Fakultas Pertanian Unhas

Fakultas Pertanian

 

Universitas Hasanuddin

You have downloaded this file 0 times in the last 24 hours, limit is 5.
Your file downloads total 0 in the last 24 hours, limit is 5.

Aplikasi Edible film Pati Biji Nangka (Artocarpus heterophyllus) dengan Penambahan Ekstrak Bawang Putih (Allium sativum) pada Coating Otak-Otak
Download

Description:

Normal 0 false false false IN X-NONE X-NONE /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:'Table Normal'; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-qformat:yes; mso-style-parent:''; mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; mso-para-margin-top:0in; mso-para-margin-right:0in; mso-para-margin-bottom:8.0pt; mso-para-margin-left:0in; line-height:107%; mso-pagination:widow-orphan; font-size:10.0pt; font-family:'Calibri','sans-serif'; mso-fareast-font-family:Calibri; mso-bidi-font-family:'Times New Roman';}

Abstrak

Otak-otak sebagai produk semi basah dilapisi dengan edible film untuk menghambat terjadinya kerusakan. Edible film dibuat dari pati biji nangka dengan penambahan gliserol, bawang putih sebagai antimikroba, dan asam propionat sebagai anti jamur. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui konsentrasi terbaik campuran pati dan gliserol, konsentrasi terbaik asam propionat sebagai anti jamur, pengaruh ekstrak bawang putih terhadap edible film, dan efektifitas penggunaan bawang putih sebagai antimikroba edible film. Tahapan penelitian ini meliputi ekstraksi pati biji nangka, ekstraksi antimikroba bawang putih, optimalisasi campuran pati dan gliserol, optimalisasi konsentrasi asam propionat, selanjutnya coating otak-otak dengan perlakuan konsentrasi ekstrak antimikroba bawang putih. Konsentrasi campuran pati dan gliserol terbaik berdasarkan uji laju transmisi uap air (Water Vapor Trasmission rate/WVTR) yaitu 5% pati + 10% gliserol dengan nilai WVTR 0,0701 g/m2/jam dan konsentrasi asam propionat terbaik yaitu 0,6%. Konsentrasi terbaik yang diperoleh digunakan untuk coating otak-otak dengan variasi ekstrak bawang putih (0,5% dan 1%) dan dibandingkan dengan otak-otak tanpa edible film. Parameter uji yang digunakan adalah uji ketebalan, uji WVTR, dan uji organoleptik (aroma, warna, dan tekstur). Hasil penelitian menunjukkan ketebalan edible film tidak berbeda nyata, nilai WVTR yang paling rendah adalah konsentrasi 1%, dan hasil organoleptik menunjukkan panelis menyukai otak-otak tanpa edible film.

keywords: edible film, ekstrak bawang putih, otak-otak

Author (email):
Andi Muhammad Arman (G31110004),Rindam Latief dan Nandi K. Sukendar
Submitted On:
11 Aug 2016
File Size:
148.53 Kb
Downloads:
41