Penjelajahan Yayan alias Pian (31), masyarakat Kecamatan Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat, spesialis pencurian kendaraan roda dua selesai di tangan barisan Unit Reskrim Polsek Padalarang.

21

Aktor yang disebut residivis untuk masalah yang sama, ditangkap pada tanggal 14 Januari 2020 di Kampung Purabaya, Desa Jaya Mekar, Kecamatan Padalarang, KBB. Awalnya, Pian sempat ditahan di Lapas Cianjur sepanjang 2 tahun serta di Lapas Jelekong sepanjang 3 tahun.

Berdasar catatan faksi kepolisian, Pian lakukan pencurian di 34 TKP, di daerah KBB serta Cianjur. Rinciannya 7 TKP di Padalarang, 6 TKP di Cililin, 10 TKP di Cipeundeuy, 1 TKP di Cisarua, 1 TKP di Saguling, 1 TKP di Cipatat, serta 8 TKP di Cianjur.

Baca Juga : Biaya Kuliah ITS

Menurut Kapolsek Padalarang, Kompol Supriati, aktor dalam lakukan laganya cuma bergerak seorang diri. Tetapi tidak tutup peluang terdapatnya keterkaitan aktor lain.

“Benar kami sudah amankan aktor spesialis curanmor di daerah Padalarang. Ia ini aktor yang berlaga seorang diri. Tetapi masih kami bangun terdapatnya peluang rekanan aktor waktu lakukan pencurian,” kata Kompol Supriati waktu didapati di Mapolres Cimahi, Kamis (20/2/2020).

Dalam lakukan tindakan pencurian, Pian memperlengkapi diri dengan kunci astag serta kunci T. Disamping itu ia tetap bawa golok jadi alat jaga diri serta melukai korban bila terpergok.

“Sebab ia sangat pakar, satu motor tidaklah sampai 5 menit dapat dicuri. Jadi kunci astag atau T didesak ke stop kontak. Sesudah terbuka, ia bawa serta kabur motornya. Tetapi plat nomornya langsung dilepaskan sebab ia bawa serta obeng serta tang,” tuturnya.

Sebelum lakukan pencurian, Pian yang mempunyai jaringan penadah di daerah Cianjur, kadang cari terlebih dulu peminat barang curiannya hingga tidak butuh ribet temukan konsumen .

Baca Juga : Institut Teknologi Surabaya

Seorang penadah beberapa barang curian aktor Pian, atas nama Edih alias Edi telah ditangkap. Sedang tiga penadah yang lain, yaitu Endang, Farid, serta Abidin, masih juga dalam perburuan.

“Ada pula yang meminta dicarikan motor tipe khusus, baru dicarikan oleh Pian. Umumnya yang cari itu temannya yang penadah. Motor targetnya itu matic seperti beat, serta dipasarkan seharga Rp 2 juta sampai Rp 2,5 juta,” jelasnya.

Untuk bertanggung jawab tindakannya, aktor dijaring Klausal 363 KUHP Mengenai Pencurian dengan Pemberatan Dengan Berulang-ulang dengan penjara sepanjang 7 tahun. Sedang Edih jadi penadah disangkakan Klausal 480 KUHP mengenai Pertolongan Jahat dengan intimidasi 4 tahun penjara.