Korea Selatan (Korsel) akan mengirim satu kapal militernya ke perairan Selat Hormuz. Mobilisasi ini dikerjakan militer Korsel ditengah-tengah kemelut yang mencapai puncak di antara Amerika Serikat (AS), yang disebut sekutunya, serta Iran.

Seperti dikutip AFP serta Associated Press, Selasa (21/1/2020), Kementerian Pertahanan Korsel mengatakan faksinya akan mengerahkan 300 tentaranya, bersama dengan kapal militer tipe destroyer itu, ke perairan Selat Hormuz yang disebut titik strategis untuk perdagangan minyak dunia.

785

Iran sejauh ini dipercaya berada di balik rangkaian serangan pada kapal-kapal niaga serta kapal tanker yang berlayar di perairan Selat Hormuz. AS sudah mengerahkan misi Angkatan Laut di perairan itu.

Baca Juga : Biaya Kuliah UNS

Desakan yang diberi AS bawa Korsel ke dilema, karena didapati jika Korsel punya jalinan diplomatik dengan Iran semenjak awal tahun 1960-an serta sampai tahun kemarin, Iran jadi salah satunya penyuplai minyak penting buat negara yang miskin sumber daya itu.

Kementerian Pertahanan Korsel mengatakan faksinya putuskan ‘untuk sesaat waktu memperluas’ ruang mobilisasi buat unit militer anti-pembajakan yang sekarang bekerja di terlepas pantai Somalia. Ruang mobilisasi unit itu akan meliputi perairan Teluk Persia serta Teluk Oman, yang dikaitkan oleh Selat Hormuz.

Menurut Kementerian Pertahanan Korsel, pelebaran ruang mobilisasi ini ditujukan untuk menolong jamin keamanan perlintasan kapal-kapal berbendera Korsel serta kapal yang bawa masyarakat Korsel di perairan strategis yang riskan serangan itu.

Korsel memperjelas jika mobilisasi kapal militer serta tentara Korsel ini tidak jadi sisi dari misi Angkatan Laut AS di perairan strategis itu. Uni militer Korsel akan kerja dengan berdiri sendiri, tetapi tidak tutup peluang untuk bekerja bersama dengan konsolidasi AS bila dibutuhkan.

Baca Juga : Universitas Negeri Surakarta

Disebut jika nanti dua tentara Korsel yang bisa menjadi petugas penghubung (liaison officer) serta diantar ke tempat Komando Keamanan Maritim Internasional yang di pimpin AS untuk ‘berbagi informasi’.

Didapati jika Korsel serta AS sekarang punya aliansi militer. Tetapi jalinan ke-2 negara jadi tegang karena tuntutan Presiden AS Donald Trump supaya Korsel bayar miliaran dolar AS untuk ongkos mobilisasi 28.500 tentara AS di negara itu, yang mempunyai tujuan membuat perlindungan Korsel dari intimidasi Korea Utara (Korut). Minggu lantas, Duta Besar AS untuk Korsel, Harry Harris, menggerakkan Korsel untuk masuk dengan misi Angkatan Laut AS.