Assalamu'alaikum wr.wb Saya adalah seorang mahasiswa agkatan 2000 di sebuah perguruan tinggi di Jawa Timur. Di fakultas saya, FISIP rasanya ngenes sekali karena tidak ada kegiatan semacam Rohis disana. Memang sebenarnya organisasinya sendiri dan para pengurusnya ada tetapi kegiatannya tidak pernah ada. Para pengurus tersebut adalah para mahasiswa angkatan lama. Mereka sekarang seakan tidak mau tahu lagi tentang organisasi tersebit. Yang saya dengar mereka saling lempar tanggung jawab antar pengirus tersebut. Kami,saya dan teman teman yang miris dengan keadaan tersebut (sepinya musholla dan kegiatan keislaman) mendirikan Forum Studi Islam secara ilegal. Masalahnya kami tidak dapat melangkahi para pengurus karena memang kami tidak punya wewenang untuk itu. Perlu diketahui bahwa pada saat penerimaan mahasiswa baru angkatan 2000 kemarin tidak ada promosi dari Rohis yang macet tersebut. Ada beberapa teman yang menanyakan keberadaan Rohis tersebut kepada BEM melalui surat tetapi sampai sekarang belum ada jawaban. Dengan ini saya minta saran anda bagaimana agar keinginan kami untuk adanya kegiatan keislaman di kampua kami yang keberadaannya diakui(tidak iligal seperti apa yang saya dan kawan kawan lakukan, karena forum yang saya dan kawan kawan adakan tidak akan ada jika Rohis tersebut berjalan dengan baik. Saya mohon jawaban secepatnya. Atas perhatiannya saya sampaikan Jazakallah khairan katsiiran. Wassalamu'alaikum wr wb. Jawaban: Assalamu 'alaikum ww. Pertama-tama kami ikut prihatin dengan kondisi di kampus sdri. Kami salut dan mendukung sepenuhnya keinginan sdri. Yekti untuk melakukan aktivitas Islami di kampus. Ada beberapa langkah yang dapat kami sarankan kepada sdri. Yekti untuk memulai aktivitas tersebut berdasarkan kondisi yang kami pahami dari tulisan sdri. 1. Sdri. bisa menngumpulkan teman-teman yang bisa diajak untuk mengadakan aktivitas Islami ini, karena SDM ini merupakan faktor terpenting untuk aktivitas apapun. Setelah anda dapatkan teman-teman yang memiliki ide sama dan siap untuk melakukan aktivitas, buatlah rencana-rencana aktivitas dan pentahapannya dari A sampai Z secara informal dulu serta alternatif-alternatif yang mungkin. 2. Setelah semua ini dilakukan, sdri. perlu mengkomunikasikan dengan pengurus rahis atau yang secara formal punya tanggungjawab dalam hal ini. Anda dan kawan bisa mencari sebab- sebab kenapa aktivitas macet, dan apa persoalanya dan apa rencana mereka selanjutnya. Kalau jawabannya positif dan mereka punya rencana- rencana yang baik dan perlu didukung, maka sangat baik kalau anda dan kawan- kawan mendukungnya dan anda semua aktif di lembaga yang sudah ada tetapi sedang mati ''suri'' tersebut. Adapun kalau jawabannya negatif dan mereka tidak ada rencana- rencana yang baik, maka anda bisa mengemukakan usulan- usulan dan rencana- rencana anda dan kawan- kawan. Ada baiknya kalau anda minta tanggapan, saran dan bahkan kalau perlu ''ijin'' dari senior anda tsb untuk melakukan aktivitas dan menghidupkan kembali rahis ini. Bagaimanapun juga, biasanya hal ini diperlukan agar hubungan baik anda dengan senior tetap dapat dipelihara dengan baik. Karena bagaimanapun juga kewajiban da'wah adalah kewajiban semua muslim termasuk anda dan senior anda tersebut. 3. Kalau anda sudah mendapatkan ''kesepakatan'' dengan senior anda tsb, apapun bentuknya maka mulailah segera melaksanakan rencana- rencana tsb. Sangat baik kalau andapun dapat melibatkan senior- senior anda dalam kegiatan da'wah ini. Tetapi kalau senior anda tidak ada tanggapan atau ada tanggapan tetapi tidak setuju dengan rencana- rencana anda, maka sebaiknya anda tetap menghidupkan da'wah di fakultas anda dan beritahukan hal ini kepada senior tsb. Seterusnya, sebagaimana pesan Rasulullah SAW, kita selalu melakukan aktivitas dengan ikhlas hanya mencari ridha ALlah semata- mata. Semoga bermanfaat. Wassalamu 'alaikum ww. KTPDI