Dua bocah masyarakat Jember diketemukan meninggal terbenam di blumbang (tempat penampungan air untuk irigasi) tengah sawah. Dua jasad bocah masyarakat Dusun Lamparan, Desa Kertosari, Kecamatan Pakusari, itu bernama Firjon Jonatan (5) serta Yogi Guisa (3,5).

Disangka bocah itu terbenam sebab kurang waspada di dalam bermain serta tercebur di tempat penampungan air itu. Sangkaan sesaat berdasarkan penjelasan masyarakat, ke-2 bocah itu terbenam saat bermain bersama dengan seputar jam 3 sore, Kamis (14/11/2019).

473

“Sebelum insiden, seputar jam 1 siang anak saya Firjon masih makan dengan ayahnya serta disuapi,” kata Rika, ibu Firjon waktu di konfirmasi wartawan, Jumat(15/11/2019).

Dengan keadaan menangis tersedu-sedu dibarengi suaminya, Rika bercerita, waktu insiden anaknya Firjon bersama dengan temannya Yogi bermain seperti umumnya di sekitaran rumah. Sebab dipandang biasa bermain bersama dengan di seputar rumah, orangtua semasing bocah itu sedang menyiapkan syukuran Maulid Nabi yang akan dikerjakan malam harinya.

Baca Juga : Biaya Kuliah UNEJ

“Seputar jam 4 sore, saya cari dua anak saya itu. Menanyakan ke sana kesini, serta mutar-mutar mencari, tidak bertemu,” katanya.

Sesampainya di blumbang diketemukan sepasang sandal punya anaknya serta pakaian. “Saya seterusnya meminta tolong Pak Jali (Dude) rekan kerja suami saya untuk menyelam serta pastikan apa benar ada Firjon dalam kolam itu,” tuturnya.

Waktu diketemukan, dua bocah itu terbenam itu selekasnya diangkat ke permukaan kolam penampungan. “Waktu diketemukan keduanya sedang berpegangan tangan serta berangkulan, kemudian saya tidak paham telah sebab tidak sadarkan diri,” kata Rika dengan menangis sesunggukan.

Waktu diberi pertanyaan adakah firasat sebelum kematian anaknya? “Waktu lalu suami saya punya mimpi didapati bapaknya yang telah lama wafat sebab (penyakit) jantung. Dengan menggunakan baju putih serta celana pendek, cuma katakan berhati-hati. Ya mungkin ini pertandanya,” katanya makin menangis tersedu-sedu.

Sesaat Kapolsek Pakusari AKP Yuliati membetulkan tentang insiden terbenam dua bocah itu. Didapati blumbang itu punya Pak Wahid masyarakat ditempat. “Tempat penampungan air itu dipakai masyarakat untuk irigasi mengairi sawah, serta memang diisi air untuk mengantisipasi kekeringan. Kedalaman penampungan air kira-kira 1,5 mtr., dengan dasarnya berlumpur,” kata Yuliati waktu di konfirmasi terpisah.

Baca Juga : Universitas Jember

Dibantu masyarakat, dikerjakan proses evakuasi pada ke-2 korban, yang seterusnya dibawa ke puskesmas ditempat. “Tetapi waktu dibawa keadaannya telah wafat, waktu di puskesmas cuma cek visum luar, seterusnya dipulangkan serta diteruskan proses pemakaman,” ujarnya.

Sedang waktu wartawan bertandang ke rumah Yogi Guisa (3,5), cuma didapati ayahnya Fian. Sesaat istrinya sampai sekarang belum sadarkan diri, sebab tidak sadarkan diri terpukul atas kematian anaknya.

“Waktu insiden saya tidak paham, pulang kerja tiba-tiba banyak orang serta anak saya telah wafat,” katanya lirih sebab susah.

“Waktu insiden saya sedang kerja, serta istri saya sedang bersiap untuk pengajian maulud di masjid,” sambung pria yang seharian kerja jadi tukang kebun ini.