Assalamu 'Alaikum Wr. Wb. 1. Bagaimana cara mengatasi rasa takut kepada kejahatan Jin / Syaithon menurut Islam ? Jawaban: Islam mengakui keberadaan jin dan syithon. Bahkan dijelaskan dalam beberapa ayat bahwa jin seperti makhluk manusia, walaupun tidak dalam bentuk materi-jasad. Watak jin bervariasi, ada yang muslim dan ada yang menentang Tuhannya. Sementara itu, banyak ulama berpendapat bahwa syaiton bukan makhluk, tetapi lebih sebagai gambaran sifat jelek manusia. Sedangkan makhluk iblis memang ada, dan dia sudah mengadakan kontrak kerja dengan Allah untuk selalu menyesatkan umat manusia dari jalan yang benar. Akibatnya, tidak ada iblis yang baik. Apakah jin/iblis dapat mengganggu kita? Jawabnya = ya, tetapi bisa juga tidak. Orang-orang yang menapikan adanya makhluk gaib, aliran yang tidak mempercayai alam gaib, tidak takut sama jin/iblis. Bahkan pada saat hari Halloween, orang-orang bule pada ramai-ramai berpakaian serba hantu, tetapi toh mereka tidak takut, malah anak-anak pada ketawa-ketawa dan senang pegang-pegang hantu-hantu jelmaan tersebut. Bahkan mereka tidak takut kuburan dan pocong. Karena dalam tradisi mereka, sejak kecil tidak diperkenalkan image tentang makhluk yang serba serem. Sebagai makhluk gaib, maka keberadaan jin dan iblis sangat ditentukan oleh konsep pemikiran kita sebagai umat yang beriman. Kami ingin mengatakan bahwa ketika ada orang merasa diganggu makhluk gaib seperti jin atau iblis, biasanya dia selalu dalam keadaan yang waswas. Dalam keadaan seperti ini banyak hal-hal yang tadinya normal, kemudian menjadi aneh. Akibatnya, orang tersebut kemudian menduga-duga; muncullah perasaan diganggu jin/iblis. Walhasil, ketakutan tidak jarang disebabkan oleh "halusinasi" yang kita buat sendiri. Bagaimana mengatasi rasa takut diganggu iblis/jin? Ketika kita merasa takut, cobalah berfikir rasional; apa ada alasan untuk takut? Jika kita yakin bahwa tidak ada hal-hal yang meragukan atau meresahkan, maka tidak ada alasan untuk takut diganggu jin/iblis. Agama mengajarkan satu kita penting menghadapi ketakutan. Dalam sebuah hadith disebutkan, "Tinggalkan keraguan, untuk sebuah kepastian". Kalau kita yakin bahwa Allah selalu bersama kita dan akan selalu menjaga umat-Nya yang konsisten mengingat Dia, maka tentunya kita harus merasa aman bersama Allah. Kalau kita selalu ingat kepada Allah, apakah jin/iblis tidak akan mengganggu kita? Tentunya tidak. Bukankah iblis sudah berikrar untuk mengganggu umat manusia? Bagi orang yang beriman, juga berfikir rasional, tidak ada alasan untuk takut terhadap gangguan tersebut. Coba ingat-ingat, tidak ada orang yang mati karena dicekik jin; tidak ada orang yang ditusuk iblis. [mungkin hanya ada dalam cerita; konon kata orang; atau iblis/jin dijadikan dijadikan kambing hitam]. Artinya, gangguan jin/iblis lebih bersifat dorongan negatif yang muncul dari dalam diri kita. Ingat ketika iblis sebelum dikutuk oleh Allah, dia diizinkan untuk menjelajahi organ tubuh manusia. Setelah dia tahu kelemahan urusan perut ke bawah (perut = nafsu makan, rakus, dan alat kelamin dengan nafsu seksual), dia kemudian bersikeras hati untuk menentang Allah, lalu diusir dari surga. Melalui media perut dan alat kelamin