MATERI TARBIYAH
AHLUL BAIT (2)



Bismillah Walhamdulillah Was Salaatu Was Salaam 'ala Rasulillah
Number: isnet/1385; Att: is-mod, is-lam, mus-lim

Nomor: tarbiyah/29oct94/567
Bismillaahirrahmaanirrahiim


Assalamu'alaikum wr.wb.

                                         2-6    68 baris


                           AHLUL BAIT


     " Hendaklah kalian mencintai Allah karena Dia memelihara
       kalian dengan ni'mat-ni'matNya.  Dan cintailah aku de-
       mi cintamu kepada Allah.  Dan cintailah akhli rumahku
       demi cintamu kepadaku. "
       (H.R. At Tirmidzi, Al Hakim dari ibnu Abbas)


   Ketika Hijrah, Rasulullah berjalan bersama abu bakar r.a,
berdua dalam pengejaran pembunuh bayaran kaum Quraish.  Allah
menyelamatkan keduanya di gua Tsur.  Ketika malam tiba, abu bakar
merobek pakaiannya untuk alas tidur Rasulullah.  Maka Rasulullah
tertidur dengan pulas dalam pangkuan abu bakar.  Meski terasa pe-
gal tak digerakkan juga badannya, khawatir mengganggu tidur Rasu-
lullah.  Sampai kala jengking menyengat kakinya.  Sengatannya
demikian perih dan mengucurkan darah segar pada kaki abu bakar,
namun tak juga digerakan badannya, sampai akhirnya abu bakar yang
kokoh, tegar, dan gagah mengucurkan air mata karena perihnya luka.
Rasulullah terbangun karena hangat air mata abu bakar menetes dan
membasahi badan beliau. Terkejutlah beliau manakala melihat kaki
yang terluka disengat kala jengking.  Dengan izin Allah akhirnya
luka itu sembuh setelah diobati Rasulullah.

   Seorang yang beriman sejak memproklamirkan bahwa tiada ilah
('yang dicintai') selain Allah dan Muhammad itu utusan Allah, maka
rasa cinta kepada Allah mengambil bentuk awal berupa rasa cinta
kepada Rasulullah.  Mahabbaturrasul (cinta kepada rasul) ini berujud
"sami'na wa atha'ana" (dengar dan taat) pada perintah rasul,
berendah hati, mendahulukan, melindungi, dan kasih-sayang kepada beliau.
dan mencintai ahlul baitnya.

       Dan cintailah akhli rumahku
       demi cintamu kepadaku. "

   Generasi terbaik ummat ini mencontohkan betapa mahabbaturra-
sul bukan hanya terbatas pada salam dan salawat, namun juga mem-
bentengi Rasulullah dari mara bahaya dalam banyak peperangan,
tampil membela islam dari hinaan  orang-orang yang suka meng-
hina serta celaan dari orang-orang yang suka mencela.  Bagi mere-
ka mencintai Rasul bukan lagi sebuah perintah, tapi sesuatu yang
memang telah ada di dalam dada mereka, dalam merah darah mereka,
dalam setiap kebersamaan mereka bersama Rasulullah dan mengikuti
petunjuk-petunjuknya.  Bagi mereka rasa cinta kepada Rasulullah
adalah hal yang otomatis setelah mereka mengakui islam dan mem-
baiatnya.  Dan ini mewujud dalam pembuktian baik ketika periode
Makkah maupun Madinah.

   Mahabbaturrasul muncul dari keikhlasan dan ketulusan syar'i,
rasa-sayang yang Allah tumbuhkan, yang tak dapat ditumbuhkan
manusia meski dibelanjakan seluruh kekayaan yang meliputi dunia.
Rasa sayang yang melebihi rasa sayang terhadap bapak-bapak, anak-
anak, saudara-saudara, istri-istri, kaum keluarga, harta kekayaan
yang diusahakan, perniagaan yang dikhawatiri kerugiannya, rumah-
rumah yang disukai.  Bahkan rasa sayang yang melebihi rasa sayang
kepada diri sendiri.

   Al Mahabbah, cinta yang seperti itu pun dipinta orang yang
dicintai untuk kita berikan kepada kecintaannya, ahlul bait.
Orang yang mencinta akan menuruti keinginan orang yang dicintai.
Inilah bukti cinta. Karena cinta tidak cukup dengan dan hanya
dengan kata-kata.


Hasbunallah wa ni'mal wakiil.

Wassalam,
abu zahra


------------
tarbiyah@isnet.org



Rancangan KTPDI. Hak cipta © dicadangkan.