Fakultas Pertanian Unhas

Fakultas Pertanian

 

Universitas Hasanuddin

You have downloaded this file 0 times in the last 24 hours, limit is 5.
Your file downloads total 0 in the last 24 hours, limit is 5.

Pengaruh Jenis Pengental dan Jenis Minyak Terhadap Daya Terima Formulasi Produk Pasta Bawang Merah Yang Dihasilkan
Download

Description:

Normal 0 false false false EN-US X-NONE X-NONE MicrosoftInternetExplorer4 /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:'Table Normal'; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-qformat:yes; mso-style-parent:''; mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; mso-para-margin-top:0cm; mso-para-margin-right:0cm; mso-para-margin-bottom:8.0pt; mso-para-margin-left:0cm; line-height:107%; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:'Calibri','sans-serif'; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-fareast-font-family:'Times New Roman'; mso-fareast-theme-font:minor-fareast; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin; mso-bidi-font-family:'Times New Roman'; mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}

ABSTRAK

Tingkat angkatan partisipasi kerja semakin meningkat sehingga kecenderungan untuk mencari produk instan seperti bumbu instan untuk waktu yang lebih efisien. Bawang merah dapat melimpah pada musim panennya sehingga perlu dilakukan pengolahan untuk mendapatkan nilai tambah. Salah satu produk efisien yang dapat menghemat waktu dalam proses pengolahan adalah pasta bawang merah. Faktor-faktor perlakuan yang berpengaruh dalam pembuatan pasta bawang merah adalah jenis pengental dan jenis minyak. Oleh karena itu, diperlukan formulasi yang tepat dalam pembuatannya. Selain itu pengujian pada produk dilakukan agar sesuai dengan standar yang disesuaikan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh formulasi terbaik dari 6 formulasi kombinasi perlakuan pasta bawang merah, mengetahui pengaruh jenis pengental terhadap uji organoleptik pada parameter (warna, aroma, tekstur dan rasa) serta mengetahui pengaruh dari jenis pengental terhadap uji lanjut produk berupa (kadar air, kadar abu, rendemen, viskositas dan total padatan terlarut. Prosedur pengujian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu uji proksimat yang meliputi (pengujian kadar air, kadar abu), rendemen, viskositas, total padatan terlarut serta uji organoleptik meliputi (warna, aroma, tekstur dan rasa). Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu perbandingan jenis pengental berupa maizena (F1) (3%), CMC (F2) (3%) dan karagenan (F3) (3%). Berdasarkan uji proksimat pasta bawang merah diperoleh nilai rata-rata kadar air F1 (67.31%), F2 (69.91%), F3 (70.91%). Kadar abu F1 (4.52%), F2 (3.62%), F3 (4.05%). Rendemen F1 (78.27%), F2 (84.00%), F3 (83.77%). Viskositas F1 (226cP), F2 (169cP), F3 (220cP). Total padatan terlarut F1 (0.93Brix˚C), F2 (0.93Brix˚C), F3 (0.93Brix˚C). Hasil uji organoleptik pasta bawang merah yang disukai oleh panelis adalahformula 3 dengan perlakuan berupa penambahan CMC 3% dan Minyak Kelapa Sawit 2,5%.

 

Kata kunci:CMC, Karagenan, Maizena, Minyak Kelapa Sawit, Minyak Zaitun, Pasta Bawang Merah.

 

Author (email):
Giovanni Tri Hadi Wibowo Budiardjo (giovannitrihadi@yahoo.com), Nurlaila Abdullah, Adiansyah Syarifu
Submitted On:
29 Jul 2019
File Size:
482.63 Kb
Downloads:
7