Fakultas Pertanian Unhas

Fakultas Pertanian

 

Universitas Hasanuddin

You have downloaded this file 0 times in the last 24 hours, limit is 5.
Your file downloads total 0 in the last 24 hours, limit is 5.

Pengaruh Jenis Enzim pada Sakarifikasi Kontinyu terhadap Produksi Sirup Glukosa Tapioka dengan Enzim Terimobil pada Matriks Batu Apung Skala Pilot Plant.
Download

Description:

Normal 0 false false false IN X-NONE X-NONE MicrosoftInternetExplorer4

/* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:'Table Normal'; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-qformat:yes; mso-style-parent:''; mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; mso-para-margin:0cm; mso-para-margin-bottom:.0001pt; text-align:justify; line-height:115%; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:'Calibri','sans-serif'; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-fareast-font-family:'Times New Roman'; mso-fareast-theme-font:minor-fareast; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin;}

ABSTRAK

Sirup glukosa merupakan salah satu alternatif pemanis yang berasal dari non tebu yang diproduksi secara enzimatik dari tepung tapioka. Enzim yang digunakan dalam produksi sirup glukosa adalah enzim amiloglukosidase (AMG) tanpa pullulanase dan kombinasi enzim AMG dengan pullulanase. Pada umumnya, produksi sirup glukosa secara enzimatik dikenal mahal karena harga enzim yang mahal sehingga tidak relatif efisien penggunaannya dalam waktu yang lama. Oleh karena itu, dilakukan proses imobilisasi enzim dengan metode adsorpsi fisik pada matriks batu apung. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui produktivitas sirup glukosa menggunakan enzim AMG tanpa pullulanase dan enzim kombinasi AMG dengan pullulanase, serta untuk menentukan lama penggunaan enzim terimobil pada matriks batu apung yang stabil digunakan pada proses sakarifikasi. Prosedur penelitian diawali dengan gelatinisasi, likuifikasi, dan sakarfikasi menggunakan enzim terimobil pada matriks batu apung. Penelitian dilakukan melalui proses sakarifikasi hingga 228 jam dan sampling setiap selang waktu 12 jam. Parameter pengamatan pada penelitian ini adalah kadar gula pereduksi, nilai dekstrosa equivalen, tingkat kemanisan, dan persentase total padatan. Data penelitian diolah dengan menggunakan rancangan Acak Lengkap 2 Faktorial dengan percobaan dua kali ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produktivitas sirup glukosa pada perlakuan enzim kombinasi AMG dengan pullulanase lebih tinggi dibandingkan dengan perlakuan enzim AMG tanpa pullulanase. Perlakuan AMG dengan pullulanase memiliki kadar gula pereduksi sebesar 206,68 g/L, nilai dekstora equivalen sebesar 56,78%, tingkat kemanisan sebesar 30,73 0Brix, dan total padatan sebesar 36,53%. Enzim imobil yang digunakan hingga lama sakarifikasi 228 jam masih stabil untuk memproduksi sirup glukosa pada perlakuan AMG tanpa pullulanase dan kombinasi AMG dengan pullulanase.

 

 

Kata kunci: sirup glukosa, enzim imobil, AMG, pullulanase, waktu sakarifikasi

 

Author (email):
Sitti Masita (G31112006), Amran Laga dan Rindam Latif
Submitted On:
05 Apr 2017
File Size:
193.97 Kb
Downloads:
2