The use of two languages ​​in the website becomes a necessity ….The use of two languages ​​in the website becomes a necessity ….

There are no comments, click here be the first one!

Tanggal 14 November 2013 lalu seluruh kegiatan Program Peningktan Kapasitas (PPK) Prodi Fisika (PSF) telah rampung dilaksanakan. Terdapat enam kegiatan sebagai upaya PSF meningkatkan mutu Tridarmanya. Keenan kegiatan itu adalah (i) Lokakarya pengembangan kurikulum, (ii) Lokakarya pembuatan proposal untuk skema penelitian kompetisi Nasional (iii) Pelatihan metoda dan paket aplikasi untuk penelitian fisika berbasis komputasi (iv) Pelatihan instrumen penelitian fisika material (v) Pemberdayaan website dan isi LMS PSF. dan (vi) Seminar Nasional Fisika Tahun 2013.

Kegiaatan ini terlaksana berkat dana BOPTN (Bantuan Operasional Perguruan Tinggi Negeri). Secara kronologis, program pertama terlaksana pada Bulan Juni, yaitu Lokakarya penulisan proposal penelitian, disusul kemudian yang lainnya sesuai urutan di atas. Alasan pelaksanaan kegiatan
lebih awal adalah agar luarannya berupa proposal penelitian segera dapat didaftarkan
pada Skema Penelitian yang ada yaitu Riset Insentif Sinas Kemenristek dan Hibah Penelitian Sentralisasi Dikti. Akibatnya, perlu dana talangan dari Jurusan Fisika sebab dana BOPTN baru dikucurkan pada bulan Agustus 2013.

Seminar Nasional Fisika yang terlaksana paling akhir dapat disebut sebagai puncak kegiatan. Selain karena melibatkan banyak pihak juga karena menelan biaya paling besar. Ada 5 orang pembicara tamu pada kegiatan ini, salah satunya adalah Prof. Terry Mart dari Universitas Indonesia. Lebih dari 70 pemakalah yang berasal dari perguruan tinggi dan lembaga riset dari seluruh Indonesia.

Program PPK dengan dana BOPTN akan menjadi kegiatan tahunan (annual). Program PPK BOPTN PSF tahun 2013 dapat disebut sukses. Banyak luaran yang diperoleh sesuai target dan sejumlah pengalaman dan pembelajaran. Diharapkan, dalam tahun 2014 kegiatannya dapat semakin meningkat sebab telah ada komitmen Universitas untuk mengucurkan dana lebih awal. Ini berarti, program BOPTN PSF dapat terlaksana sekitar Februari 2014.

Ketua Jurusan Fisika yang sekaligus merangkap Ketua PSF mengungkapkan bahwa seharusnya kegiatan dalam satu tahun Fiskal juga terlaksana dengan durasi waktu satu tahun. Dengan begitu, dimungkinkan perencanaan dan pelaksanaan kegiatan yang lebih efektif. Pencairan dana seharusnya juga pada awal Tahun, bukan sekitar bulan Agustus. (adm01)
Tanggal 14 November 2013 lalu seluruh kegiatan Program Peningktan Kapasitas (PPK) Prodi Fisika (PSF) telah rampung dilaksanakan. Terdapat enam kegiatan sebagai upaya PSF meningkatkan mutu Tridarmanya. Keenan kegiatan itu adalah (i) Lokakarya pengembangan kurikulum, (ii) Lokakarya pembuatan proposal untuk skema penelitian kompetisi Nasional (iii) Pelatihan metoda dan paket aplikasi untuk penelitian fisika berbasis komputasi (iv) Pelatihan instrumen penelitian fisika material (v) Pemberdayaan website dan isi LMS PSF. dan (vi) Seminar Nasional Fisika Tahun 2013.

Kegiaatan ini terlaksana berkat dana BOPTN (Bantuan Operasional Perguruan Tinggi Negeri). Secara kronologis, program pertama terlaksana pada Bulan Juni, yaitu Lokakarya penulisan proposal penelitian, disusul kemudian yang lainnya sesuai urutan di atas. Alasan pelaksanaan kegiatan
lebih awal adalah agar luarannya berupa proposal penelitian segera dapat didaftarkan
pada Skema Penelitian yang ada yaitu Riset Insentif Sinas Kemenristek dan Hibah Penelitian Sentralisasi Dikti. Akibatnya, perlu dana talangan dari Jurusan Fisika sebab dana BOPTN baru dikucurkan pada bulan Agustus 2013.

