Pelaksana Pekerjaan Sekretaris Wilayah Helvizar buka workshop Pengamatan Grup Kerja dalam rencana Penataan Pengamatan Grup Kerja Piranti Aceh, di Kyriad Hotel, Banda Aceh, Jumat, 14 Juni 2019.

Kesibukan yang telah berjalan ke-tiga kalinya itu memiliki tujuan untuk menambah kapasitas/kemampuan instrumen pemerintah Aceh serta dikunjungi oleh 19 Grup Kerja Piranti Aceh (SKPA) perwakilan dari tiap-tiap SKPA di lingkungan Pemerintah Wilayah Aceh.

Baca Juga : analisis SWOT

Tindak lanjut dari kerja sama-sama di antara Instansi administrasi negara terutama Pusat peningkatan pengamatan hukum serta Administrasi instansi Adminitrasi Negara Republik Indonesia dengan Pemerintah Wilayah Aceh.

Pelaksana Pekerjaan Sekretaris Wilayah Helvizar dalam sambutannya memberikan, workshop itu memiliki tujuan untuk menambah kemampuan kapasitas Instrumen Sipil Negara (ASN) di semuanya SKPA Pemerintah Wilayah Aceh.

“Pemerintah Aceh waktu ini tengah bergulat dengan jaman yang begitu tinggi serta tak ada yang dapat behenti sesaat, semua kita laksanakan yakni untuk penyusan APBD 2020, supaya perolehan realisasi dapat terwujud sesuai dengan keinginan kita, ” kata Helvizar.

Dia mengatakan jika di jaman milenial ini, pergantian budaya kerja beralih dengan benar-benar cepat sekali, sampai-sampai tuntut banyak ASN supaya bisa bekeja dalam sekejap. “Forum ini butuh serta ini yakni nasib kita, serta Pergub No 58 tahun 2018 dengan visi Aceh Hebat. Yang tuntut terperbaikinya kapasitas kita serta mensyaratkan terperbaikinya menejemen kita, ” papar Helvizar.

Tidak hanya itu Helvizar mengutarakan jika workshop ini untuk menyadarkan semuanya SKPA supaya lebih memahami pekerjaan serta kewajibannya. “Kita harus proktif analisis kerja, sampai-sampai kita ketahui berapakah orang yang dapat untuk menanggung pekerjaan itu. sampai-sampai pekerjaan bisa berjalan secara baik, ” kata Helvizar.

Simak Juga : analisis

Helvizar membawa semuanya bagian SKPA peserta workshop untuk ikuti stiap proses kesibukan dengan serius, sampai-sampai bisa jalankan visi misi pemerintah Aceh yakni untuk menambah kwalitas kapasitas ASN secara baik untuk perubahan Aceh selanjutnya.

“Kegiatan ini akan diakselerasi, jadi di harapakan konsentrasi serta keseriusan bapak serta ibu, Perubahan Aceh ini telah jadi beban pekerjaan kita, nasib ASN di semuanya SKPA berada di tangan bapak serta ibu yang mewakili kesibukan ini, ” kata Helvizar.