Kelompok HARRIS Hotels di Batam turut mengenalkan budaya melayu pada pelancong dengan kenakan pakaian melayu di tiap hari Kamis.

Soal ini searah dengan edaran surat walikota untuk turut mengenalkan budaya melayu baik pada pelancong lokal serta pelancong luar negeri.

Simak juga : contoh surat dinas

Ajakan ini dikatakan Walikota Batam lewat surat edaran. Surat edaran Walikota Batam ini dikatakan Dinas Kebudayaan serta Pariwisata Kota Batam pada Perhimpunan Hotel serta Restoran Indonesia (PHRI) Kota Batam.

Kepala Dinas Kebudayaan serta Pariwisata, Ardiwinata menuturkan surat edaran ini jadi tindak lanjut implementasi Ketetapan Wilayah nomor 1 tahun 2018 perihal Pemajuan Kebudayaan Melayu.

Pemanfaatan busana tradisi melayu sendiri menentukan arti di baliknya. Mirip contoh dalam soal pemanfaatan kain samping untuk laki laki. Kain samping sebagai kain yang dililitkan di sisi luar pakaian melayu pria. Pemanfaatan kain samping ini ada juga peraturan spesifik. Untuk yang belum menikah, di atas lutut. Bila udah menikah, panjang sampai bawah lutut.

Tidak hanya memanfaatkan busana melayu untuk karyawan resepsionis di hotel, ada menu makanan unik melayu yang disiapkan di HARRIS Café untuk lebih memberikannya pengalaman budaya sepanjang liburan di Kota Batam, seperti mie lendir, mie laksa serta ikan asam pedas.

Artikel Terkait  : contoh proposal penelitian kuantitatif

“HARRIS Hotels menitik beratkan pengalaman tamu sepanjang bermalam di hotel, baik dari service yang dikasihkan, produk terpilih, kenyamanan, kebersihan serta penting pengalaman liburan di Kepulauan Riau yang berbudaya Melayu”, tutur Dila bertindak sebagai Marketing & Branding Pimpinan HARRIS Hotel Batam Center serta HARRIS Resort Waterfront Batam Center.