Assaamu'alaykum warahmatullahi wabarakatuh, > Saya ada beberapa persoalan yang ingin ditanyakan. > 1. Adakah batal air sembahyang seorang isteri itu apabila tersentuh suaminya?. Jawaban: Sebagian ulama berpendapat bahwa bersentuan antara laki-laki dan wanita tidak membatalkan wudhunya selama tidak menimbulkan hawa nafsu birahi. Sebagian lagi berpendapat batal. Saya pribadi berpendapat bahwa pendapat pertama yang benar. > 2. Ada setengah orang berpendapat kita tidak boleh mengeluh dan dikatankan kita tidak bersyukur dengan kurniaan Allah. Ada juga sesetengah pihak berkata apabila kita mengeluh tandanya kita memecat kejadian Allah. Adakah itu satu dosa? Jawaban: Sesungguhnya manusia diciptakan bersifat keluh kesah lagi kikir. (QS. 70:19) Apabila ia ditimpa kesusahan ia berkeluh kesah, (QS. 70:20) dan apabila ia mendapat kebaikan ia amat kikir, (QS. 70:21) Didalam ayat-ayat tersebut di atas keluh kesah disejajarkan dengan kikir. > 3. Adakah salah sekiranya seorang isteri itu merahsiakan satu perkara lampau dari suaminya kerana perkara itu akan merosakkan lagi keadaan yang sedia ada dan akan menyebabkan terjadinya perbalahan antara keluarga? Jawaban: Tidak ada salahnya kalau seorang isteri merahasiakan masa lalunya yang dianggap akan merusak hubungan suami-isteri, terlebih kerahsiaannya tidak diketahui banyak orang. Wassalam, Ahmad Zubair KTPDI