itulah kemudian iblis/jin menggganggu manusia. Dengan kata lain, gangguan jin/iblis tidak bersifat real, lebih berupa impulse yang mendorong manusia untuk melakukan tindakan yang tidak benar. Dalam agama ada kiat untuk menangkal rasa takut terhadap jin/iblis. Umpama dengan cara membaca ayat Kursi (al-Baqarah :254). Tetapi bagi orang yang selalu waswas, tidak ada jaminan bahwa rasa takutnya akan hilang, kecuali jika dia betul-betul yakin bahwa dia aman dari ganggu tersebut dengan cara selalu mengingat Allah. Bukankah tanda-tanda orang yang bertaqwa [yaitu orang tidak takut selalu kepada Allah] adalah mereka yang selalu mengingat Allah dimana, kapan dan dalam kondisi apapun. 2. Saya pernah mendapatkan seseorang yang sudah melaksanakan ibadah namun mendapatkan gangguan dari jin / Syaithon, mengapa bisa terjadi ? Jawaban: Betul frekuensi ibadah dapat dijadikan sebagai tanda tingkat ketaqwaan seseorang, namun tidak berarti jin, terutama iblis tinggal diam terhadap orang yang alim. Kata ulama, semakin alim tingkat kesalehan seseorang, maka semakin alim dan berambisi pula iblis yang mau mengganggunya. Tapi ingat!, gangguannya tidak bersifat real, lebih berupa dorongan atau bisikan untuk melakukan perbuatan tidak baik. Oleh sebab itu, jika kita merasakan ada dorongan kepada hal-hal yang tidak baik, sebetulnya kita sedang diganggu iblis, maka cepat-cepatlah beristigfar untuk mengingat Allah. Hal lain yang perlu diingat adalah bahwa ibadah dapat membuat pelakunya menjadi tenang, terhindar dari perbuatan yang tidak baik. Tetapi, ketenangan itu secara psikologis tidak dapat dipisahkah dari imajinasi, dan halusinasi yang yang diciptakan sendiri oleh individu yang bersangkutan. Besar kemungkinan orang yang beribadah dan masih takut atau diganggu iblis/jin, karena dia selalu waswas. Atau kehadiran dirinya di sisi Allah pada saat beribdah lebih bersifat formalistik, tidak diikuti dengan kehadirian jiwa, iman, dan kepercayaan utuh bahwa Allah akan selalu menjaga kita. Oleh sebab itu, sebaiknya, dalam beribadah seperti yang ditekankan banyak ustadz, agar kita memupuk rasa kedekatan diri dengan Allah agar kita selalu merasa dijaga oleh-Nya, dan agar kita merasa aman dari segala gangguan jin/iblis. >3. Bagaimana cara mengatasi jikalau tempat tinggal kita dihuni oleh jin / makhlus Halus ? Sulit rasanya untuk memberikan resep mujarab yang objektif untuk kita "mengusir" jin/makhluk halus. Tetapi, kalau kita tidak merasa terganggu dengan kehadiran makhluk-makhluk tersebut, kita tidak perlu susah payah untuk mengusirnya. Tetapi resep tradisional menganjurkan kita untuk membaca ayat Kursi. Tetapi, lebih jauh lagi, kami melihat bahwa kiat yang cukup akurat untuk mengatasi semua itu adalah dengan cara selalu mendekatkan diri kepada Allah, dan membangun dan membina perasaan terjaga oleh Allah [ingat salah satu dari nama Allah yang 99 adalah haafidh = Maha Penjaga]. Setelah itu berupayalah untuk bersifat wajar dalam batas-batas rasional. Artinya, kalau tidak alasan yang wajar untuk takut, maka, kita tidak perlu takut, termasuk dalam kasus kehadiran makhluk halus di rumah kita [itu kalau betul jinnya datang]. Wa Allah 'alam bi l-shawab wassalamu'alaikum wr.wb Noryamin Aini