others, with BATAN, Indonesian Center for Theoretical and Mathematical Physics which is based in ITB. New research agreement which was signed last week is with the Research Center for Physics, Indonesian Institute of Sciences (LIPI).

The existing cooperations are expected to be supported by all parties, in particular by the top leadership of the University, as such cooperation could be upgraded to university level in the future. (admfisika).

There are no comments, click here be the first one!

Tanggal 14 November 2013 lalu seluruh kegiatan Program Peningktan Kapasitas (PPK) Prodi Fisika (PSF) telah rampung dilaksanakan. Terdapat enam kegiatan sebagai upaya PSF meningkatkan mutu Tridarmanya. Keenan kegiatan itu adalah (i) Lokakarya pengembangan kurikulum, (ii) Lokakarya pembuatan proposal untuk skema penelitian kompetisi Nasional (iii) Pelatihan metoda dan paket aplikasi untuk penelitian fisika berbasis komputasi (iv) Pelatihan instrumen penelitian fisika material (v) Pemberdayaan website dan isi LMS PSF. dan (vi) Seminar Nasional Fisika Tahun 2013.

Kegiaatan ini terlaksana berkat dana BOPTN (Bantuan Operasional Perguruan Tinggi Negeri). Secara kronologis, program pertama terlaksana pada Bulan Juni, yaitu Lokakarya penulisan proposal penelitian, disusul kemudian yang lainnya sesuai urutan di atas. Alasan pelaksanaan kegiatan
lebih awal adalah agar luarannya berupa proposal penelitian segera dapat didaftarkan
pada Skema Penelitian yang ada yaitu Riset Insentif Sinas Kemenristek dan Hibah Penelitian Sentralisasi Dikti. Akibatnya, perlu dana talangan dari Jurusan Fisika sebab dana BOPTN baru dikucurkan pada bulan Agustus 2013.

Seminar Nasional Fisika yang terlaksana paling akhir dapat disebut sebagai puncak kegiatan. Selain karena melibatkan banyak pihak juga karena menelan biaya paling besar. Ada 5 orang pembicara tamu pada kegiatan ini, salah satunya adalah Prof. Terry Mart dari Universitas Indonesia. Lebih dari 70 pemakalah yang berasal dari perguruan tinggi dan lembaga riset dari seluruh Indonesia.

Program PPK dengan dana BOPTN akan menjadi kegiatan tahunan (annual). Program PPK BOPTN PSF tahun 2013 dapat disebut sukses. Banyak luaran yang diperoleh sesuai target dan sejumlah pengalaman dan pembelajaran. Diharapkan, dalam tahun 2014 kegiatannya dapat semakin meningkat sebab telah ada komitmen Universitas untuk mengucurkan dana lebih awal. Ini berarti, program BOPTN PSF dapat terlaksana sekitar Februari 2014.

Ketua Jurusan Fisika yang sekaligus merangkap Ketua PSF mengungkapkan bahwa seharusnya kegiatan dalam satu tahun Fiskal juga terlaksana dengan durasi waktu satu tahun. Dengan begitu, dimungkinkan perencanaan dan pelaksanaan kegiatan yang lebih efektif. Pencairan dana seharusnya juga pada awal Tahun, bukan sekitar bulan Agustus. (adm01)
Tanggal 14 November 2013 lalu seluruh kegiatan Program Peningktan Kapasitas (PPK) Prodi Fisika (PSF) telah rampung dilaksanakan. Terdapat enam kegiatan sebagai upaya PSF meningkatkan mutu Tridarmanya. Keenan kegiatan itu adalah (i) Lokakarya pengembangan kurikulum, (ii) Lokakarya pembuatan proposal untuk skema penelitian kompetisi Nasional (iii) Pelatihan metoda dan paket aplikasi untuk penelitian fisika berbasis komputasi (iv) Pelatihan instrumen penelitian fisika material (v) Pemberdayaan website dan isi LMS PSF. dan (vi) Seminar Nasional Fisika Tahun 2013.

Kegiaatan ini terlaksana berkat dana BOPTN (Bantuan Operasional Perguruan Tinggi Negeri). Secara kronologis, program pertama terlaksana pada Bulan Juni, yaitu Lokakarya penulisan proposal penelitian, disusul kemudian yang lainnya sesuai urutan di atas. Alasan pelaksanaan kegiatan
lebih awal adalah agar luarannya berupa proposal penelitian segera dapat didaftarkan
pada Skema Penelitian yang ada yaitu Riset Insentif Sinas Kemenristek dan Hibah Penelitian Sentralisasi Dikti. Akibatnya, perlu dana talangan dari Jurusan Fisika sebab dana BOPTN baru dikucurkan pada bulan Agustus 2013.

Seminar Nasional Fisika yang terlaksana paling akhir dapat disebut sebagai puncak kegiatan. Selain karena melibatkan banyak pihak juga karena menelan biaya paling besar. Ada 5 orang pembicara tamu pada kegiatan ini, salah satunya adalah Prof. Terry Mart dari Universitas Indonesia. Lebih dari 70 pemakalah yang berasal dari perguruan tinggi dan lembaga riset dari seluruh Indonesia.

Program PPK dengan dana BOPTN akan menjadi kegiatan tahunan (annual). Program PPK BOPTN PSF tahun 2013 dapat disebut sukses. Banyak luaran yang diperoleh sesuai target dan sejumlah pengalaman dan pembelajaran. Diharapkan, dalam tahun 2014 kegiatannya dapat semakin meningkat sebab telah ada komitmen Universitas untuk mengucurkan dana lebih awal. Ini berarti, program BOPTN PSF dapat terlaksana sekitar Februari 2014.

Ketua Jurusan Fisika yang sekaligus merangkap Ketua PSF mengungkapkan bahwa seharusnya kegiatan dalam satu tahun Fiskal juga terlaksana dengan durasi waktu satu tahun. Dengan begitu, dimungkinkan perencanaan dan pelaksanaan kegiatan yang lebih efektif. Pencairan dana seharusnya juga pada awal Tahun, bukan sekitar bulan Agustus. (adm01)

Comments are closed.

Prof.Nobuo Takeuchi from Center for Environmental Remote Sensing (CEReS), Chiba University, Japan is going to give the general lecturer on August 12, 2006 at 11.00 – 12.00 a.m, in Scientific meeting room (GPI) of Hasanuddin University, Makassar.

Director of Center for Environmental remote sensing (CEReS), Chiba University, Japan will visit Hasanuddin University, on August 12, 2006. He will talk about: The Global Environmental issue . . .

In this case, vice rector for academic affairs invite to all competent scientists of Unhas to attend the presentation. Thank you very much of your attention.

With best regards,

Syamsir Dewang

Comments are closed.