Berita Terbaru

UNIVERSITAS HASANUDDIN

Seminar Series Sekolah Pascasarjana Unhas Hadirkan Pembicara Asal Australia

Universitas Hasanuddin melalui Sekolah Pascasarjana kembali menyelenggarakan Graduate School Seminar Series. Kegiatan yang menjadi agenda bulanan kali ini berlangsung berkat kerjasama dengan Fakultas Kedokteran, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Budaya, Akademi Ilmuan Muda Indonesia dan IKAMA Sulawesi Selatan. 
 
Seminar series yang menghadirkan Prof. Hans Pols (Universitas Sidney) sebagai pemateri membahas tema "History Matters –  Breaking The Colonial Hypnosis : Medicine, Psychiatry,  and Decolonisation In The Dutch East Indies".  Seminar berlangsung pada pukul 13.30 WITA di Aula Prof. Fachruddin, Lt. 1 Sekolah Pascasarjana Unhas, Kampus Tamalanrea, Makassar, Selasa (01/10).
 
Dalam sambutan pembukanya, Dekan Sekolah Paskasarjana Unhas, Prof. Jamaluddin Jompa, Ph.D., menjelaskan terkait pentingnya belajar sejarah. Topik sejarah yang menjadi inti seminar hari ini, menurutnya, memiliki penting untuk pengingat jati diri.
 
" Sejarah bisa menjadi pelajaran bagi kita di masa sekarang maupun yang akan datang. Olehnya itu, materi hari ini memiliki makna penting, sebagai upaya untuk melihat kembali masa lalu. Kita bisa memperoleh informasi baru melalui seminar ini," jelas Prof Jamal. 
 
Prof Jamal menambahkan bahwa seminar yang tiap bulan dilakukan selain sebagai bentuk dukungan kepada Unhas menuju WCU, juga untuk meningkatkan atmosfer penelitian mahasiswa. Ini merupakan wadah yang disediakan  kepada mahasiswa maupun dosen untuk memperoleh informasi dan pengetahuan dari orang-orang yang kompeten dibidangnya. 
 
Dalam seminar tersebut, Prof Hans selaku Guest Speaker menjelaskan terkait sejarah dalam beberapa bidang keilmuan yang erat kaitannya antara Belanda dan Indonesia. 
 
Kegiatan yang dipandu oleh Sudirman Nasir, Ph.D., selaku moderator dan dihadiri oleh lebih dari 50 peserta baik mahasiswa maupun dosen berlangsung hingga pukul 16.00 WITA.(*)
 
 
Editor : Ishaq Rahman

Berita terkait :

Share berita :

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
Email

This post is also available in: Indonesia