Penyakit menjadi sesuatu yang berbahaya jika tidak segera disembuhkan. Seperti penyakit difteri salah satunya. Penyakit yang satu ini jika tidak ditangani dengan serius bisa menyebabkan kematian pada anak-anak maupun orang dewasa. Difteri merupakan jenis penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Corynebacterium. Bakteri ini akan menginfeksi selaput lendir hidung dan tenggorokan. Gejala awal yang akan dialami oleh penderita adalah rasa sakit di sekitar tenggorokan, badan demam, lemas, terjadi pembengkakan kelenjar getah bening, serta terbentuknya membran tebal abu-abu yang menutupi tenggorokan dan amandel.

 

Seperti yang sudah dipaparkan sebelumnya, difteri merupakan jenis penyakit menular. Cara penularannya bisa melalui berbagai macam, seperti:

 

  • Terkena percikan ludah atau menghirup percikan dari penderita difteri saat batuk atau bersin.
  • Menggunakan barang atau peralatan yang sudah terkontaminasi bakteri Corynebacterium diphtehria, seperti handuk, mainan, bantal, gelas minum, dlsb.
  • Bersentuhan langsung dengan luka difteri dari kulit penderita.

 

Seseorang akan rentan terkena difteri jika berada pada kondisi berikut ini:

 

  • Tidak mendapatkan vaksinasi difteri terbaru.
  • Memiliki gangguan imunitas, seperti pada penderita AIDS.
  • Sistem imun yang lemah, seperti pada anak-anak atau orang dewasa di atas usia 40 tahun ke atas.
  • Tinggal di lingkungan yang padat penduduk dan kurang bersih.
  • Gaya hidup yang kurang sehat.

 

Penyakit difteri akan menunjukkan gejala-gejala yang sudah dijelaskan sebelumnya, seperti demam, rasa sakit di tenggorokan, badan lemas, dan muncul ciri khas difteri berupa membran tebal abu-abu yang menutupi tenggorokan dan amandel. Namun selain itu, difteri juga akan menunjukkan gejala-gejala umum lainnya, seperti masalah pernapasan, tenggorokan sakit saat digunakan untuk menelan, perubahan penglihatan, kulit pucat dingin dan berkeringat, batuk yang keras, serta jantung yang berdebar cepat.

 

Saat mengalami gejala-gejala tersebut, penderita diharapkan segera memeriksakan diri ke dokter agar mengetahui diagnosis penyakit yang lebih pasti. Hal ini juga bertujuan agar Anda bisa mendapatkan penanganan yang tepat. Karena jika dibiarkan begitu saja, difteri bisa menyebabkan kerusakan yang serius pada organ ginjal, sistem saraf, dan jantung. Apabila seseorang diduga kuat terkena difteri, biasanya dokter akan menganjurkan pasien menjalani perawatan di ruang isolasi. Langkah pengobatan yang akan diberikan melalui 2 jenis obat, yaitu antibiotik dan antitoksin. Antibiotik berguna untuk membunuh bakteri dan menyembuhkan infeksi. Sedangkan pemberian antitoksin bertujuan untuk menetralisasi toksin atau racun difteri yang sudah menyebar di dalam tubuh.

 

Mengingat penyakit difteri merupakan penyakit menular berbahaya, maka sudah sewajarnya kita melakukan berbagai upaya pencegahan agar terhindar dari penyakit ini. Pencegahan bisa dilakukan dengan menerapkan pola hidup bersih dan sehat, seperti cuci tangan. Selain itu, cara terbaik untuk mencegah difteri adalah dengan melakukan vaksinasi.

penyakit difteri

Tags: ,