Fakultas Pertanian Unhas

Fakultas Pertanian

 

Universitas Hasanuddin

You have downloaded this file 0 times in the last 24 hours, limit is 5.
Your file downloads total 0 in the last 24 hours, limit is 5.

Elemen Kemasan Cerdas dan Aktif Berbasis Selulosa Bakteri Acetobacter xylinum terhadap Mutu Daging Sapi Segar selama Penyimpanan
Download

Description:

Normal 0 false false false EN-US X-NONE X-NONE /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:'Table Normal'; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-qformat:yes; mso-style-parent:''; mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; mso-para-margin-top:0cm; mso-para-margin-right:0cm; mso-para-margin-bottom:10.0pt; mso-para-margin-left:0cm; line-height:115%; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:'Calibri','sans-serif'; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin; mso-bidi-font-family:'Times New Roman'; mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}

RINGKASAN

Selulosa bakteri sebagai polisakarida ektraseluler yang disintesis oleh Acetobacter xylinum memiliki potensi menjadi bahan dasar pembutaan kemasan cerdas dan aktif. Selulosa bakteri memiliki sifat fisik dan mekanik yang lebih unggul dibandingkan polimer sintetik dalam mengabsorbsi larutan indikator pH berbasis warna pada kemasan cerdas dan senyawa antimikroba berupa ekstrak bawang putih pada kemasan aktif. Kombinasi kemasan cerdas dan aktif memberikan fungsi ganda dalam mendeteksi perubahan mutu dan memperpanjang masa simpan pangan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui karakteristik kemasan cerdas dan aktif berbahan dasar selulosa bakteri serta pengaruhnya terhadap daging sapi segar yang dikemas. Penelitian ini terdiri dari penelitian pendahuluan dan penelitian utama. Penelitian pedahuluan meliputi penentuan sumber nitrogen terbaik antara amonium sulfat food grade dan ekstrak yeast pada media pertumbuhan Acetobacter xylinum untuk sintesis selulosa bakteri, serta pengujian sensitivitas larutan indikator kemasan cerdas. Penelitian utama meliputi pengujian karekteristik indikator kemasan cerdas dan lembaran kemasan aktif, serta penerapannya pada penyimpanan daging sapi segar di suhu ruang (28 ± 2oC) selama 24 jam. Hasil penelitian pendahuluan menunjukkan amonium sulfat menghasilkan selulosa bakteri dengan karakteristik fisik terbaik. Serta, indikator larutan BTB (Bromothymol blue) pH 2,75 pada kemasan cerdas memiliki perubahan warna paling mudah diamati secara visual yaitu dari warna oranye ke hijau tua yang mengindiaksikan perubahan mutu daging sapi dari segar ke busuk. Hasil penelitian utama menunjukkan daging dengan perlakuan kemasan aktif dengan penambahan ekstrak bawang putih 10% dan 15% mengalami kebusukan pada jam ke-16, sedangkan daging dengan perlakuan kemasan aktif tanpa penabahan ekstrak bawang putih dan penambahan 5% ekstrak bawang putih mengalami kebusukan pada jam ke-12. Selain itu, perubahan warna indikator kemasan cerdas memiliki tingkat korelasi yang linear dengan parameter TPC (Total Plate Count), TVBN (Total Volatile Bases Nitrogen), dan pH daging yang dikemas dengan penggunaan kemasan aktif.

 

Kata kunci : Selulosa bakteri, kemasan cerdas dan aktif, Acetobacter xyinum, dan daging sapi

 

Author (email):
Irma Kamaruddin (irmakama6@gmail.com), Andi Dirpan dan Zainal
Submitted On:
18 Jul 2019
File Size:
11.82 Kb
Downloads:
4