Berita Terbaru

UNIVERSITAS HASANUDDIN

Menteri Riset dan Teknologi Membuka Joint Workshop Group Indonesia – Perancis di Unhas

Universitas Hasanuddin menjadi tuan rumah penyelenggaraan “The 2nd High Level Meeting (HLM) on Science, Technology and Higher Education Cooperation” dan “The 11th Joint Workshop Group (JWG) on Higher Education, Research, Innovation, and Entrepreneurship” di Universitas Hasanuddin.  Kegiatan yang diprakarsai oleh Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti) ini merupakan forum kerja sama pendidikan tinggi antara Indonesia dan Perancis.
 
Acara pembukaan The 2nd HLM dan The 11th JWG ini berlangsung di Baruga Baharuddin Lopa, Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin.  Hadir pada acara pembukaan Menteri Riset dan Teknologi / Kepala Badan Riset Nasional (Menristek / Ka BRIN), Prof. Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro, Ph.D, Duta Besar Perancis untuk Indonesia, H.E. Olivier Chambard, dan Rektor Unhas, Prof. Dr. Dwia Aries Tina Pulubuhu, MA.
 
Dalam sambutan selamat datangnya, Rektor Unhas Prof. Dr. Dwia Aries Tina Pulubuhu, MA menyambut dengan hangat kedatangan delegasi Indonesia dan Perancis yang bertemu di Universitas Hasanuddin.  Sebanyak lebih dari 140 delegasi dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia dan 42 delegasi dari Perancis hadir dalam pertemuan ini.
 
“Ini merupakan momentum yang penting dan berharga bagi kami.  Kami menyambut baik dan hangat kedatangan para delegasi, dimana dalam dua hari ke depan kita akan intensif membicarakan berbagai hal terkait pendidikan tinggi di masing-masing negara, dan mencari ruang kolaborasi diantara kedua negara,” kata Prof. Dwia.
 
Sementara itu, Duta Besar Perancis untuk Indonesia, H.E. Olivier Chambard menyatakan apresiasi dan penghargaan atas sambutan yang hangat dari Universitas Hasanuddin dan Pemerintah Sulawesi Selatan.  Dirinya berharap forum ini dapat semakin meningkatkan kerja sama antara kedua negara yang sudah terjalin sangat baik selama ini.  Duta Besar Chambard juga menyampaikan selamat kepada Prof. Bambang P. Soemantri Brodjonegoro yang baru saja dilantik sebagai Menteri Riset dan Teknologi.
 
 
“Semalam kami telah disambut dengan jamuan makan malam yang sangat berkesan oleh Gubernur Sulawesi Selatan, dihidangkan makanan dan tari-tarian.  Kami juga memperoleh sambutan yang sangat hangat dari Universitas Hasanuddin.  Saya baru saja dilantik sebulan sebagai Duta Besar, dan kunjungan ke Makassar adalah perjalanan pertama saya ke luar dari Jakarta,” kata Duta Besar Chambard yang disambut aplaus oleh ratusan hadirin.
 
Duta Besar Chambard juga menyampaikan komitmen untuk terus meningkatkan kerja sama dengan Indonesia, khususnya dalam bidang pendidikan tinggi, riset dan teknologi.
 
Menteri Riset dan Teknologi / Kepala BRIN menyampaikan dalam sambutannya harapan yang besar terhadap kerja sama antara Indonesia dan Perancis yang melibatkan perguruan tinggi.  Dirinya yakin, ada banyak hal yang dapat dikembangkan bersama-sama oleh kedua negara, melalui proses sharing pengetahuan.
 
“Kita mungkin mengenal Perancis dengan kota Paris sebagai pusat mode dunia. Padahal bukan hanya itu. Perancis juga adalah Kantor Pusat dan pabrik utama pesawat Airbus yang terletak di Kota Toulouse.  Ini adalah pesawat dengan teknologi canggih dan terdepan.  Artinya, kita bisa banyak belajar dari Perancis dalam hal kemajuan teknologi.  Di sisi lain, Indonesia adalah negara yang kaya akan keragaman biodiversity, yang juga menyediakan ruang luas untuk penelitian.  Di sinilah kita dapat saling berbagi,” kata Menteri Bambang Soemantri.
 
Pembukaan secara resmi JWG dan HLM ditandai dengan pemukulan gendang khas Sulawesi Selatan oleh Menteri Ristek/BRIN, Duta Besar Prancis, dan Rektor Unhas.
 
JWG dan HLM merupakan agenda rutin yang dilaksanakan setiap tahun.  Kegiatan ini bertujuan untuk membahas implementasi, evaluasi capaian, dan monitoring perkembangan, dan inisiasi kegiatan kerja sama di bidang ilmu pengetahuan, teknologi, dan pendidikan tinggi antara Indonesia dan Perancis.  Kegiatan JWG dan HLM tahun ini dihadiri oleh sekitar 250 peserta dari Indonesia dan Perancis, yang terdiri dari para akademisi, peneliti, serta pembuat kebijakan berbagai bidang yang menjadi fokus Indonesia – Perancis dalam kerangka kerja sama ilmu pengetahun, teknologi, dan pendidikan tinggi.
 
Usai acara pembukaan, berlangsung sesi plenary yang diisi dengan beberapa ceramah utama dari para nara sumber, antara lain: Nada Darmiyanti (Ristek/BRIN), Thierry Mare (Institut Francais d’Indonesie/France Embassy).
 
Siang harinya, akan berlangsung beberapa agenda, antara lain Workshop dan High Level Meeting yang bertempat di Kampus Fakultas Teknik, Gowa.  Acara pembukaan berakhir pada pukul 10.30 WITA.(*)
 
Editor : Ishaq Rahman

Berita terkait :

Share berita :

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
Email

This post is also available in: Indonesia