Sekretaris LDK PP Muhammadiyah Faozan Amar setuju kalau Pancasila bukan jadi pilar, namun jadi basic serta ideologi negara. Perihal ini sesuai sama negara ketentuan Mahkamah Konstitusi (MK) Nomer 100/PUU-XI/2014 yg menghentikan frasa ” Empat Pilar Berbangsa serta Bernegara ” .

” Sebab itu, kita tak memanfaatkan frasa pilar dalam Pancasila, ” kata Faozan terhadap Gesuri, beberapa waktu terakhir.Simak Juga : pancasila sebagai dasar negara
Faozan memberikan respon pengakuan Rizieq Shihab berkenaan Pancasila. Diketahui, pada milad ke-21 FPI, Rizieq Shihab mengemukakan Pancasila yaitu basic negara Republik Indonesia, bukan pilar negara.

Akan tetapi saat ini, lanjut Rizieq, ada faksi yg mengatakan Pancasila jadi pilar negara. Menurut dia faksi itu tidak sukses mengerti terkait Pancasila.

Pengakuan itu diungkapkan Rizieq melalui video dari Mekah yg ditayangkan langsung dari account YouTube Front TV, pada Sabtu (24/8) dalam acara Milad FPI yg diselenggarakan di Stadion Rawa Badak, Koja, Jakarta Utara.

Dalam peluang itu, dedengkot FPI itu pun mengemukakan Tubuh Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) yg dibuat Presiden Joko Widodo (Jokowi) tak mengerti pokok serta esensi Pancasila.

Artikel Terkait : sistem pemerintahan indonesia
Faozan menyambung, pemasyarakatan serta implementasi Pancasila mesti tiada henti dilaksanakan. Dikarenakan kendala yg dijumpai Pancasila, ialah ektremisme beragama serta liberalisasi ekonomi, masih tetap berbuntut.

” Serta Pembentukan BPIP sebagai ikhtiar serta bentuk hadirnya Pemerintah buat mensosialisasikan serta mengaplikasikan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan berbangsa serta bernegara, ” tegas Faozan, yang Ketua Sektor Pendidikan serta Kursus PP Baitul Muslimin Indonesia (Bamusi) ini.