Harga saham PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) alami lonjakan tinggi dalam perdagangan Senin 30 Oktober 2017, sesudah launching kemampuan per September yang membukukan penambahan tidak tebal pada pendapatan. Meski begitu, harga saham distributor gas punya negara ini masih tetap jauh dibawah harga pada awal 2015.

informasi terkait : cara menghitung PPN

Saham PGAS naik 14, 07 % ke level Rp1. 865 pada penutupan perdagangan tempo hari, 30 Oktober 2017. Tetapi, angka itu jauh dibawah harga saham PGAS waktu awal 2015 di level Rp6. 000. Berarti, kurun waktu nyaris tiga th. harga saham PGAS telah berkurang 69 %.

Anjloknya harga saham lebih dari 69 % sudah menghimpit nilai kapitalisasi pasar (market cap) saham PGAS sampai cuma tersisa Rp45, 2 triliun saat ini. Walau sebenarnya pada awal 2015, PGAS masih tetap mempunyai market cap sebesar Rp145 triliun.

Lantas apakah harga saham PGAS sudah cukup murah? Analis Bareksa coba mengkaji valuasinya memakai cara PE Band. Cara ini melukiskan seberapa mahal harga saham dibanding dengan laba bersih per sahamnya menurut PPH pasal 21.

Dalam grafik PE Band, garis abu-abu adalah rata-rata rasio price to earning (PER), sesaat garis kuning memberikan standard deviasi pertama dari rata-rata PE Band serta garis merah adalah rumus standard deviasi ke-2.

Bila PER menyentuh garis kuning bawah (lower band) memberikan harga saham relatif murah, terlebih bila menyentuh garis merah (lower band 2) begitu juga demikian sebaliknya.

Pada grafik, sekarang ini PER PGAS cuma menjangkau 17, 5 kali, lebih rendah dari garis rata rata 26, 3 kali. Hal semacam ini memberikan kalau harga saham PGAS sekarang ini murah karna dibawah rata-rata.