Berita Terbaru

UNIVERSITAS HASANUDDIN

PTN BH Dirancang PT Jadi Kelas Dunia

Di Indonesia terdapat 122 perguruan tinggi negeri (PTN) namun baru 11 di antaranya yang sudah berstatus Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN BH). Ke-11 PTN BH itu dianggap sudah memiliki tata  kelola, proses belajar mengajar, dan kinerja akademik yang lebih baik.

‘’PTN BH kita dorong bisa masuk perguruan tinggi kelas dunia dengan pemberian otonomi akademik dan non-akademik,’’ kata Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Ristekdikti) Muhammad Nasir kepada wartawan usai meresmikan Unhas sebagai PTN BH di Ruang Senat Unhas Kampus Tamalanrea, Senin (16/1).

‘’Kick off’’ Unhas sebagai PTN BH dihadiri Dirjen Kelembagaan Patdono Suwignyo, yang mewakili Gubernur Sulsel, yang mewakili Pangdam VII Wirabuana, Wakapolda Sulsel mewakili Kapolda, Wakil Wali Kota Makassar Syamsu Rijal, Dirut PT Semen Tonasa Ir.H.Andi Unggul Attas, MBA, dan undangan lainnya. Di internal Unhas, hadir Ketua Majelis Wali Amanat (MWA) Prof.Dr. Basri Hasanuddin, M.A., Ketua Senat Akademik Prof.Dr.M.Tahir Kasnawi, SU, para anggota MWA dan Senat Akademik, para dekan fakultas, direktur-direktur lembaga di lingkungan Unhas, kepala-kepala biro, dan mahasiswa.

Dengan peresmian Unhas sebagai PTN BH, saat ini di Indonesia terdapat 11 PTN dengan status kelembagaan yang sama, yakni UI, ITB, IPB, UGM, ITS, Unair, UPI, USU, Undip, Unpad, dan Unhas.  Dalam hal pengelolaan dana Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) PTN BLU dapat melakukannya dengan mandiri, namun dana APBN harus dikelola oleh Negara. Sementara kedua sumber dana itu bagi PTN BH dikelola oleh PTN yang bersangkutan.

Menurut Menristekdikti Muh,Nasir, PTN yang mengajukan diri sebagai PTN BH banyak, namun yang dapat diakomodasi tambahannya sekitar 3 perguruan tinggi. Satu perguruan tinggi setelah menjadi PTN BH tidak serta merta berkaitan dengan masalah otonomi dan kemandirian dan pengelolaan keuangan, melainkan sangat ditekankan pada kinerjanya lebih baik sehingga dapat menjadi perguruan tinggi kelas dunia. Pada gilirannya, PTN BH dapat menjadi pendukung daya saing bangsa.

‘’Jika kita lihat dari global economic forum, peringkat Indonesia turun dari peringkat ke-61 menjadi ke-65. Indonesia saat ini memiliki 4.405 perguruan tinggi dengan penduduk 255 juta. RR Tiongkok dengan penduduk 1,4 miliar hanya memiliki 2.824 perguruan tinggi. Jumlah penduduk Indonesia hanya 1/5 kali penduduk Tiongkok, tetapi jumlah perguruan tingginya justru hampir dua kali lipat jumlah perguruan tinggi di Tiongkok.

Menristek menekankan, pengelolaan PTN BH intinya adalah peningkatan kualitas akademik dan nonakademik serta tata kelola guna mencapai perguruan tinggi kelas dunia.

Dalam hal inovasi, kata Menteri, dari 138 negara, Indonesia mengalami peningkatan, dari urutan ke-35 menjadi berada peringkat ke-31. Ini menunjukkan paten-paten di Indonesia kian baik. Hilirisasi yang dilakukan Unhas sebagaimana dilaporkan Rektor, sudah on the track.

‘’Pencapaian hilirisasi di Unhas yang mencapai 60% itu sudah sangat  luar biasa,’’ ujar Menristekdikti.

PTN harus mendorong inovasi di bidang obat-obatan, karena hingga saat ini Indonesia masih mengimpor 92% bahan baku obat. Begitu pun garam farmasi, 100% masih impor. Sekarang ini sudah ada paten untuk garam farmasi di Indonesia yang diproduksi oleh PT Kimia Farma. Harganya semula Rp 600 hingga Rp 1.000 per kg, sekarang setelah diproduksi melalui paten,harganya berkisar Rp 18.000-Rp 21.000 dengan jumlah produk mencapai 2.000 ton per tahun.

Muh.Nasir juga menjelaskan, tujuh bidang riset yang dikembangkan, yakni: pangan dan pertanian; kesehatan dan obat-obatan; informasi,komunikasi, dan teknologi; material maju; teknologi pertahanan, transportasi, energi dan energi terbarukan.

Menteri mengharapkan Unhas dengan potensi yang dimiliki mampu menciptakan inovasi-inovasi yang ke depan dapat memberikan nilai tambah pembiayaan bagi universitas, misalnya dengan pembentukan holding universitas. Intinya, bagaimana meningkatkan pendapatan di luar dari uang kuliah tunggal (UKT).

Masalah UKT pun disinggung Menteri dengan mengatakan, PTN harus mengalokasikan UKT 20% untuk mereka yang tidak mampu dan tidak bias kuliah di perguruan tinggi berkualitas. Unhas ini merupakan PTN terbaik di Indonesia Timur dan diharapkan menjadi universitas kelas dunia.

Mengakhiri arahannya, Menteri Muh.Nasir membacakan sebuah pantun.

Unhas sudah menjadi PTN BH//Sudah waktunya meningkatkan kinerja//Burung merpati terbang di udara//Burung Nuri indah suaranya//Selamat Unhas sudah PTN BH//Sudah waktunya Unhas mendunia//. 

Berita terkait :

Share berita :

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
Email

This post is also available in: Indonesia