Pengacara Tomy Winata (TW), Desrizal Chaniago, akui menyesal sudah lakukan pemukulan hakim gunakan ikat pinggang. Desrizal pun tidak dengan maksud untuk mencemarkan nama baik pengadilan.

600

“Tentu (menyesal) yang mulia, dengan apa yang saya kerjakan, apa yang saya kerjakan ialah mencemar nama pengadilan tidak baik,” kata Desrizal waktu diberi pertanyaan hakim apa dianya menyesali tindakannya dalam kontrol terdakwa di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Jl Bungur Raya, Jakarta Pusat, Senin (2/12/2019).

Baca Juga : Biaya Kuliah UNSIL

Desrizal jadi kuasa hukum faksi penggugat perselisihan perdata yang diserahkan Tomy Winata dengan nomor masalah 223/pdt.G/2018/PN Jakpus. Masalah tuntutan itu di pimpin hakim ketua Sunarso.

Sesudah menyapu hakim, Desrizal menjelaskan dianya minta untuk diamankan supaya jalani persidangan. Diluar itu, dianya tidak dengan maksud untuk menyerang pengadilan.

“Dalam persidangan kemarin sesudah lakukan pengusutan meminta saya diamankan, tangkap ujung kembali pada pengadilan. Satu bagian tidak pungkiri apa yang saya kerjakan tidak baik untuk pengadilan. Tetapi benar-benar tidak punyai tujuan menyerang pengadilan,” jelas ia.

Desrizal sebagai advokat menyebutkan dianya seringkali ikuti persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat serta pengadilan yang lain. Tetapi, diakuinya baru kesempatan ini memukul hakim.

“Belum pernah (memukul hakim), di luar juga belum pernah (memukul),” tutur ia.

Waktu ditahan polisi, dia menyebutkan sudah didapati team badang pengawas Mahkamah Agung (MA) untuk menanyakan latar insiden itu. Ia mengemukakan penyesalannya atas insiden itu.

Baca Juga : Universitas Siliwangi

“Saya berikan saya menyesal, apa yang saya kerjakan tidak punyai tujuan untuk menyerang lembaga, saya serang lembaga jadi orang tidak benar,” tuturnya.

Dalam masalah ini, Desrizal dituduh lakukan penganiayaan pada hakim Sunarso serta Duta Baskara. Desrizal disebutkan jaksa menganiaya hakim dengan memakai ikat pinggang.

“Dengan menyengaja sudah mengakibatkan perasaan tidak enak, penderitaan atau rasa sakit atau mengakibatkan cedera, pada saksi Sunarso, saksi Duta Baskara, yang dikerjakan terdakwa,” kata jaksa penuntut biasa (JPU) Permana waktu membacakan surat tuduhan dalam sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Jl Bungur Raya, Jakarta, Selasa (8/10).