Menyelenggarakan pembelajaran, pengembangan, dan pengabdian di bidang kebudayaan
TUJUAN
Menggali dan mengkaji nilai-nilai budaya serta mentransformasikannya menjadi sprit pembangunan bangsa.
Membina dan mengembangkan pendidikan
ilmu pengetahuan budaya yang dapat menyagga pendidikan nasional.
Menghasilkan lululsan yang berkemampuan akademik dan profesional dalam menangani pelbagai masalah kebudayaan.
PROFIL LULUSAN
Lulusan Sastra yang memiliki landasan keimanan dan ketaqwaan serta berjiwa Pancasila
(personal skills).
Lulusan yang profesional dalam 4 (empat) kemahiran dasar bahasa, baik untuk
kepentingan pribadi maupun untuk masyarakat.
Lulusan yang adaptif dan kreatif dalam mengembangkan kemahiran bahasa,
kesusastraan dan kebudayaannya sesuai dengan lingkup cakrawalanya tanpa melupakan
perkembangan Teknologi Pendidikan, terutama pada bidang ICT untuk memenuhi
tuntutan kehidupan.
Lulusan yang memiliki sikap positif dan wawasan yang luas serta mampu
mengadaptasikan nilai dan budaya global yang sesuai dengan budaya Indonesia
umumnya dan budaya lokal Sulawesi khususnya dalam memecahkan masalah
kemanusiaan
Lulusan yang dapat menjalin kerjasama dengan berbagai profesi lainnya dalam
mengembangkan dan memberdayakan masyarakat Indonesia
SEJARAH
Fakultas Sastra Universitas Hasanuddin dibuka pada tanggal 11 Desember 1960 dengan nama Fakultas Sastra dan Filsafat. Dalam perkembangannya kemudian berubah menjadi Fakultas Sastra berdasarkan SK Menteri Pendidikan PP dan K Nomor: 102248/UU/1960. Fakultas Sastra menjadi fakultas kelima dalam lingkup pendidikan Universitas Hasanuddin setelah Fakultas Ekonomi (1950), Fakultas Hukum (1952), Fakultas Kedokteran (1956), dan Fakultas Teknik (1960.
Fakultas Sastra Universitas Hasanuddin dalam mengemban tugas Tri Dharma Perguruan Tinggi merefleksikan diri ke dalam 3 fokus kajian, yakni studi bahasa, sastra, dan budaya. Fakultas Sastra mengintegrasikan ketiga studi ini ke dalam 8 Jurusan, yakni Jurusan Sastra Indonesia, Sastra Inggris, Sastra Barat Roman, Sastra Asia Barat, Sastra Daerah, Ilmu Sejarah, Ilmu Arkeologi, dan Sastra Jepang.
Dalam beberapa tahun terakhir ada upaya untuk mentransformasi Fakultas Sastra menjadi lebih luas ranah keilmuan dan lingkup kajiannya dengan nama Fakultas lmu Budaya, namun hingga saat ini segenap sivitas akademik Fakultas Sastra masih menanti legalitas formalnya dari Kementrian Pendidikan Nasional Republik Indonesia.