Fakultas Pertanian Unhas

Fakultas Pertanian

 

Universitas Hasanuddin

You have downloaded this file 0 times in the last 24 hours, limit is 5.
Your file downloads total 0 in the last 24 hours, limit is 5.

Pengembangan Produk Dodol Berbasis Tepung Jagung Sebagai Alternatif Pangan Darurat
Download

Description:

Normal 0 false false false EN-US X-NONE X-NONE /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:'Table Normal'; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-qformat:yes; mso-style-parent:''; mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; mso-para-margin:0cm; mso-para-margin-bottom:.0001pt; line-height:150%; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:'Calibri','sans-serif'; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-fareast-font-family:'Times New Roman'; mso-fareast-theme-font:minor-fareast; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin; mso-bidi-font-family:Arial; mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}

ABSTRAK

Pangan darurat atau Emergency food adalah jenis produk pangan khusus yang dikembangkan dengan maksud untuk membantu korban bencana alam atau bencana kelaparan agar tetap dapat bertahan hidup dengan sediaan pangan bernutrisi lengkap dan memenuhi asupan harian selama  lima belas hari sejak dimulainya pengungsian.Kriteria produk pangan darurat yaitu harus padat gizi, dapat langsung dikonsumsi tanpa atau dengan proses pengolahan yang minim, tahan lama, tidak mudah rusak, dan memiliki bentuk maupun konsistensi yang tidak mudah hancur dalam proses distribusi. Produk pangan darurat harus memenuhi kebutuhan energi harian individu sekitar 2100 kkal per hari. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui formulasi terbaik dalam pembuatan produk pangan darurat (emergency food) berupa dodol, untuk mengetahui pengaruh penggunaan tepung terhadap sifat sensoris produk dodol dengan uji organoleptik yang meliputi aroma, rasa, warna, dan tekstur, serta mengetahui pengaruh penggunaan tepung terhadap kandungan makronutrien produk dodol. Prosedur pengujian yang dilakukan dalam penelitian yaitu uji proksimat (kadar air, kadar abu, kadar karbohidrat, kadar protein, kadar lemak), total kalori, pengujian organoleptik dengan parameter aroma, rasa, warna, dan tekstur. Perlakuan dalam penelitian yaitu perbandingan penggunaan tepung jagung dan tepung beras ketan putih F1 (10%:28%), F2 (28%:10%), dan F3 (19%:19%). Hasil uji proksimat berturut-turut F1, F2, F3 yaitu kadar air (49,08%, 48,07%, 49,3%), kadar abu (1,41%, 1,64%, 1,47%), kadar karbohidrat (22,36%, 22,18%, 21,5%), kadar protein (7,39%, 7,32%, 7,52%), dan kadar lemak (16,72%, 15,32%, 16,88%). Hasil perhitungan kalori berturut-turut F1, F2, F3 (277,5 kkal, 263,4 kkal, 276 kkal). Berdasarkan hasil uji organoleptik, dodol F1 dengan penggunaan tepung jagung 10% : tepung beras ketan putih 28% paling disukai oleh panelis, perolehan skor aroma 3,33, rasa 3,04, warna 3,18, dan tekstur 3,02.

Kata kunci : Pangan Darurat, Dodol, Tepung Jagung, Tepung Beras Ketan Putih.

Author (email):
Sitti Syuhada Dwi Arista (sittisyuhada@gmail.com), Zainal dan Februadi Bastian
Submitted On:
19 Nov 2019
File Size:
182.27 Kb
Downloads:
1