Bagian pariwisata jadi satu diantara konsentrasi Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau (Kepri) . Dalam prosedurnya, Pemkab Natuna menitik beratkan pada peningkatan bagian Maritime, Ekowisata, serta Arkeologi Marine yg diketahui dengan istilah MEA Tourism.

Kepala Dinas Pariwisata serta Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Natuna, Erson Gempa Apriandi mengemukakan, tiga bagian itu sebagai kekuatan besar yg dipunyai Natuna. Ketiganya bakal dibikin dengan berbarengan. Menurut dia, waktu ini udah mulai diciptakan.

Baca Juga : MEA adalah

Untuk bagian Maritime, Disparbud Natuna sedang cari investor serta mengatur wisata pantai. Akhir 2018 ini udah ada investor yg masuk di sektor pariwisata. Ada pula investor yg bakal meningkatkan resort serta sejenisnya pada 2019 akan datang.

“Sudah ada lampu hijau sebab itu (investasi) , tetapi belum bisa saya kabarkan dari mananya, ” kata Erson disaat dihubungi pada Sabtu (15/12) .

Pada bagian ekowisata, satu diantara yg dihandalkan yakni Geopark Natuna. Hadirnya geopark di Natuna bakal miliki resiko pada pergerakan pelancong luar negeri. Ditambah lagi statusnya kelak selekasnya bisa menjadi Geopark yg diputuskan Unesco pada 2019 akan datang.

Walau begitu, faksinya tetap akan lengkapi berbagai hal sebelum kedepannya diputuskan jadi Geopark oleh Unesco. Satu diantaranya penuhi referensi dari Komite Nasional Geopark Indonesia (KNGI) .

“Kami miliki PR berat, setahun ke depan untuk melakukan referensi dari pusat, ” ujarnya .

Paling akhir yakni Arkeologi Marine. Arkeolog Marine, disadari Erson yakni kelebihan khusus Natuna. Natuna miliki 24 situs kapal karam yg berada di laut Natuna, baik yg membuat beberapa barang antik atau kapal serta pesawst bersejarah.

Beberapa situs ini miliki daya tarik tinggi serta bakal dikemas jadi wisata diving paling baik yg terpusat di Pulau Laut, Natuna.

Simak Juga : pengertian kewirausahaan

“Jadi ada kapal Jepang, Kapal Soekarno, Jadayat, bangkai pesawat terbang. Kedepannya, pulau laut bakal kita branding jadi taman arkeologi Nasional, ” jadi Erson .

Sinkronisasi dengan faksi berkenaan udah berjalan, berbarengan Balai Kajian Kelautan dari KKP, Disparbud sedang mempersiapkan data-data simpatisan serta membuat analisis. Didambakan bisa menjadi satu diantara wilayah di Natuna yg bakal disenangi pelancong.