Universitas Hasanuddin akan menjadi tuan rumah penyelenggaraan Kongres Forum Dewan Guru Besar Indonesia (FDGBI). Kongres yang akan mempertemukan para Guru Besar (Profesor) seluruh Indonesia ini direncanakan berlangsung pada tanggal 7 s.d. 9 Agustus 2019.
FDGBI merupakan wadah yang menghimpun guru besar / profesor pada perguruan tinggi negeri dan swasta seluruh Indonesia. Forum ini dideklarasikan pada tahun 2017 di Universitas Gadjah Mada. Saat ini, FDGBI dipimpin oleh Prof. Drs. Koentjoro, MBSc., Ph.D yang juga merupakan Ketua Dewan Guru Besar UGM.
Untuk mempersiapkan pelaksanaan Kongres FDGBI 2019 di Makassar pada bulan Agustus nanti, Senat Akademik Universitas Hasanuddin telah membentuk kepanitiaan yang diketuai oleh Prof. Dr. Muhammad Akmal Ibrahim, M.Si. Panitia menggelar rapat perdana pada Kamis, 16/5/2019, bertempat di Ruang Rapat A, Gedung Rektorat Unhas.
Rapat ini dihadiri oleh komponen panitia pelaksana, steering committee, dan seksi-seksi kepanitiaan. Hadir pula, Ketua Dewan Guru Besar Unhas Prof. Dr. Ir. Mursalim, Ketua Senat Akademik Unhas Prof. Dr. Dadang A. Suriamihardja, para wakil rektor, direktur, dan kepala biro.
Ketua Panitia, Prof. Dr. Muhammad Akmal Ibrahim, M.Si mengatakan bahwa Kongres FDGBI di Makassar nantinya dirancang untuk menghasilkan rekomendasi kebijakan untuk menyelesaikan masalah-masalah bangsa.
“Kita telah membentuk kepanitiaan, yang mana panitia ini nantinya akan merumuskan agenda-agenda pembahasan. Dari berbagai masukan dalam rapat, nampaknya kuat sekali keinginan para guru besar untuk memberi kontribusi nyata terhadap masalah bangsa saat ini,” kata Prof. Akmal, yang juga merupakan Guru Besar Administrasi Negara ini.
Sementara itu, Ketua Senat Akademik Unhas, Prof. Dadang A. Suriamihardja menegaskan bahwa guru besar seharusnya mengambil peran yang lebih nyata, dimana melalui Kongres FDGBI dapat dipertajam peran tersebut. “Kita harus mulai beralih dari sekedar konsep dan gagasan, menuju aksi yang lebih menjawab langsung persoalan masyarakat, bangsa dan negara,” kata Prof. Dadang.
Salah seorang anggota penitia dari seksi persidangan, Prof. Dr. Syamsul Bachri, SH, MH, mengusulkan agar Kongres FDGBI ini nantinya dapat menghasilkan suatu pernyataan sikap bersama yang merupakan suara guru besar seluruh Indonesia.
“Saya membayangkan kita dapat menelorkan suatu Deklarasi Makassar oleh para profesor seluruh Indonesia, yang dapat menjadi momentum untuk meneguhkan komitmen para guru besar terhadap masalah-masalah bangsa,” kata Prof. Syamsul yang juga merupakan guru besar Fakultas Hukum Unhas.
Rapat juga membahas hal berkaitan kesiapan teknis, baik acara, akomodasi, transportasi, dan rencana ekskursi bagi peserta. Direktur Komunikasi Unhas, Suharman Hamzah, Ph.D mengatakan bahwa pihak Rektorat akan mendukung penuh kegiatan ini.
“Apalagi kita memiliki pengalaman beberapa waktu lalu, pernah menyelenggarakan Pertemuan Forum Rektor Indonesia yang dihadiri oleh ribuan Rektor pimpinan perguruan tinggi. In sya Allah kita siap,” kata Suharman.
Menurut rencana, Kongres Forum Dewan Guru Besar Indonesia ini akan dihadiri oleh sekitar 350 profesor yang merupakan perwakilan dari Dewan Guru Besar pada berbagai perguruan tinggi seluruh Indonesia.(*)
Editor: Ishaq Rahman




