Beberapa organisasi yg terkait dalam penggabungan penduduk sipil mengerjakan survey nasional perihal pelecehan seksual di ruang terbuka. Hasilnya, kemeja terbuka bukan berubah menjadi yang menimbulkan khusus wanita berubah menjadi korban pelecehan seksual.

Survey dikerjakan oleh penggabungan penduduk sipil yg terdiri dalam Hollaback! Jakarta, perEMPUan, Lentera Sintas Indonesia, Perkumpulan Lintas Feminis Jakarta, serta Change. org Indonesia. Didapati sebagian besar wanita sebagai korban pelecehan seksual gunakan kemeja tertutup kala peristiwa.

Simak Juga : kurikulum 2013

 

” Top 3 busana yg mereka (wanita) gunakan yakni ada rok/celana panjang (18%) , busana lengan panjang (16%) . Ini menyanggah sekalipun (perkataan) ‘salah sendiri tidak gunakan busana sopan’. Kita punyai data sendiri 17% itu korbannya memanfaatkan kerudung, ini sekalipun bukan problem busana, ” tutur Pengamat Lentera Sintas Indonesia, Rastra, kala temu wartawan di Kekini, Jalan Cikini Raya, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (17/7/2019) .

Survey dikerjakan pada 62. 224 orang dari pelbagai latar jati diri. Dari pengamatan data responden itu, didapati waktu peristiwa pelecehan seksual pula banyak berlangsung di siang hari. Sebagian besar korban akui alami pelecehan dengan cara verbal, seperti komentar atas badan.

” Ini pula menyanggah mitos-mitos jika kekerasan seksual saat malam hari. Kenyataannya yakni pelecehan seksual terbanyak berlangsung di siang hari (35%) , disertai sore (25%) , baru malam (3%) , serta pagi (16%) . Kita mau memberikan pelecehan seksual dapat berlangsung sewaktu-waktu, ” kata Rastra.

” Mempunyai bentuk apa sajakah? Dengan cara general ini terbanyak verbal dalam tempat umum, seperti komentar atas badan (60%) , lalu fisik udah ada yg sentuh badan (24%) , digesek, diintip, difoto, serta visual disaksikan dalam tempo lama (15%) , ” sambung Rastra.

Artikel Terkait : analisis data

Hasil lain yakni reaksi banyak saksi kala pelecehan seksual berlangsung di ruang terbuka. Korban akui banyak saksi yg meremehkan (40%) , bahkan juga ada yg menuding korban (8%) . Tetapi banyak pula yg bela korban (22%) serta mengupayakan menentramkan korban (15%) .

Simak juga : Kelewatan! Ini Pernyataan Guru Honorer yg Remas Payudara Pelancong di Yogya

Rastra mengemukakan, hasil dari survey ini, wanita condong semakin besar punya harapan dilecehkan dalam tempat umum. Sedang buat lelaki condong lebih kecil.

” Dari hasilnya, utamanya pendek kata yakni 3 dari 5 wanita sudah pernah alami pelecehan di ruang terbuka serta 1 dari 5 lelaki sudah pernah alami pelecehan di ruang terbuka. Logic-nya yakni wanita punyai cenderung sudah pernah alami pelecehan di ruang terbuka 13 kali semakin besar dari lelaki, ” tambah Rastra.