Dari 656 lulusan Universitas Hasanuddin yang dikukuhkan Rektor Unhas Prof.Dr.Dwia Aries Tina Pulubuhu, M.A., 7 September 2016 di Baruga Andi Pangerang Petta Rani Kampus Tamalanrea, hampir separuh, tepatnya 43,8%, meraih indeks prestasi kumulatif (IPK) di atas 3,50. Sebanyak 45,1% meraih IPK 3,00 s.d. 3,50, dan 11,1% meraih IPK di bawah 3,00%.
‘’Prestasi ini jelas membanggakan, karena sekitar 88,9% lulusan memiliki IPK di atas 3,00,’’ kata Dwia Aries Tina Pulubuhu, pada acara wisuda sarjana periode I September yang juga dihadiri Ketua Majelis Wali Amanah (MWA) Unhas Prof.Dr.Basri Hasanuddin, M.A., dan para wakil rektor, dekan-dekan fakultas, dan sejumlah anggota Senat Akademik Unhas.
Jika dilihat dari lama studi, sebut Dwia, 58,5% lulusan menyelesaikan studi kurang dari 4 tahun, 15,4% (4-5 tahun), 26,2% (5 tahun). Lebih dari separuh lulusan menyelesaikan studi cukup pendek, yakni 4 tahun.
Perolehan IPK dengan lama studi yang semakin membaik dari waktu ke waktu menunjukkan pelaksanaan proses belajar-mengajar di Unhas kian baik. Ini sejalan dengan cita-cita institusi ini meningkatkan kualitas proses belajar-mengajar hingga dicapainya suatu proses pembelajaran yang optimal.
Dwia juga menjelaskan, pada tahun 2016 ini, mahasiswa Unhas meraih 12 penghargaan internasional. Di antaranya, salah seorang mahasiswa Unhas meraih medali emas dalam kompetisi karya tulis ilmiah ‘’The 8th Europian Exhibition of Creativity and Innovation 2016’’ di Rumania pada tanggal 19-21 Mei 2016.
Mahasiswa Unhas lainnya, meraih juara II pada ‘’Pre-Conference Competition of the 29th East Asian Medical Student Conference 2016’’ di Taiwan.
Dalam penggunaan teknologi informasi, monitoring kehadiran dosen, beasiswa, kegiatan dan prestasi kemahasiswaan, beban kerja dosen, dan system remunerasi dosen dan pegawai, semuanya telah berbasis teknologi informasi.
‘’Mulai tahun ajaran baru ini, Unhas meluncurkan system yang dapat membantu para orangtua/wali memonitor perkembangan kinerja akademik putra-putrinya secara on line,’’ sebut Dwia.
Berkaitan dengan penelitian, pengembangan sumberdaya dan kerja sama tidak kalah membanggakan. Pada tahun 2016 ini Unhas memiliki tiga pusat unggulan (PU), yakni rumput laut, Pengembangan Peternakan Sapi Maiwa (Maiwa Breeding Center), dan Pengembangan Perguruan Tinggi untuk pengetahuan hijau (PETUAH) dengan unggulan Smart Land Used Technology (SALUT).
Pengembangan kerja sama daerah sebagai wujud tanggung jawab social juga berjalan dengan baik. Pada tanggal 30 Agusgtus 2016 Unhas melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat integrasi yang dipusatkan di Kabupaten Sidrap.
Rektor Unhas juga menjelaskan, bertepatan dengan perayaan HUT ke-71 Proklamasi Republik Indonesia, Kementerian Riset dan Dikti menetapkan Unhas sebagai perguruan tinggi negeri terbaik ke-8 secara nasional.
‘’Mudah-mudahan pada saatnya nanti Unhas dapat masuk ke dalam 5 atau 6 besar perguruan tinggi terbaik di negeri ini,’’ harap Dwia. (*).




