Dianugerahi letak dan posisi alam yang strategis, dengan dukungan kondisi cuaca, sektor pertanian Indonesia memiliki daya ungkit besar mengangkat perekonomian dan kesejahteraan masyarakatnya. Ditumbuhi aneka ragam tanaman yang secara mudah bisa berkembangbiak membuat wilayah Indonesia punya daya jual yang tidak sedikit. Hamparan lahan hijau terbentang dari ujung timur ke barat serta dari utara ke selatan. Meski kebutuhan papan masyarakat menggerus jumlah hamparan itu, tapi sektor ini terus akan menjadi tumpuan harapan masyarakat untuk hidup dan memberi kehidupan.
Tentu kita tidak berani membayangkan apa jadinya bila sektor ini harus terus tergerus oleh perkembangan jaman dan kebutuhan generasi manusia yang kian menumpuk di bumi ini. Ada tanggungjawab kita sebagai bagian masyarakat akademik untuk terus menggelorakan pengembangan terhadap kekayaan alam tersebut secara lebih baik dan berkemajuan, apatah lagi menuju tujuan mulia, swasembada pangan.
Unhas sebagai gerbang peradaban sadar punya tanggung jawab yang tidak ringan menyiapkan sumber daya handal di sektor pertanian. Tepat di ulang tahun kemerdekaan republik ini yang ke-17, Menteri Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan saat itu Prof. Toyib Hadiwijaya menandai pembukaan fakultas ke-7 di Unhas ini. Dimulai dengan jurusan Teknik Pertanian, selanjutnya Kehutanan dan Perusahaan Pertanian.
Sempat mengalami masa afiliasi dengan IPB untuk menjadi sarjana, hingga akhirnya memiliki sarjana pertama yaitu Engelbert O.M pada tahun 1969. Di tahun yang sama menambah anak kandung bernama Perikanan. Di awal tahun 1970 hingga awal 1980-an, fakultas ini berubah judul menjadi Fakultas Ilmu Pertanian, yang merupakan induk dari pertanian, kehutanan, peternakan dan perikanan. Selanjutnya berganti lagi menjadi Fakultas Pertanian dan Kehutanan. Tahun 2007, mengentaskan Kehutanan untuk menjadi fakultas sendiri.
Faperta nama kerennya, mengasuh 4 prodi S1 yaitu Agribisnis, Agroteknologi, Keteknikan Pertanian serta Ilmu dan Teknologi Pangan. Keempatnya merupakan prodi unggul dari BAN PT dengan raihan Akreditasi A. Di level internasional, Agribisnis dan Keteknikan Pertanian mendapatkan rekognisi internasional melalui lembaga AUN-QA, sementara prodi Ilmu dan Teknologi Pangan mendapatkan akreditasi internasionalnya lewat ASIIN. Satu prodi lainnya, yaitu Agroteknologi akan divisitasi oleh AUN QA di bulan Januari 2020. Karya besar ini adalah persembahan sivitas akademika Faperta, dipimpin Sang Dekan Alumni Jerman, Prof. Baharuddin. Tentu ini semua adalah hasil kerja para Dekan dan pimpinan Faperta sebelumnya. Ibarat tanaman yang telah disiapkan, ditanam, disemai dan dipetik hasilnya kini. Sebuah prestasi lahir dari perjalanan panjang dan konsisten diperjuangkan. Faperta besar karena mereka semua.
Salah satu fakultas yang memiliki stok SDM yang mumpuni. Diasuh 133 dosen dengan kualifikasi doktor 74,43%. Punya mahaguru atau professor sejumlah 26,31% alumni berbagai negara. Melahirkan sejumlah alumni penting yang berkiprah di penjuru nusantara. Sebagaimana anekdot lama yang berkata: semua bidang bisa dikerjakan oleh alumni pertanian, kecuali jadi …………… he3x. Menteri Pertanian saat ini adalah satu dari sekian banyak alumni terbaik yang dihasilkan fakultas ini.
Selamat Dies Natalis 57 Fakultas Pertanian Unhas. Usia yang tentunya tidak muda lagi. Namun ruang menyemai keilmuan dan rumah pengabdian untuk masyarakat dan bangsa terus harus dibangun. Cita-cita mulia menjadi pusat rujukan pendidikan tinggi pertanian yang maju dan diakui secara global. Semoga selalu melahirkan insan cendekia berkarakter dengan reputasi internasional. Salah satu garda terdepan Unhas mewujudkan Humaniversity.




