> Isi pertanyaan yang masuk: > ------------------------------------------------------ > > Assalamu'alaykum Wr. Wb. > Terima kasih Pak "ahmad Zubair" telah menjawab pertanyaan saya. > Kalau Bapak berkanan saya masih ingin menyambung pertanyaan yang lalu, > masih mengenai do'a qunut (+bid'ah). > 1. Ada seseorang yang tidak mau meninggalkan do'a qunut (di waktu > subuh), dan dia merasa berdosa kalau meninggalkannya. Yang jadi > pertanyaan saya, apakah perbuatan orang tersebut termasuk BID'AH karena > mewajibkan hal-hal yang sunnah ? > 2. Apakah perbuatan bid'ah itu ? > 3. Apakah memperingati Nuzunul Qur'an itu termasuk didalam bid'ah, > (karena Nabi saw tidak pernah mengajarkan peringatan tsb) ? > > Wassalam, Jawaban: Assalamu'alaykum warahmatullahi wabarakatuh, Bid'ah adalah suatu perbuatan yang mengada-ada, artinya tindakan yang tidak ada dasarnya baik dari Al Quraan maupun Hadits (sunah Rasulullah). Maka siapakah yang lebih zalim daripada orang yang mengada-adakan kedustaan terhadap Allah atau mendustakan ayat-ayat-Nya Sesungguhnya tiadalah beruntung orang-orang yang berbuat dosa. (QS. 10:17) Sesungguhnya Kami menurunkan kepadamu Kitab (al-Qur'an) dengan (membawa) kebenaran.Maka sembahlah Allah dengan memurnikan keta'atan kepada-Nya. (QS. 39:2) Kita diperintahkan oleh Allah untuk memurnikan ketaatan kepada Allah swt, artinya dalam ibadah ini harus dilakukan sesuai dengan perintah Allah. (lihat email saya hari ini tentang perbuatan baik). Do'a qunut adalah sunah bukan wajib, Rasulullah juga hanya melakukan selama sebulan saat beliau dirundung duka. Demikian shalat tarawih adalah sunah. Rasulullah tidak mau umatnya menjadikan tarawih itu wajib. Saya rasa kalau seseorang membaca do'a qunut pada shalat Subuh tidak ada salahnya, karena telah disunahkan oleh Rasulullah. Yang kurang benar adalah menganggap sunah itu wajib. Tentang Nuzulul Quraan, kita harus bertanya kenapa harus dilakukan peringatan setahun sekali ? Kenapa tidak diingat sepanjang masa, bahwa Al Quraan itu turun dari Lauhul Mahfuz ke dada orang yang mengimani. Begitu juga kenapa harus dilakukan peringatan Maulid Nabi, yang notabene itu merupakan prakarsa seorang sultan yang kagum terhadap Natalan. Semua itu menjadikan ibadah kita tidak murni lagi, atau mengada-ada bahkan menjurus kepada bid'ah yang diwajibkan. Sesuatu perbuatan sebaik apapun apabila dilakukan tanpa pedoman yang benar amal tersebut tidak diterima oleh Allah. Katakanlah:"Apakah akan Kami beritahukan kepadamu tentang orang-orang yang paling merugi perbuatannya" (QS. 18:103) Yaitu orang-orang yang telah sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia ini, sedang mereka menyangka bahwa mereka berbuat sebaik-baiknya. (QS. 18:104) Wassalam, Ahmad Zubair KTPDI