RSAL Dr Ramelan Surabaya dibawah kepemimpinan Laksamana Pertama TNI dr Nalendra Djaya Iswara SpB SpBTKV berikan warna baru dalam pengurusan BPJS. Apabila RS lain merasa BPJS yaitu beban, akan tetapi untuk Nalendra BPJS yaitu kesempatan.

Banyak RS mengerang dengan diberlakukannya metode pelayanan di jaman Agunan Kesehatan Nasional (JKN) serta Kartu Indonesia Sehat (KIS) itu. Dianggap dia cuma memberatkan RS.

” Lainnya banyak mengerang BPJS, akan tetapi di RSAL jadi jadi gedung serta media perasarana lain, ” kata Nalendra, yg empat tahun berubah menjadi Kepala RSAL atau Karumkital kala peluncuran buku Kiat Nalendra Pindah Ultimatum Jadi Kesempatan.

Simak Juga : analisis SWOT
Bagaimana RSAL dapat seperti sekarang ini dengan model A serta berubah menjadi rekomendasi khusus, tak terlepas dari andil Nelandra senantiasa kepala rumah sakit. Bahkan juga diakui dia, menambahkan area ICU sampai 52 unit serta menambahkan area bedah pun atas pelayanan BPJS di RS ini.

” Dengan diagnosis SWOT, kami dapat mengalkulasi kapabilitas Biaya. Akan tetapi yg kami tekankan yaitu kendali cost serta kendali kwalitas, ” tandas Nalendra yg alumnus Kedokteran Unair.

Nalendra mengakui mengatur RSAL tak dengan pengetahuan privat. Akan tetapi dengan type serta keterampilan ia, termasuk juga bagaimana mulai langkah dengan sistem rencana strategis SWOT.

Ialah paham serta mempelajari kapabilitas (strengths) , kekurangan (weaknesses) , kesempatan (opportunities) , serta ultimatum (threats) . Seusai semua bergambar, Nalendra melaksanakan sentuhan internal RS.

Pertama-pertama yg dilaksanakan yaitu melaksanakan intrusi perut. Semua karyawan serta pegawai memperoleh kesejahteraan sesuai sama kemampuannya. Bahkan juga dokter spesialis lantas dibuat nyaman serta diperintah terus konsentrasi kerja di RSAL.

Artikel Terkait : analisis data

Dalam buku yg dicatat Siti Nasyiah itu tidak cuman kupas bagaimana mengatur BPJS yg benar di jaman JKN, pun membawa figure Nalendra utuh. Tidak cuman memoto jiwa kepemimpinan Nalendra yg mensejahterakan, pun ceritakan figure pria keturunan Bali itu.

Dalam peluncuran buku Kiat Nalendra Pindah Ultimatum jadi Kesempatan RSAL di jaman JKN itu datang eks Menpora Hayono Isman serta semuanya petinggi di lingkungan RSAL serta alumnus Unair.

Buku itu lebih dahulu dibedah oleh Hayono Isman, Eks Direktur RS Dr Soetomo Dodo Anondo, serta ahli lain.