Visitasi ASEAN University Network (AUN) berkaitan dengan Quality Assessment (QA) di Universitas Hasanuddin, Senin (12/1) berakhir. Visitasi AUN-QA yang dilaksanakan selama tiga hari (10-12 Januari 2017) terhadap tiga program studi di Unhas, yakni Program Studi Teknik Sipil, Kedokteran, dan Kesehatan Masyarakat.
Tim Visitasi dari AUN adalah Prof.Dr.Raymund Sison (De La Salle University Manila, Phillipnes) dan Prof.Dr. Preyanuj Yamwong (Siriraj Hospital Mahidol University, Bangkok Thailand) menjadi asesor Program Studi Kedokteran. Prof.Dr.Maribou G.Nicolas (University of Phillipines) dan Dr.Nakom Srisukhumbowomchai (King Mongkut’s University of Technology Thonburi, Bangkok, Thailand) bertindak sebagai asesor Prodi Teknik Sipil, sementara Prof.Dr.Yahaya Md.Sam (University Teknologi Malaysia) dan Mrs.Siriluk Kiewkong (Mahidol University, Thailand) menjadi asesor Prodi Kesehatan Masyarakat.
Rektor Unhas Prof.Dr. Dwia Aries Tina Pulubuhu, MA mengatakan bahwa tim visitasi AUN-QA telah menyampaikan rekomendasi-rekomendasi yang sangat baik agar ketiga program studi yang divisitasi bisa sejajar dengan perguruan tinggi internasional di ASEAN. “Apa yang direkomendasikan oleh tim visitasi AUN-QA akan kita terus upayakan agar Unhas bisa lebih baik lagi,” kata Dwia. Ia mencontohkan, rekomendasi peningkatan kapasitas akademik para staf yang akan dibenahi secara selektif oleh Sekretaris Universitas.
Rektor Unhas juga mengapresiasi jajaran civitas akademika yang telah mempersiapkan diri menghadapi visitasi internasional ini. “Khususnya kepada Program Studi Teknik Sipil, Kedokteran, dan Kesehatan Masyarakat,” ujar Dwia. Ia juga mengharapkan agar program studi yang telah divisitasi agar berbagi informasi dengan program studi lainnya yang akan divisitasi internasional juga, seperti Ilmu Kelautan, Teknik Geologi, dan Hubungan Internasional.
AUN Deputy Executive Director Dr. Choltis Dhirathiti menyampaikan apresiasi kepada Unhas atas upaya dan kerjakeras yang dilakukan dalam meningkatkan kualitas perguruan tingginya. Ia mengharapkan agar ketiga program studi yang telah divisitasi agar terus meningkatkan kualitas program studinya agar bisa sejajar dengan program studi yang telah bertaraf internasional di ASEAN.
Quality Assesment oleh AUN ini menurut Dhirathiti merupakan tuntutan bagi perguruan tinggi agar bisa sejajar dengan perguruan tinggi di ASEAN. “‘’Sejak berlaku Masyarakat Ekonomi ASEAN tahun 2015, dituntut adanya peningkatan kualitas dalam berbagai bidang, termasuk pendidikan,’’ kata Deputy Executive Director AUN ini.
Perguruan tinggi yang mendapatkan akreditasi AUN ini, akan memperoleh pengakuan dari masyarakat ASEAN sebagai perguruan tinggi tempat melanjutkan pendidikan. Di Indonesia terdapat empat perguruan tinggi yang sudah menjadi anggota tetap AUN, yakni UI, ITB, UGM, dan Unair, sementara Unhas dan beberapa perguruan tinggi lainnya masih sebatas menjadi anggota asosiasi. Ke depan, di dalam AUN ini akan bergabung pula perguruan tinggi dari negara di luar ASEAN, yakni RR Tiongkok, Jepang, dan Korea Selatan.
Ketua Tim Task Force Tingkat Universitas Hasanuddin ‘’The 77Th AUN-QA Program Assessment’’ Dr.Prastawa Budi mengatakan, terdapat sebelas kriteria yang dinilai bagi setiap program studi yang akan divisitasi AUN-QA. Kriteria itu di antaranya, masalah akademik, struktur akademik, masalah out put danout came.
‘’Yang tidak kalah pentingnya adalah kualitas out came-nya yang menjadi dasar penilaian akereditasi,’’ kata Budi Prastawa.
Budi Prastawa mengatakan, hasil visitasi ini baru akan diketahui sekitar 1-2 bulan setelah kedatangan tim asesor. Rank penilaian antara 1 hingga 7. Minimal 4. Jika di bawah 4, dianggap masih gagal dalam proses peningkatan kualitas. (**)




