Fakultas Pertanian Unhas Gelar Konferensi Internasional ICEF 2019

Departemen Sosial Ekonomi Fakultas Pertanian Universitas Hasanuddin menggelar konferensi internasional pertama terkait keamanan pangan, di Hotel The Rinra jalan Metro Tanjung Bunga, Makassar, Senin (21/10/2019).

Forum bertajuk International Conference on Political Ecology of Food Security (ICEF) 2019 ini, menghadirkan beberapa pembicara, antara lain Dr. Peter Mahon (Australia), Prof. Dr. Ir. M. Saleh Ali, M.Sc (Unhas), Prof. Yoshio Kawamura (Jepang), Dr. Arif Satria, SP, M.Si (IPB), dan Prof. Dr. Mohd. Nizam A.B. Rahman (Malaysia).

"Alasan mengangkat ekologi politik keamanan pangan menjadi tema konferensi ini adalah peran penting sektor pertanian dalam keberlangsungan kehidupan dan pencapaian tujuan dalam Sustainable Development Goals (SDGs)," ujar Dekan Fakultas Pertanian Prof. Dr. Agr. Sc. Ir. Baharuddin dalam sambutannya.

Prof Baharuddin menjelaskan, bahwa sektor pertanian merupakan tulang punggung yang menjadi komponen mendasar dalam keberlangsungan kehidupan, maka tentu memerlukan suatu jaminan atas keamanan pangan yang menjadi kebutuhan primer manusia.

Melalui forum ICEF, akan dikupas aspek-aspek apa saja yang menjadi penting utamanya terkait dengan implementasi dan pencapaian tujuan dari SDGs.

Sebelum membuka forum ICEF secara resmi, Wakil Rektor bidang Perencanaan Sumber Daya dan Keuangan Unhas Prof. Sumbangan Baja menjelaskan bahwa, setidaknya ada beberapa tantangan yang dihadapi terkait keamanan pangan dan beberapa paper telah membahas tantangan-tantangan tersebut.

"Saya telah membaca beberapa paper yang masuk di konferensi ini dan saya rasa, hari ini dapat menjadi wadah bertukar pikiran terkait ekologi politik dari keamanan pangan. Topik yang diangkat juga menyinggung beberapa tujuan yang terdapat pada SDGs, seperti No Poverty, Good Health and Well Being, Quality Education, Gender Equality, Climate Exchange, dan Life on Land,” terang Prof. Dr. Ir. Sumbangan Baja,

Tantangan-tantangan tersebut berkaitan dengan SDGs, misalnya Life on Land (Ekosistem Daratan) dimana seharusnya aktivitas yang berlangsung seharusnya berkaitan dengan pertanian.

Namun belakangan ini, banyaknya aktivitas selain pertanian, seperti pembangunan infrastruktur, perumahan, atau yang berkaitan dengan industri, sehingga porsi antara aktivitas pertanian dan non-pertanian menjadi tidak seimbang.

Tantangan ini, kata dia, tentu membutuhkan sebuah solusi, minimal sebuah keamanan pangan yang harus terjamin di antar daerah. Hal ini bisa menjadi salah satu topik diskusi pada konferensi hari ini.

Lebih lanjut lagi, Prof. Sumbangan juga menjelaskan bahwa Unhas termasuk salah satu universitas yang unggul dalam bidang penelitian dan inovasi. Hal ini ditandai dengan penganugerahan penghargaan Widyapadhi dari Kemenristekdikti terkait manajemen inovasi. Di bidang penelitian sendiri, Unhas berada di peringkat kelima di seluruh Indonesia.


Sebagai penutup, Prof. Sumbangan berharap konferensi ini dapat menjadi ajang kolaborasi dan meningkatkan koneksi antara universitas yang mengikuti konferensi ini. Ia juga mengatakan bahwa melalui kegiatan ini, artikel/jurnal yang diterbitkan oleh Unhas yang terindeks Scopus mengalami peningkatan.

“Unhas telah menerbitkan ribuan artikel yang terindeks Scopus. Sekarang kita berada di peringkat ke-8 jumlah artikel terbanyak di Indonesia. Mudah-mudahan melalui konferensi ini, jumlahnya bisa meningkat lagi,” tutup Prof. Sumbangan.

Turut hadir dalam acara ini Ketua PMC Unhas (Muhammad Arsyad, M.Si, Ph.D) Rektor Universitas Haluoleo, Universitas Tadulako, Universitas Sulawesi Barat, Universitas Mataram, Universitas Negeri Gorontalo, Universitas Timor, dan Direktur Politbangtan Gowa.

Dalam acara 1st ICEF 2019 juga diadakan penandatangan Nota Kesepahaman antara tujuh Universitas yang turut hadir dan ikut serta dalam kegiatan tersebut. (*)