> Apakah setelah berwudhu kita boleh minum/makan kalau lagi puasa, bagaimana dengan berkumur? > Bagaimana pendapat anda tentang orang yang pandai agama tapi suka tidak menepati janji dan berbohong , sehingga kita sulit untuk menilai seseorang itu? > Jawaban: Assalamu'alaikum wr.wb. 1. Orang berpuasa tidak boleh makan dan minum walaupun dia sebelum atau sesudah berwudhu? Berkumur-kumur berbeda dengan minum. Walaupun sama-sama memasukkan air ke mulut, berkumur-kumur tujuannya untuk membersihkan mulut dan airnya harus dikeluarkan, dan jika ditelan, itu namanya minum, dan jika ini terjadi pada saat kita berpuasa maka puasa kita akan batal. 2. Tidak menepati janji dan berbohong adalah perbuatan tercela, bahkan dalam sebuah hadits disebutkan salah dua tanda orang munafik adalah selalu mengingkari janji dan cenderung berbohong. Jika hal ini dilakukan oleh yang sangat mengerti agama, tentunya kesalahannya menjadi berganda, paling tidak, dia tidak memberikan contoh yang baik kepada masyarakatnya. Tetapi tolong diingat, memahami tidak sama dengan mempraktekkan; banyak orang yang paham [berilmu], termasuk kita-kita di situs ini, tetapi tidak mempraktekkan apa yang dia fahami. Oleh sebab itu, Nabi selalu berdoa "ya Allah tolong aku dilindungi dari ilmu yang tidak bermanfaat", yaitu ilmu yang tidak dipraktekkan atau dimalpraktekkan. Terakhir ada sedikit sentilan bernuansa guyonan, bukankah Gus Dus juga senang yang satu ini. Mudah-mudahan tidak ada yang tersinggung. Konon, suatu saat seorang agamawan diundang untuk memberikan ceramah di suatu pertemuan. Karena pertemuan itu begitu penting, kayak upacara yang melibatkan pejabat tinggi, sang agamawan diminta tidak boleh terlambat. Jika terlambat, maka honor memberikan ceramahnya akan dipotong, bahkan akan dianulir oleh fihak panitia, kayak KPU [komisi pencatut uang]. Walaupun masih kere, si agamawan ini pintar olah [jual] omong ala Dede Yusuf dalam filmnya. Akibatnya dia dikenal sebagai "kiyai" ngetop serumpun umat. Karena tidak punya kendaraan bermotor, untuk nguber waktu ceramah, si agamawan kemudian naik ojek. Nasibnya sial. Karena udara dingin, dia beser, pingin kecing, namun jika dia berhenti, waktu ceramah pasti telambat. Wah bisa berantakan, katanya dalam hati. Dengan sangat terpaksa dia pipis di atas motor. Tukang ojek jadi kaget ketika bantatnya terasa panas. Lalu dia bertanya kepada sang "kiyai" tentang hal ini, sang agamawan bertutur "Mesin panas dan bensin menguap". Karena takut modal ngojeknya rusak, tukang ojek lalu berhenti dan mencoba memastikan omongan "kiyai", ketika tercium bau pesing/kencing, tukang ojek lalu marah-marah sembari ngomel "Kiyai apaan seperti ini?" sang "kiyai" dengan tenang menjawab "Nah orang yang bilang saya "kiyai", saya maah orang biasa saja". Ringkasnya, tidak selamanya orang yang dianggap pintar dan menguasai masalah agama, juga rajin menjalankan ajaran agama. Oleh sebab itu, al-Qur'an mengingatkan para agamawan agar tidak mengingkari dan melangkahi apa yang dia dakwahkan, karena begitu besar kebencian Allah terhadap orang yang ngomong kebenaran padahal dia sendiri tidak mentaatinya. Wassalam, Montreal, 3 Februari 2000 Noryamin Aini