Fakultas Pertanian Unhas

Fakultas Pertanian

 

Universitas Hasanuddin

You have downloaded this file 0 times in the last 24 hours, limit is 5.
Your file downloads total 0 in the last 24 hours, limit is 5.

Studi Pengaruh Perendaman Gabah Kering Terhadap Nutrisi Beras Yang Dihasilkan
Download

Description:

Normal 0 false false false IN X-NONE X-NONE /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:'Table Normal'; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-qformat:yes; mso-style-parent:''; mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; mso-para-margin-top:0cm; mso-para-margin-right:0cm; mso-para-margin-bottom:10.0pt; mso-para-margin-left:0cm; line-height:115%; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:'Calibri','sans-serif'; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-fareast-font-family:'Times New Roman'; mso-fareast-theme-font:minor-fareast; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin;}

ABSTRAK

Beras merupakan bahan pangan pokok bagi sebagian besar penduduk Indonesia yang memberikan energi dan zat gizi yang tinggi mencapai 360 kalori per 100 g. Beras adalah sumber protein yang baik dengan  kandungan protein 6,8 g per 100 g. Berdasarkan penelitian tahap pertama diketahui bahwa kandungan protein pada beras dapat meningkat dengan perendaman. Contoh kandungan protein mengalami peningkatan dari 5,60% menjadi 7,48%. Hal ini diduga karena kandungan nutrisi pada lapisan aleuron masuk ke dalam endosperm. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh perendaman gabah kering terhadap nutrisi beras yang dihasilkan. Metode: Penelitian ini dilakukan melalui beberapa tahapan kegiatan yaitu: 1. Penyiapan bahan baku, 2. Perendaman gabah, 3. Pengeringan gabah, 4. Pengupasan sekam, 5. Pengujian nilai gizi dari beras, 6. Penanakan beras, dan 7. Uji organoleptik .Penelitian diolah dengan menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dengan tiga kali ulangan, dengan perlakuan lama Perendaman (A1 : 4 jam, A2 : 8 jam dan A3 : 12 jam) serta perbandingan air dan gabah (B1 : 1:1, B2 : 1:2 dan B3 : 2:1). Perendaman 12 jam menunjukkan kenaikan nilai gizi tertinggi dibandingkan kontrol dan berdasarkan hasil uji organoleptik terhadap aroma, warna, dan tekstur didapatkan perlakuan terbaik dengan lama perendaman 12 jam.. Hasil pengujian proksimat dari perlakuan terbaik didapatkan kadar abu 0,42 %, kadar protein 8,30 % dan kandungan vitamin 0.0226%.

 

Kata kunci: Gabah, Perendaman, Protein, Vitamin B

 

Author (email):
A. Asril Badani, A. Nur Faidah Rahman, Jalil Genisa
Submitted On:
28 Jul 2017
File Size:
12.34 Kb
Downloads:
5