Seminar Nasional Fisika yang terlaksana paling akhir dapat disebut sebagai puncak kegiatan. Selain karena melibatkan banyak pihak juga karena menelan biaya paling besar. Ada 5 orang pembicara tamu pada kegiatan ini, salah satunya adalah Prof. Terry Mart dari Universitas Indonesia. Lebih dari 70 pemakalah yang berasal dari perguruan tinggi dan lembaga riset dari seluruh Indonesia.

Program PPK dengan dana BOPTN akan menjadi kegiatan tahunan (annual). Program PPK BOPTN PSF tahun 2013 dapat disebut sukses. Banyak luaran yang diperoleh sesuai target dan sejumlah pengalaman dan pembelajaran. Diharapkan, dalam tahun 2014 kegiatannya dapat semakin meningkat sebab telah ada komitmen Universitas untuk mengucurkan dana lebih awal. Ini berarti, program BOPTN PSF dapat terlaksana sekitar Februari 2014.

Ketua Jurusan Fisika yang sekaligus merangkap Ketua PSF mengungkapkan bahwa seharusnya kegiatan dalam satu tahun Fiskal juga terlaksana dengan durasi waktu satu tahun. Dengan begitu, dimungkinkan perencanaan dan pelaksanaan kegiatan yang lebih efektif. Pencairan dana seharusnya juga pada awal Tahun, bukan sekitar bulan Agustus. (adm01)

Comments are closed.

Hari Rabu Tanggal 4 September 2013, FIsika Unhas melalui program BOPTN melaksanakan lokakarya Internasional Hari Rabu Tanggal 4 September 2013, FIsika Unhas melalui program BOPTN melaksanakan lokakarya Internasional

Comments are closed.

Sejak pemerintah berkomitmen meningkatkan porsi anggaran  sektor pendidikan dalam APBN, kegiatan tridarma  di PTN mengalami peningkatan. Tahun 2013 ini mulai dikucurkan dana BOPTN (Biaya operasional Perguruan Tinggi Negeri), serupa dengan dana BOS (Biaya operasioanl sekolah) untuk tingkat SD, SLTP dan SMA. Dana ini meliputi pembiayaan penelitian, pengabdian masyarakat  dan dana operasional program studi (PS).

Jurusan fisika yang mengasuh dua PS, Fisika dan Geofisika, mendapat dana BOPTN Tahun 2013 sebesar 500 Juta Rupiah. Dana ini akan membiayai sejulah program, dengan rincian masing-masing PS mendapat alokasi 250 Jt Rupiah. Untuk PS Fisika, terdapat enam kegiatan, masing-masing adalah Loka Karya Kurikulum, Lokakarya proposal Penelitian untuk hibah Nasional dan Internasional; Lokakarya Penelitian Teoretik dan  Komputasi, Lokakarya penelitian Material, Seminar Nasional Fisika, serta Pelatihan Pemrograman Internet. Untuk Geofisika, selain Loka Karya Kurikulum dan Lokakarya implementasi SCL, juga dilaksakan Pelatihan data base dan pengembangan Learning Managemen Sistem.

Pengelolaan dana BOPTN yang dialokasikan ke program studi menjadi tanggung jawab langsung ketua Prodi. Hal ini seajlan dengan komitmen UNHAS untuk menjadikan program studi sebagai ujung tombak Universitas. Harapan program studi adalah kucuran dana BOPTN dapat berkesinambungan.

 

 

 

Comments are closed.

Best Paper Award BATAN untuk Dr. Dahlang Tahir

Kamis, 6 Desember lalu, salah seorang Staf Pengajar PS Fisika, Dr. Dahlang Tahir mendapat penghargaan dari salah satu lembaga Nasional, tepatnya penganugrahan untuk the Best Paper Award 2012 dari Badan Tenaga Atom Nasional (BATAN). Paper berjudul “Stopping Powers and Inelastic …