Fakultas Pertanian Unhas

Fakultas Pertanian

 

Universitas Hasanuddin

You have downloaded this file 0 times in the last 24 hours, limit is 5.
Your file downloads total 0 in the last 24 hours, limit is 5.

Studi Pembuatan Sambal Tabur Dengan Subtitusi Blondo Tinggi Protein.
Download

Description:

Normal 0 false false false IN X-NONE X-NONE MicrosoftInternetExplorer4

/* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:'Table Normal'; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-qformat:yes; mso-style-parent:''; mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; mso-para-margin-top:0in; mso-para-margin-right:0in; mso-para-margin-bottom:10.0pt; mso-para-margin-left:0in; line-height:115%; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:'Calibri','sans-serif'; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-fareast-font-family:'Times New Roman'; mso-fareast-theme-font:minor-fareast; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin; mso-bidi-font-family:'Times New Roman'; mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}

Ringkasan

Sambal tabur merupakan salah satu olahan cabai dengan karakteristik kering dan tahan lama serta memiliki rasa yang pedas berdasarkan komposisi cabai yang digunakan. Bahan utama adalah cabai merah besar dan cabai rawit dengan bahan tambahan bawang putih, bawang merah, garam, gula, serta dengan penambahan blondo. Sambal tabur umumnya dibuat dengan subtitusi ikan teri, kentang atau tanpa subtitusi apapun. Penambahan ikan teri sebagai sumber protein, tetapi banyak orang yang alergi terhadap ikan dan tidak menyukai bau dari ikan teri tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh metode pembuatan sambal tabur yang dapat di terimah oleh konsumen, dan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi cabai rawit kering dan blondo terhadap mutu sambal tabur yang dihasilkan. Pada penelitian ini terbagi atas empat yaitu dengan penambahan cabai rawit kering 30% dan tanpa penambahan blondo, penambahan cabai rawit kering 10% dan blondo 20%), penambahan cabai rawit kering 15% dan blondo 15%, serta penambahan cabai rawit kering 10% dan blondo 20%. Parameter yang diamati pada penelitian ini yaitu uji organoleptik meliputi warna, rasa dan aroma. Uji proksimat yang meliputi kadar air, kadar abu, kadar protein, kadar lemak dan kadar karbohidrat. Metode pengolahan data yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan dengan penambahan cabai rawit kering 15% dan blondo 15% merupakan formulasi yang tepat berdasarkan hasil pengujian organoleptik dan uji proksimat.

 

Kata kunci: Sambal Tabur, Cabai Rawit Kering, Blondo.

Author (email):
Ainun Madliah Sawedi (G31112002), Mulyati M.Tahir. dan Amran Laga.
Submitted On:
20 Oct 2016
File Size:
180.56 Kb
Downloads:
1