Waketum Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Fahri Hamzah bicara tentang kekuasaan serta kebenaran absolut yang berlaku di Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Fahri menyebutkan pimpinan PKS-lah yang mempunyai kekuasaan serta kebenaran absolut.

471

“Untuk menjawab banyak komentar dari beberapa pejabat PKS itu. Kita harus tahu, pertama-pertama jika di PKS itu pimpinan itu mempunyai kekuasaan absolut serta menggenggam kebenaran absolut hingga memang mustahil ada yang sangkal,” kata Fahri pada wartawan, Jumat (15/11/2019).

Hal itu dikatakan Fahri waktu diminta respon tentang pengakuan Ketua DPP PKS Tifatul Sembiring yang minta Partai Gelora tidak mengacak-acak kader PKS.

Baca Juga : Biaya Kuliah UNESA

Lebih jauh menyikapi pengakuan Tifatul, Fahri mengilustrasikan bagaimana wewenang Majelis Syuro PKS. Ia menyentuh permasalahan feodalisme yang menyatu dengan kekuasaan.

“Jadi contohnya Ketua Majelis Syuro dalam kepemimpinannya, partai pecah, demikian. Ia dapat mempersalahkan orang lain jika partai ini pecah. Walau sebenarnya ia yang mimpin,” ucapnya.

“Nah ini yang sebetulnya budaya kepemimpinan yang tidak bertanggungjawab serta memang sulit, sebab feodalisme itu menyatu dengan kekuasaan hingga tidak ada revisi pada pimpinan. Apa yang disebutkan pimpinan seakan benar, walau sebenarnya ini semua ialah buah dari kekeliruan pimpinan,” tambah Fahri.

Bekas Wakil Ketua DPR RI memandang, di PKS tidak berlaku prinsip introspeksi. Fahri menyebutkan PKS berlaku pimpinan tidak mungkin salah.

Baca Juga : Universitas Negeri Surabaya

“Jadi jika orang pecah, pertanyaannya itu dibawah kepemimpinan siapa? Semestinya kan mempersalahkan diri serta mengundurkan diri. Tetapi di PKS itu tidak ada nalar seperti ini. Yang ada ialah pemimpin tidak mungkin salah. Nah itu yang memilukan sampai kapan juga,” tuturnya.

Dikabarkan awalnya, Tifatul tidak mempermasalahkan berdirinya Partai Gelora yang di pimpin Anis Matta serta Fahri Hamzah. Tetapi, Tifatul minta supaya PKS tidak diacak-acak.

“Buat saya jika mereka bikin partai baru ya monggo. Tetapi jangan ngacak-ngacak di sini,” tutur Tifatul di antara Rakornas PKS di Hotel Bidakara, Pancoran, Jakarta Selatan, Kamis (14/11).